MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
HATI YANG SAMA-SAMA BERGEJOLAK


__ADS_3

Dengan gerakan ragu Ernest mendongakkan kepalanya ke arah Shower sambil menyentuh bibirnya dimana lembut, manis dan memabukkannya rasa dari bibir Tira masih bisa dia rasakan dengan begitu jelas di bibirnya saat ini.


Maafkan aku putri... aku benar-benar tidak bisa melupakan sedikitpun segala hal tentang putri. Aku sudah berusaha keras menghalangi agar rasa cintaku tidak semakin besar pada putri, tapi... aku benar-benar tergila-gila pada putri.... Rasanya… aku bisa benar-benar gila jika melihat putri tersakiti dan tidak bahagia.


Ernest berkata sambil membiarkan air menyirami wajahnya yang matanya terpejam erat dengan wajah frustasi.


Aku benar-benar mencintaimu putri... rasanya mau mati memikirkan bagaimana aku hanya bisa memendam perasaan ini tanpa bisa mengungkapkannya padamu.


Ernest kembali berkata dalam hati sambil menahan matanya yang mulai terasa panas, saat dia sadar sepenuhnya bahwa dia tidak bisa seperti laki-laki lainnya yang bisa dengan mudah menyatakan dan mengejar gadis yang dicintainya tanpa harus pusing memikirkan perbedaan status mereka di masyarakat.


Cukup lama Ernest harus meredam hati dan pikirannya dalam guyuran air dingin sampai dia ingat bahwa dia tidak bisa terus berada dalam kondisi frustasi seperti itu, karena sebentar lagi, rombongan dari Alvero, dan yang pastinya pergi bersama Deanda dan Erich akan membuatnya kesulitan jika dia terus bersikap seperti itu.


Deanda merupakan sosok wanita yang sebelum menikah dengan Alvero sudah menganggap Ernest sebagai temannya, sehingga mereka cukup dekat, dimana Deanda seringkali mengungkapkan keluh kesah dan juga cerita tentang dirinya pada Ernest, sehingga sedikit banyak mereka cukup mengenal dengan baik satu sama lain.


Jika Deanda, apalagi Erich melihat bagaimana kacaunya dia saat ini, Ernest yakin, kedua orang itu tidak akan membiarkannya tenang dan akan melakukan interogasi habis-habisan padanya, yang bagi Ernest, itu tentu saja akan sangat berbahaya untuknya jika sampai merkea berduar, apalagi Erich tahu tentang isi hatinya, dan kejadian yang baru saja terjadi antara dia dan Tira.

__ADS_1


Jika sampai Erich tahu apa yang terjadi antara dia dan Tira tadi di kamar Tira, Ernest yakin, tanpa perduli dengan penjelasan atau pembelaannya, Erich akan langsung menyeretnya dan membawanya kembali ke Gracetian saati itu juga.


"Aku harus keluar dari sini atau orang akan bertanya-tanya kenapa lama sekali aku berada di kamar mandi." Ernest bergumam pelan, setelah itu menarik nafas dalam-dalam setelah dia mematikan shower dan mulai mendekati pintu untuk meraih handuk yang tergantung di sana dan mengeringkan tubuh serta rambutnya.


Beberapa kali Ernest tampak menghela nafas panjang sambil sesekali tampak menatap sekitarnya dengan tatapan mata yang terlihat kosong.


Bagi Ernest tidak mudah, tapi dia sadar harus segera bisa menata hatinya kembali sehingga siap menghadapi apa yang akan terjadi ke depannya dan di depan orang lain harus kembali menjadi Ernest yang tenang dan selalu ramah pada siapa saja, termasuk… pada Tira yang sudah begitu mencuri hatinya.


# # # # # # #


Apa… yang terjadi barusan? Benar-benar seperti mimpi….


Beberapa kali Tira menyentuh bibirnya dengan ujung jari-jari tangannya dengan perasaan belum sepenuhnya sadar bahwa peristiwa ciuman tanpa sengaja dengan Ernest tadi benar-benar sebuah kenyataan, bukan sekedar angan-angannya saja.


“Bagaimana bisa…..” Tira berbisik pelan sambil menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


“Aku tidak percaya, barusan bibir kami benar-benar bersentuhan….” Pikiran Tira yang kembali terbayang dengan peristiwa tadi membuat bulu kuduknya meremang, dengan dada yang berdetak cepat.


“Ternyata… begini ya rasanya berciuman dengan orang yang kita sukai?” Tira bergumam pelan.


Bagi Tira, kejadian yang tidak sengaja tadi membuatnya semakin yakin bahwa dia memang benar-benar sudah begitu jatuh cinta kepada Ernest.


Apa dia juga mencintaiku? Melihat bagaimana reaksi Ernest tadi, aku yakin dia juga memiliki rasa suka padaku, entah seberapa besar rasa sukanya padaku, aku bisa merasakannya dengan jelas. Tapi apa itu benar hanya sebuah rasa suka atau dia benar-benar cinta padaku, aku akan membuat Ernest mengakuinya. Kira-kira apa yang bisa aku lakukan agar Ernest mau mengakui perasaannya padaku?


Tira berkata dalam hati sambil bangkit dari duduknya dan berniat untuk keluar dari kamarnya ketika suara nada dering yang berasal dari handphonenya.


“Hallo Kak Deanda….” Tira langsung menyapa Deanda dengan hangat begitu mengangkat teleponnya.


“Dalam waktu kurang dari lima menit kami akan sampai di apartemenmu. Apa kamu sudah bersiap untuk makan malam di mansion keluarga Dave?” Deanda segera memberitahukan posisi mereka yang sudah berada dalam perjalanan ke apartemen Tira.


“Aku sudah bersiap Kak. Hanya tinggal menunggu kalian datang ke tempat ini.” Tira berkata sambil tersenyum, karena dia juga segera ingin bertemu teman-temannya yang lain, para pasangan romantis dan saling cinta yang masih baru dia kenal, tapi sudah seperti sahabat lama, bahkan terasa seperti saudara kandung baginya.

__ADS_1


“Bagus kalau begitu. Kami hanya akan mampir sebentar, setelah itu kita bisa langsung berangkat ke mansion keluarga Shaw.” Kata-kata Deanda sedikit membuat Tira tertegun sejenak, karena dia ingat bahwa Deanda sedang hamil dan pastinya tidak boleh terlalu lelah.


“Tapi Kak… Kak Deanda kan sedang hamil? Apa benar tidak apa-apa setelah perjalanan udara, Kakak langsung melanjutkan perjalanan? Apa tidak ingin beristirahat sebentar di sini sampai kekuatan Kakak pulih?” Deanda langsung tertawa begitu mendengar kata-kata Tira dengan nada khawatirnya.


__ADS_2