
“Tira… tetaplah berjalan dengan santai bersamaku, dan jangan bergerak untuk menghindar agar Luis melihat kemesraan kita….” Ernest berkatapelan sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Tira, yang meskipun sedikit kaget, tapi dia memilih untuk mengikuti perkataan Ernest agar dia tidak melakukan gerakan menghindar.
“Jangan menoleh ke belakang….” Ernest berbisik pelan setelah bibirnya berada dekat dengan telinga Tira, yang akhirnya dalam pandangan Luis yang semakin jauh, tindakan Ernest itu seperti sedang mencium pipi Tira di depannya.
Kurangajar sekali dia! Sungguh tidak tahu diri! Ernest! Aku benar-benar akan membunuhmu! Tunggu saja! Aku akan membuat tubuhmu terpotong dan tersebar! Dasar setan, ma xxxxx!
Kali ini Luis memaki-maki Ernest dalam hati dengan mata yang tampak memerah karena emosinya yang meluap-luap, bahkan tangannya yang tadi sedang meremas buku diktat kuliah yang dipegangnya tampak mengakibatkan sebagian dari ujung buku diktat kuliah itu kusut dan terkoyak karenanya.
(Diktat merupakan salah satu sumber ajar bagi pendidik di kelas. Diktat biasanya dibuat oleh guru atau dosen untuk mata pelajaran atau mata kuliah atau mata diktat yang diajarkan. Diktat memiliki pengertian yaitu merupakan catatan tertulis dari suatu mata pelajaran yang dipersiapkan oleh pengajar untuk dapat mempermudah atau memperkaya materi mata pelajaran.
Diktat ini juga nantinya jadi pegangan dan akan disampaikan oleh pengajar pada proses pembelajaran, sesuai bidang studi yang dikuasai. Tujuan dari diktat adalah untuk menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar selain dari buku teks, dan dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Diktat ini bisa menjadi salah satu sumber belajar bagi peserta didik dan bagi pengajar, diktat ini menjadi unit paling kecil suatu mata pelajaran yang dapat berdiri sendiri. Sehingga, diktat ini bisa menjadi alat bantu guru dalam proses pembelajaran. Pahami tips dan cara membuat diktat selengkapnya.
Ciri-ciri diktat yang benar, ditulis dengan singkat dan juga padat. Di dalam diktat, biasanya berisi mengenai intisari dari semua materi pembelajaran, sehingga meskipun singkat namun isinya lengkap.
Selain itu, diktat ini menggunakan bahasa yang tidak bertele-tele atau to the point. Sehingga diktat ini akan lebih mudah dipahami dan juga dipelajari.
Diktat harus ditulis sendiri oleh pengajar, sehingga biasanya diktat ini menggunakan bahasa yang sudah familiar atau sudah dikenal oleh para peserta didik).
__ADS_1
Jika saja mungkin, rasanya bagi Luis, saat ini dia ingin berlari kencang ke arah Ernest dan menghujamkan pisau ke arah tubuh Ernest.
Bukan saja sekali, tapi Luis meyakinkan dirinya bahwa jika dia sudah mendapatkan kesempatan untuk melakukan itu, dengan senang hati dia kan menghujamkan pisau itu puluhan atau bahkan ratusan kali ke tubuh Ernest sehingga tidak berbentuk dan tidak adalagi seorangpun yang bisa mengenali tubuh itu.
Membayangkan setiap rencana jahat tentang Ernest yang sedang dia pikirkan saat ini, tiba-tiba bibir Luis bergerak, membentuk sebuah senyum, meskipun itu adalah sebuah senyum yang tampak mengerikan bagi yang melihatnya.
Dengan sangat perlahan, aku akan melakukannya dengan baik, agar aku dan kamu bisa sama-sama menikmatinya. Aku akan membuatmu memohon ampun meskipun tahu itu tidak akan berguna sama sekali untukmu.
Luis yang melanjutkan bayangan di pikirannya tentang bagaimana cara dia akan menyiksa Ernest secara perlahan-lahan, bibirnya tampak membentuk sebuah seringai mengerikan.
