MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERLENGKAPAN MENJALANKAN MISI


__ADS_3

“Erich!” Ernest menyebutkan nama Erich sambil melemparkan sebuah belati beserta sarungnya ke arah Erich yang langsung menangkapnya dengan gerakan lincah dan juga sigap.


Sekilas Erich menatap belati jenis Gerber LHR Combat Knife yang ada di tangannya, membukanya sebentar dan mengelus-elus bagian kedua mata pisau secara bergantian dengan bagian dalam ibu jarinya, untuk mengecek kondisi ketajaman pisau kesayangannya itu.


(Di peperangan modern, memang perkembangan senjata tembak seperti senapan dan pistol adalah yang paling diutamakan. Daya serangnya paling efektif untuk segera mengakhiri nyawa musuh.


Namun, jika keadaannya jadi 1 lawan 1, tentu saja belati adalah senjata yang amat berguna. Malah, belati adalah salah satu senjata tertua yang telah dipakai oleh umat manusia sejak zaman dulu, jauh sebelum senapan dan pistol ditemukan.


Belati jenis Gerber LHR Combat Knife, satu rumah dengan Gerber Mk. II. LHR adalah belati yang dirancang oleh Gerber khusus untuk personel militer yang sering terjebak dalam situasi pertarungan jarak dekat.


Gerber mengajak dua perancang belati yang telah memenangkan berbagai penghargaan, William W. Harshey, Matt Larsen, dan Chris Reeve, untuk membuat belati LHR.


Diproduksi di Amerika Serikat, LHR memiliki panjang keseluruhan 12,5 inci dengan mata belati sepanjang 6,86 inci. Gagang LHR dibuat dengan teknologi TacHide sehingga memastikan genggaman tetap erat, bahkan di kondisi berair sekalipun.


Sarung LHR juga dilengkapi dengan fitur quick-release dan safety release demi mobilitas dan keamanan).


“Sudah beberapa bulan lalu sejak kamu menggunakan belati itu ketika kita berangkat bersama ke bunker Tavisha waktu itu.” Ernest yang melihat bagaimana Erich dengan serius sedang melakukan pengecekan pada belatinya berkata sambil tersenyum.

__ADS_1


Ernest sendiri sedang sibuk merapikan rompi anti peluru yang sedang dia kenakan. Sebuah rompi anti peluru level 4, dimana itu menjadi standar rompi yang dikenakan mereka selama ini saat bertugas.


(Rompi anti peluru level 4 memiliki areal kepadatan 5.9 kg/m dengan ketebalan 6 mm mampu menahan tembakan senjata dengan amunisi kaliber 9mm, 44 Magnum, 5.56 mm dan 7.62 mm Nato dan caliber 30 Armour piercing (M2 AP).


Jenis M2 AP amunisi adalah amunisi surplus militer dari Perang Dunia II untuk 30-06. Ini juga dikenal sebagai "tip hitam" karena cat hitam di ujungnya. Amunisi itu dulu berlimpah pasokan tetapi sekarang sudah 60-70 tahun setelah produksi akhir, semakin sulit untuk ditemukan).


“Aku harap kali ini kamu bisa menjaga dirimu dengan baik, sehingga kejadian buruk di bunker Tavisha tidak akan terulang lagi.” Erich berkata dengan mata dan tangannya masih mengecek belati miliknya, dan raut wajahnya terlihat puas sekaligus lega begitu melihat kondisi belati miliknya saat ini.


“Aku bukan orang bodoh yang akan mengulang kesalahan yang sama. Lagipula, aku tidak akan rela membiarkan diriku datang ke acara pernikahanmu dengan kondisi seperti waktu itu.” Ernest berkata sambil tersenyum dan menyelipkan pistol di balik rompi anti peluru yang dikenakannya, setelah dia memastikan bahwa semua lubang peluru dalam pistol itu terisi penuh dan kondisi pistol siap untuk digunakan kapanpun.


“Bukannya kamu sangat berharap aku akan menjadi pendamping priamu di acara pernikahan itu? Aku akan tampil setampan dan sesempurna mungkin di hari itu. Jadi kamu tidak perlu khawatir, karena aku akan berusaha keras untuk mewujudkannya.” Ernest kembali berkata sambil tertawa kecil, sedang Erich hanya tersenyum tipis, bahkan hampir tidak terlihat begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Erenst barusan.


