MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEGUNDAHAN ERNEST


__ADS_3

Entah apakah memang ingin segera bertemu dengan Alvero sebagai sosok tuan yang begitu dikaguminya, atau dia ingin mendapatkan sedikit kesempatan agar bisa melihat kembali wajah gadis yang begitu dicintainya, Ernest tidak bisa menawab pertanyaan itu.


Sekarang, yang ada di pikiran Ernest saat ini adalah agar bisa secepatnya ke apartemen Tira dan memeriksa apa yang sudah terjadi di sana.


Semua pertanyaan yang bertubi-tubi dalam hatinya, membuat Ernest berlari dengan cepat ke arah pintu apartemen Tira, tanpa memperdulikan Steven dan Edi yang saling berpandangan dengan wajah tampak bingung melihat apa yang dilakukan oleh Ernest barusan.


Begitu Ernest keluar dari pintu apartemennya dan meliha ke arah pintu apartemen Tira yang terlihat sepi, membuat laju langkah Ernest terhenti, dan dia mulai berjalan dengan sikap ragu.


Kalau memang yang mulia Alvero sudah datang, kenapa tidak ada tanda-tanda kehadiran mereka di depan pintu apartemen putri? Paling tidak harusnya ada para pengawal yang berjaga di sekitar pintu masuk apartemen, tidak mungkin yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda datang ke luar negeri dengan sedikit pengawalan seperti ini.


Ernest berkata dalam hati dengan kening berkerut.


Begitu Ernest berada tepat di depan pintu apartemen Tira, Ernest berusaha mempertajam pendengarannya untuk bisa mendengar suara dari dalam apartemen itu.


Terlalu sunyi, apa mereka sedang berada di bagian belakang ruangan? Apa aku harus menggunakan sidik jariku untuk membuka pintu apartemen putri? Tapi jika yang mulia Alvero apalagi Ernest tahu aku diberikan akses oleh putri untuk membuka pintu apartemennya, mereka pasti akan merasa heran dan akan membawaku ke dalam masalah yang lebih besar nantinya.


Ernest kembali bertanya-tanya dalam hati, yang akhirnya dengan sikap ragu Ernest melakukan panggilan kepada Tira, untuk menanyakan apakah Alvero dan yang lain memang sudah datang dan berada di apartemennya.


Namun pada akhirnya, Ernest harus mengeryitkan dahinya, begitu menyadari bahwa sampai nada panggilan berbunyi cukup lama, Tira tidak mengangkat panggilan telepon darinya.

__ADS_1


Tira yang bisa merasakan adanya getaran pada handphonenya yang sengaja dia setting dalam mode silent, hanya bisa menahan nafasnya sebentar, sebelum akhirnya melanjutkan perbincangannya dengan Deanda, setelah berpura-pura tidak tahu adanya panggilan masuk di handphonenya, dan sudah bisa mengira kalau itu pastilah panggilan telepon dari Ernest, yang dengan sengaja ingin dia hindari untuk saat ini.


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Ernest bergumam pelan dan termenung sejenak, sampai akhirnya, dia memutuskan untuk mencoba membuka pintu apartemen Tira menggunakan sidik carinya.


Begitu kunci pintu berbunyi sebagai tanda kunci sudah terbuka, Ernest menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya dia membuka pintu itu dengan hati-hati dan sikap awas.


Sepi sekali....


Ernest berkata dalam hati dengan mata menatap ke sekelilingnya.


Dari bau harum yang tertinggal dari parfum yang biasa dikenakan oleh Alvero, yang cukup dihafal oleh Ernest, knight tampan itu bisa memastikan kalau beberapa waktu sebelumnya, Alvero memang pernah ada di ruangan itu.


Akan tetapi, meskipun hanya tersisa kamar Tira yang tidak diperiksa oleh Ernest, pada akhirnya Ernest yakin bahwa memang tidak ada seorangpun yang ada di tempat itu untuk saat ini, dan itu membuat dada Ernest berdebar dengan keras.


Antara rasa kaget, khawatir sekaligus bingung, bercampur menjadi satu, dan hanya satu hal yang akhirnya membuat Ernest bisa merasa lebih tenang.


Tanda adanya bekas keberadaan Alvero di tempat itu, membuat Ernest yakin kalau keadaan Tira saat ini pasti baik-baik saja karena Ernest yakin sekarang ini pasti sedang bersama dengan Alvero.


Hanya saja, menyadari bahwa Tira tiba-tiba pergi dari apartemennya tanpa memberitahukan padanya, membuat ada rasa perih dan mengganjal di hati Ernest saat ini.

__ADS_1


Tidak aku sangka, hal seperti ini begitu mudah untuk mempengaruhi kondisi hatiku. Kalau begini caranya, bagamaimana aku bisa menjauh dari putri jika semuanya sudah berakhir? Bagaimana aku bisa menghadapi kenyataan bahwa suatu ketika kami berdua memang harus berpisah?


Ernest berkata dalm hati sambil menghela nafasnya, dan membuka kembali layar handphone di tangannya dan membaca kembali pesan dari Erich.


Tidak ada hal besar yang terjadi antara aku dan putri. Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda sudah ebrtemu dengan putri Tira? Aku dan yang lain sedang menunggu informasi dari putri Tira kalau kalian sudah datang ke apartemen putri.


Melalui pesan balasannya, Ernest bertanya balik kepada Erich, dan mencoba mendapatkan info tentang keberadaan Tira dari Erich, yang dia yakin pasti tahu dimana Tira berada sekarang.


Kalau memang tidak ada sesuatu yang terjadi pada kalian, kenapa putri Tira bersikeras untuk tidak mau kamu ikut ke mansion keluarga tuan Dave agar kamu bisa mengawalnya? Sejak bertemu dengan putri Tira tadi, sepertinya, kondisi putri terlihat tidak baik-baik saja, dia terlihat gugup dan bingung setiap yang mulia Alvero menyebutkan namamu dan mempertanyakan pada putri kenapa dia terus bersikeras dan menolak untuk mengajakmu ke mansion bersamanya.


Pesan dari Erich, membuat Ernest dengan terdiam dan memandangi layar handphonenya dengan mata tidak berkedip, tidak percaya jika saat ini, Tira seperti dengan sengaja menghindar darinya.


Mungkin putri masih merasa tidak tenang karena kejadian peneror yang menyerangnya dengan obat bius tadi malam.


Ernest membalas pesan Erich dengan berusaha tanpa menyinggung sama sekali tentang insiden ciuman antara dia dan Tira.


Pagi tadi Erich memang sempat mendapatkan panggilan dari Alvero, terkait dengan kejadian obat bius yang digunakan peneror untuk menyerang Tira, yang membuat Alvero langsung memutuskan untuk mampir ke apartemen Tira, sebelum dia pergi ke mansion keluarga Shaw.


Untuk saat ini, alasan Ernest itu bisa diterima dengan Erich, meskipun tidak sepenuhnya Erich percaya pada penjelasan Ernest yang bagi Erich terdengar sedikit ganjil setelah dia tadi mengamati sikap Tira saat berbincang dengan Alvero masalah ketidakikutsertaan Ernest ke mansion keluarga Shaw.

__ADS_1


Karena kalau memang Tira masih merasa begitu ketakutan, seharusnya dia justru meminta Ernest untuk terus mengawal dan menemani kemanapun Tira pergi, bukan justru seperti berusaha menghindar dan menjauh dari Ernest.


__ADS_2