Setelah itu, dengan dengusan nafas yang masih menunjukkan kemarahannya kepada Ernest, Luis membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah ruang kelas tempatnya akan mengajar.
Sambil berjalan, tangan Luis yang tadinya terkepal kembali terbuka, dan dia angkat ke atas.
Setelah selesai dengan tindakannya yang terlihat anti mainstream, seolah baru saja tidak terjadi apa-apa padanya, Lusi berdehem pelan, dan tangannya menepuk-nepuk serta merapikan diktat yang tadi sempat diremasnya.
(Arti anti mainstream merupakan lawan dari mainstream yang berarti bahwa perilaku yang aneh, unik, atau kreatif, dan tidak dilakukan oleh kebanyakan orang.
Saat ini kebanyakan orang lebih memilih untuk bertindak dan bersikap aneh atau unik. Sebab dengan adanya perbedaan tersebut dapat menunjukan bahwa rasa percaya diri yang muncul ini tidak dibuat-buat dan dilakukan secara murni. Tetapi bukan berarti semua orang yang bertindak anti mainstream hanya untuk menunjukan rasa percaya diri saja.
__ADS_1
Sebagian orang yang melakukan tindakan aneh ini untuk mencari perhatian banyak orang. Apalagi saat ini muncul istilah viral, dimana banyak orang ingin terkenal dengan cara yang instan. Tak selamanya anti mainstream bersifat negatif maupun positif saja.
Semua itu tergantung pada perilaku anti mainstream yang dilakukan oleh tiap orang).
“Ernest….” Dengan suara ragu, Tira menyebutkan nama Ernest.
“Tenang Tira, dia sudah pergi jauh dari kita….” Ernest yang baru saja mencuri pandang ke arah Luis begitu ada kesempatan dia dan Tira berjalan ke arah sebuah belokan untuk menuju ruang kuliah mereka bersama Romeo langsung berkata kepada Tira dengan lembut.
“Aku… takut sekali….” Tira berbisik pelan sambil memandang ke arah belakang, dimana tentus aja dia tidak bisa lagi melihat sosok Luis, karena mereka sudah berbelok.
“Tenang Tira, jangan sampai Luis melihat kelemahan dan ketakutanmu. Orang sepertinya, dia justru akan semakin bahagia dan senang jika kamu memperlihatkan bagaimana kamu begitu takut padanya.” Ernest berkata dengan tangannya yang masih melingkar di bahu Tira bergerak untuk mengelus-elus bahu Tira dengan lembut, lalu menepuk-nepuknya pelan sebelum akhirnya Ernest menjauhkan lengannya dari tubuh Tira, karena mereka sudah hampir sampai di depan pintu kelas tempat Romeo mengajar.
Sekilas Ernest memandang ke wajah Tira yang akhirnya bisa terlihat sedikit lebih tenang, karena semangat yang terus diberikan oleh Ernest padanya.
“Kamu harus bangga, karena sepertinya, rencana kita untuk memancingnya berhasil. Aku yakin… sebentar lagi psikopat itu akan bertindak. Ayo… kita masuk ke kelas….” Ernest berkata sambil tersenyum dan bersiap melangkah masuk, melewati pintu ruangan tempat kelas yang akan diikutinya diadakan.
“Ernest….” Ernest masih berjalan satu langkah ketika dengan tiba-tiba tangan Tira meraih bagian ujung kemeja bagian bawah yang dikenakan oleh Ernest, dan sedikit menariknya.
“Ernest… apa sungguh… kamu akan baik-baik saja?” Tira berkata dengan suara terdengar sangat pelan.
__ADS_1
Ernest… maaf... tapi... apa tanpa sadar… aku sedang mendorongmu ke jurang yang akan membuatmu celaka?
Tira berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya, karena ada seberkas ingatan di masa lalu yang tiba-tiba muncul di benaknya, sebuah ingatan buruk yang selama ini berusaha dilupakan oleh Tira, dan dia selalu meyakinkan dirinya sendiri, bahwa semua itu bukan salahnya.