(Sesuai dengan namanya, sepatu jenis Combat Boots biasanya digunakan untuk kebutuhan militer seperti tentara, satpam, security, hingga penembak. Jenis sepatu ini memiliki bentuk yang tinggi melebihi pergelangan kaki. Namun, ada juga yang ukurannya tidak terlalu tinggi, sekitar 8 sampai 10 cm dari pergelangan kaki. Combat Boots dirancang dengan menggunakan bahan kulit yang kokoh dan tahan lama. Selain itu, sepatu ini juga memberikan perlindungan bagi pemakainya, ketika berada di lingkungan maupun cuaca yang kurang bersahabat).


“Syukurlah kamu tampak bersemangat menjadi pendamping priaku, karena kamu tahu akan sulit menemukan pendamping pengantin pria dengan waktu yagn sangat singkat.” Erich berkata dengan ekspresi wajah datar, namun Ernest bisa tahu bahwa saat ini Erich benar-benar dengan tulus mengatakan semuanya itu.


Walaupun banyak orang di sekitar mereka selalu menganggap sosok Erich yang dingin sulit untuk dimengerti dan sulit untuk ditebak, tapi bagi Ernest, Erich adalah sosok yang sebenarnya sangat perduli padanya, dan tidak bisa diam begitu saja saat melihat sesuatu yang buruk terjadi di sekitarnya.

__ADS_1


Meskipun dalam diam, tanpa diketahui oleh banyak orang, Erich selalu melakukan kebaikan pada orang lain, seperti dengan diam-diam membelikan seorang pengemis yang terlihat kedinginan sebuah jaket tebal dan makanan hangat dengan meminta orang lain yang memberikannya.


Saat melewati pengemis itu, Erich memilih untuk terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun, tapi beberapa meter di depan, dia langsung masuk ke sebuah restoran, memberikan beberapa jenis makanan hangat dan meminta seseorang yang tidak dia kenal untuk memberikan makanan yang dia beli pada pengemis itu, tentu saja dengan memberikan tip yang cukup besar pada orang yang disuruhnya itu.


Dan tidak berhenti sampai di sana, setelah membelikan beberapa makanan enak untuk pengemis itu, Erich mencari toko pakaian dan membelikan jaket tebal yang bisa dia temukan untuk diberikan kepada gelandangan itu, dengan cara yang sama seperti tadi, meminta orang lain yang memberikannya kepada pengemis itu.


Bagi Erich, meskipun pengemis itu tidak tahu bahwa dia yang sudah memberikan semua itu padanya, tapi itu sudah membuat hati Erich merasa lega dan bahagia.


Lebih dari siapapun, Ernest mengenal betul siapa Erich, dimana saudara kembarnya yang terliaht dingin dan acuh tak acuh, adalah orang yang sebenarnya sangat baik dan penyayang.


“Aku pasti akan menjadi pendamping pengantin pria yang sempurna untukmu.” Ernest yang sudah siap dengan pakaian hitam, yang dilapisi rompi anti peluru, dan persenjataan lengkap di balik pakaiannya, berkata kepada Erich sambil menepuk bahunya, dan dengan matanya memberi kode kepada Erich agar mereka berangkat sekarang.


Dengan menaikkan salah satu ujung bibirnya, Erich menepuk punggung telapak tangan Ernest yang masih berada di bahunya, dan mengajaknya berjalan menuju pintu keluar kamar mereka.


# #  # # # # #


“Huft….” Baik Erich maupun Ernest langsung menghela nafas panjang, begitu mereka berdua memarkirkan mobil mereka, beberapa meter dari depan rumah milik Theo.

__ADS_1


Mereka sengaja melakukan itu, mencari posisi dimana tidak ada kamera cctv yang bisa menangkap gambaran dengan jelas tentang mobil yang mereka pakai, terutama info tentang nopol yang dimiliki mobil itu, meskipun sebelum sampai di tempat tujuan tadi, mereka mengganti nopo mobil yang memang bisa diganti secara otomatis melalui salah satu tombol yang ada di mobil itu.


Begitu Erich menekan salah satu tombol yang letaknya cukup tersembunyi, di bagian bawah kursi pengemudi, baik nopol kendaraan yang ada di bagian depan atau belakang mobil itu secara otomatis masuk ke bagian belakang nopol yang tiba-tiba terbuka dan langsung digantikan dengan nopol lain yang muncul dari arah dalam bodi mobil.


__ADS_2