
“Sepertinya aku harus memberikan pesan pada erich untuk membantuku mengecek kondisi di sekitar pintu keluar ruang kerja tuan Theo ini, karena dia yang memegang jam tangan canggih itu.” Ernest bergumam pelan sambil mengeluarkan handphone yang ada di balik jaketnya, dan mulai mengirimkan pesaan kepada Erich.
Beberapa waktu kemudian, Ernest tampak terus berusaha mengamati dan mendengarkan apa yang ada di balik pintu tempat dia berdiri dan menunggu pesan balasan dari Erich.
Setelah menunggu selama beberapa waktu dan tidak ada pesan balasan dari Erich, dan Ernest merasa kondisi di luar terasa cukup amana, pada akhirnya Ernest memberanikan dirinya untuk kembali membobol kunci dari pintu ruangan itu sambil menahan nafasnya, berharap di area dekat pintu itu memang sedang tidak ada orang di sana.
Begitu Ernest kembali berhasil membuka kunci pintu itu, Ernest sedikit menyungingkan senyum senang sekaligus lega sampai dia memegang handle pintu dan berusaha membukanya, tapi ternyata dari arah luar ada seseorang yang sedang memgang handle pintu itu juga dan berusaha untuk membuka pintu itu bersamaan dengan gerakan yang dilakukan Ernest.
Begitu menyadari ada orang lain yang berusaha membuka pintu itu, dan melihat ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam ruangan itu, dengan gerakan cepat, Ernest langsung menodongkan ujung pistolnya ke dahi orang itu, dimana orang itu juga langsung menodongkan pistolnya kea rah dahi Ernest, dengan waktu yang bersamaan, sehingga dalam kegelapan, saat ini tampak dua orang dengan postur tubuh atletis sedang saling menodongkan pisto di dahi lawannya.
“Ernest….”
“Erich….”
Setelah saling menyadari siapa yang sedang mereka todong dengan senjata mereka, baik Ernest maupun Erich langsung menurunkan kembali senjata mereka, dengan wajah Ernest yang langsung tersenyum lebar begitu emnyadari kalau Erichlah yang sudah menerobos masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
“Apa semua baik-baik saja? Aku tadi menuliskan pesan untukmu, berniat meminta bantuan padamu.” Ernest berbisik pelan ke arah Erich yang sudah menyelinap masuk ke dalam ruangan itu, dan membiarkan pintu sedikit terbuka untuk mereka bisa mengamati sekeliling luar ruangan tempat mereka berada sekarang.
“Maaf, aku tidak membuka handphoneku karena terlalu serius untuk bisa keluar dari kamar tuan Theo.” Erich berkata sambil mengingat bagaimana tadi dia memanfaatkan kesempatan mehyelinap keluar dari kamar Theo tanpa diketahui oleh penghuni rumah itu
Begitu suara orang-orang penghuni rumah yang tampak ribut berjalan kesana kemari melakukan pemeriksaan ruangan itu, Erich dengan cepat berdiri di balik pintu, sehingga ketika ada dua orang yang datang dan masuk ke kamar Theo untuk memeriksanya, Erich dengan cepat menyelinap keluar saat mereka tidak memperhatikan area pintu kamar.
Setelah itu Erich langsung bergerak ke arah kerja Theo dan memeriksa kondisi di sana.
Meskipun dengan jam tangan yang dikenakannya Erich bisa memeriksa kondisi di dalam ruang kerja itu, tapi karena orang-orang yang menghuni rumah itu sedang sibuk memeriksa aliran listrik yang terputus dan ruangan-ruangan yang ada, Erich tidak berani menyalakan jam itu di tengah kegelapan yang pasti akan menarik perhatian orang lain, karena gambar hologram 3 dimensi yang ditunjukkan oleh jam itu pasti menimbulkan sinar yang mencolok di tengah kegelapan.
“Tidak banyak. Tapi aku menemukan sebuah jam tangan analog kuno yang memiliki simbol keluarga baroness Eliana di bagian belakang jam tangan tersebut.” Erich menjawab perkataan Ernest dengan tangan meraba tubuhnya sendiri di bagian saku jaketnya, dimana dia sudah menyimpan jam tangan yang berhasil dia temukan di salah satu laci di kamar Theo tadi.
(Jam tangan zaman dulu pastinya berbeda dengan jam yang ada zaman sekarang. Dulu jam hanya ada dalam model pocket watch. Bentuknya lingkaran dan dilengkapi rantai untuk dimasukkan dalam kantung baju. Jam model ini hanya dimiliki oleh para bangsawan zaman dulu.
Bahan dari jam tangan ini kadang dilapisi atau bahkan terbuat dari emas murni, sehingga memiliki nilai sejarah sekaligus harga yang cukup mahal, selain itu juga tidak mudah untuk didapatkan karena jumlahnya yang tidak banyak.
__ADS_1
Selanjutnya jam berkembang dan akhirnya muncul dengan model jam tangan yang digunakan di pergelangan tangan. Jam tangan zaman dulu ini kini banyak menjadi trend. Hal ini seiring dengan kembali populernya gaya vintage. Supaya gaya jadul Anda makin keren, Anda bisa tambahkan jam tangan zaman dulu sebagai aksesoris untuk dipakai.
Dulu jam tangan modelnya terbatas dan tak bervariasi seperti sekarang. Jamnya analog dan hadir dalam warna terbatas seperti coklat, putih dan hitam saja. Untuk bahannya jam tangan dulu kebanyakan talinya memakai bahan metal maupun kulit asli.
Jam tangan zaman dulu kini banyak menjadi incaran kolektor. Mereka menilai jam tangan kuno ini dari segi keantikan dan keunikannya. Makin kuno jamnya makin populer dan makin mahal harganya).
Perkataan Ernest membuat Ernest semakin yakin bahwa Theo adalah anak kandung dari Eliana, karena tidak mungkin orang yang tidak memiliki hubungan penting dengannya bisa memiliki benda berharga yang menunjukkan adanya simbol keluarga bangsawannya.
“Kamu sendiri, apa yang kamu temukan?” Erich balik bertanya sambil menyalakan jam tangan pemberian Ornado untuk memeriksa kondisi di luar ruangan, agar mereka bisa segera pergi dari tempat itu.
“Ada beberapa hal yang aku temukan, tapi sebagian sedang aku bawa karena tidak mungkin memeriksanya di tempat ini.” Ernest berkata sambil meliaht ke arah hologram yang menunjukkan bahwa kondisi diluar sudah aman karena tidak telriaht adanya seorangpun di dekat temapt itu.
“Sebaiknya kita keluar sekarang juga, sebelum mereka berhasil menyalakan kembali listrik yang terputus dan mereka menyadari kehadiran kita di tempat ini.” Ernest kembali berbisik sambil membuka pintu ruang kerja Theo dengan hati-hati dan pelan.
Dengan telunjuknya, Ernest memberikan tanda kepada Erich agar bergerak ke arah samping dimana tampak adanya pintu keluar, yang posisinya sedikit jauh dari pintu gerbang, akan tetapi juga jauh dari tempat terdapat ruang panel listrik, dimana banyak orang sedang berkumpul disana untuk melihat dan memperbaiki penyebab putusnya listrik di rumah itu.
__ADS_1
Erich dan Ernest sudah berhasil keluar dari pintu samaping dan berjalan dengan mengendap-endap ke araha pintu gerbang ketika tiba-tiba saluran arus listrik rumah itu sudah berhasil tersambung kembali, sehingga secara tiba-tiba kondisi di sekeliling mereka menjadi terang benderang karena semua lampu yang tadinya padam sudah kembali menyala.