MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
NASEHAT DEANDA


__ADS_3

“Aku tidak tahu Kak… Untuk saat ini aku hanya ingin bertemu dan bisa bersama Ernest. Aku yakin, saat ini dia membutuhkan kehadiranku di sisinya. Dia pasti sakit hati karena papa telah….” Tira menghentikan kata-katanya karena ada rasa sesak di dadanya begitu dia mengingat bagaimana Victor yang menampar wajah Ernest dengan sangat keras tadi.


Seolah bisa ikut merasakan sakitnya tamparan itu, hati Tira juga terasa sangat sakit dan tidak rela saat ingatannya kembali pada peristiwa itu.


Siapapun, tidak akan rela melihat orang yang begitu dicintainya diperlakukan kasar seperti itu, meskipun oleh orangtuanya sendiri, meskipun Tira, tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah hal itu terjadi, dan itu membuat hati Tira dipenuhi dengan penyesalan yang begitu besar, yang justru membuatnya semakin sadar bahwa dia begitu mencintai Ernest.


“Aku tahu perasaanmu, tapi untuk saat ini, dan mungkin beberapa waktu ke depan, sepertinya kamu akan sulit untuk bisa bertemu dengan Ernest.” Tira tampak menarik nafas panjang dan menahan tangisnya pecah kembali mendengar perkataan Deanda, meskipun dengan sifat keras papanya, Tira sudah bisa menduga kalau hal seperti itu pasti akan terjadi padanya dan Ernest.

__ADS_1


Tira tahu bahwa papanya saat ini pasti sedang memikirkan segala cara untuk dapat memisahkan dia dan Ernest, membuat hati Tira merasa semakin nelangsa.


Ernest… maafkan aku…. Saat ini kamu pasti sangat menderita dan sakit hati, tapi aku tidak bisa berbuat banyak untukmu, bahkan untuk sekedar berada di sampingmu, mendukung dan menghiburmu.


Tira berkata dalam hati sambil membayangkan wajah kekasihnya, karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk saat ini.


“Kak… meskipun terdengar egois tapi apakah Kak Deanda bisa membantuku untuk membujuk Kak Alvero, agar merestui hubunganku dengan Ernest? Sebagai seroang raja, apa yang dikatakan kak Alvero adalah sebuah hukum. Sebagai seorang pengeran Gracetian, papaku tidak akan bisa menolak perintah dari kak Alvero.” Dengan suara terdengar memohon, Tira berkata kepada Deanda yang langsung menghela nafasnya.

__ADS_1


Walaupun Tira tahu Alvero perduli dan sayang padanya, tapi seperti kata Deanda, Alvero tidak bisa dengan sembarangan bertindak dan membuat keputusan dalam kasusnya ini, karena meskipun itu tentang dia dan Ernest tapi melibatkan banyak orang, termasuk para bangsawan lain yang ada di Gracetian, dan keluarga besar Adalvino yang selama ini menguasai istana Gracetian.


“Untuk saat ini aku tidak bisa menjanjikan bahwa aku bisa membantumu, tapi aku akan berusaha mencari jalan keluar bersama my Al. Aku yakin my Al juga ingin yang terbaik untukmu dan Ernest. Seperti kamu tahu bahwa bagi my Al, Ernest juga adalah orang yang sangat penting di hatinya, bahkan sudah seperti saudara bagi my Al. Dengan semua hal yang pernah dilakukan Ernest selama ini saat bersama my Al, aku yakin saat ini dia juga sedang memikirkan jalan keluar terbaik.” Kata-kata Deanda, meskipun seperti katanya, tidak menjanjikan apapun, tapi cukup membuat hati Tira merasa sedikit tenang.


“Untuk saat ini, lebih baik kamu menahan diri dan emosimu. Saat bertemu dengan papa mamamu, jangan menunjukkan sikap permusuhan, tetaplah bersikap seperti anak yang baik bagi mereka. Jangan membuat mereka berpikir bahwa karena pengaruh buruk dari Ernest, sikapmu jadi berubah menjadi buruk bagi bagi mereka. Tetaplah bersikap seperti biasanya dimana kamu adalah seorang putri kesayangan bagi uncle Victor dan auntie Ava.” Deanda kembali memberikan nasehat pada Tira.


“Menurutku, tidak akan ada orangtua manapun yang tidak menginginkan kebahagiaan anaknya. Tunjukkan kepada mereka bahwa keberadaan Ernest justru membuat kamu semakin menyayangi mereka, dan buktikan bahwa Ernest memang laki-laki terbaik untukmu, dan kamu tidak salah sudah memilih Ernest sebagai laki-lakimu di masa depan.” Nasehat yang selanjutnya diucapkan oleh Deanda membuat Tira menganggukkan kepalanya dengan gerakan pelan.

__ADS_1


“Kadang orangtua berpikir kebahagiaan anak-anaknya adalah sesuatu yang seperti apa yang dia pikirkan dan inginkan. Tidak salah sepenuhnya karena mereka berpikir yang mereka pikirkan itu adalah yang terbaik untuk masa depan yang indah bagi anak-anak mereka. Padahal sebenarnya kalau dipikir-pikir, bukan mereka yang akan menjalani kehidupan itu.” Deanda berkata sambil tersenyum kepada Tira yang merasa beruntung bisa mengenal dan menjadi saudara dengan Deanda yang merupakan istri dari kakak sepupunya Alvero.


“Jadi… meskipun berat… cobalah untuk menjaga sikapmu di depan kedua orangtuamu, jangan menunjukkan sikap menentang mereka untuk saat ini, dan tidak perlu membela apapun tentang Ernest di depan mereka. Kebaikan orang seperti Ernest tidak akan bisa terus disembunyikan, karena orang seperti Ernest selalu bersinar. Dan sebuah sinar yang terang tidak bisa terus menerus disembunyikan selama dia tidak padam.” Deanda berkata sambil tersenyum dan mengelus-elus pelan paha Tira yang akhirnya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya, karena merasa ada seseorang yang benar-benar bisa menenangkan hatinya yang terasa begitu berat seperti saat ini.


__ADS_2