
“Selamat malam Erich. Aku dengar dari Ernest, kamu baru saja menemui kak Ornado. Apa ada hal penting terkait tugas kalian malam ini?” Dengan cepat Tira langsung menanyakan hal yang pastinya bisa membuat fokus Erich beralih dari Ernest.
“Tuan Ornado yang mendengar ada tugas yang harus saya selesaikan malam ini bersama Ernest, tadi memanggil saya untuk memberikan alat canggih untuk membantu penyusupan kami malam ini Putri. Dengan alat yang diberikan oleh tuan Ornado pada saya, misi kami malam ini pasti akan berjalan dengan sangat lancar, dan tepat sasaran.” Tanpa disangka-sangka, pertanyaan Tira berhasil membuat Erich menjawabnya dengan panjang lebar dan terlihat bersemangat.
Dan seperti dugaan Tira bahwa hal itu akan membuat pikiran Erich teralihkan, dan dari pancaran sinar matanya, Erich tampak berapi-api dan sebentar matanya menatap ke arah jam di pergelangan tangannya, sebelum akhirnya dia menggerakkan tubuhnya, sedikit bergeser agar tubuhnya semakin dekat dengan Ernest.
“Kamu lihat Ernest, ini adalah alat yang diberikan tuan Ornado untuk membantu misi kita.”
“Jam tangan itu?”
“Ini bukan sekedar jam tangan biasa.”
“Tapi bentuknya seperti jam tangan biasa.”
“Aku akan jelaskan kehebatan jam tangan ini padamu.”
“O ya?”
__ADS_1
“Kamu pasti akan kaget kalau sudah mengetahui kehebatan jam tangan ini.”
Tira langsung ternyum begitu melihat pembicaraan serius antara Erich dan Ernest yang membicarakan tentang jam tangan pemberian dari Ornado.
Tanpa disadari oleh Ernest maupun Erich, bagaimana cara mereka membicarakan alat canggih pemberian Ornado, membuat mereka bicara dengan santai, bahkan saat beberapa kali Tira ikut andil dalam pembicaraan meskipun sedikit, tidak membuat suasana berubah menjadi tegang, namun justru membuat mereka bertiga tampak akrab dan terlibat dalam pembicaraan yang terlihat hangat.
Sepertinya, Tira sedang berjuang keras untuk mendapatkan dukungan dari Erich dengan melakukan pendekatan yang tanpa sadar, membuat Erich ke depannya akan sulit untuk menolak hubungannya dengan Ernest. Sungguh cerdas, melihat bagaimana Tira berusaha mendapatkan hati Erich dengan cara yang halus seperti itu. Sayangnya, cara itu sepertinya tidak akan mempan untuk diterapkan pada kedua orangtua Tira. Aku merasa Alvero pun belum pasti akan mendukung Tira. Jika seperti itu, satu-satunya orang yang bisa membantu Tira di masa depan hanya satu orang.... Deanda Federer. Sepertinya Deanda memang ditakdirkan untuk menjadi permaisuri Gracetian, untuk membantu banyak orang, seperti aku dan Alaya, dan mungkin juga Tira....
Di sisi lain tempat itu, tidak jauh dari tempat Tira dan yang lain sedang mengobrol, Evan berkata dalam hati.
Evan yang awalnya sedang melakukan panggilan telepon dengan Alaya, dan setelah selesai berniat menikmati kembali makan malamnya, sedikit terhenti saat melihat keberadaan Tira yang berdiri diantara Erich dan Ernest yang tampak asyik membahas jam tangan pemberian Ornado, sehingga membaut Evan mengamati mereka bertiga sambil sesekali menyungingkan senyum di bibirnya.
“Maaf Putri, sepertinya, waktu kami sudah tidak banyak lagi. Kami harus pergi untuk bersiap-siap.” Ernest yang pada akhirnya memutus obrolan mereka, begitu melihat beberapa orang mulai meninggalkan area makan malam, dan setelah melirik jam di pergelangan tangannya, memang jam menunjukkan waktu yang sudah semakin dekat dengan saat dia dan Erich harus pergi melaksanakan tugas mereka.
Meskipun selama beberapa saat sebelumnya Ernest begitu menikmati kebersamaan antara dia dan Erich juga Tira, yang baginya sudah seperti sebuah keluarga yang sedang berbincang, tapi dia harus segera menghentikannya, meskipun hatinya merasa berat.
Erich bukanlah orang yang banyak bicara dan bisa akrab dengan mudah terhadap orang-orang di sekelilingnya, apalagi Tira yang selama ini menjadi orang yang jelas-jelas dihindarinya, agar Ernest tidak semakin terpikat pada gadis cantik itu.
__ADS_1
Tapi baru saja, Ernest melihat bahwa sikap Erich, terlihat sedikit lebih hangat terhadap Tira, jika dibandingkan dengan biasanya, membuat Ernest sebenarnya sayang sekali jika harus menghentikan suasana yang membuat merasa sangat bahagia itu.
Erich yang mendengar perkataan Ernest, jadi ikut mengamati sekelilingnya dan langsung memandang ke arah Ernest.
“Sepertinya memang sudah waktunya kita bersiap. Selamat malam Putri.” Dengan cepat, Erich ikut berpamitan kepada Tira, meskipun Tira bahkan belum menjawab perkataan Ernest sebelumnya.
Hah…
Tira melenguh dalam hati, karena dia tahu, untuk saat ini, dia benar-benar harus merelakan untuk melepas Ernest di tengah-tengah suasana hangat yang baru saja bisa dia rasakan bersama Erich yang biasanya terlihat sangat dingin padanya.
“Semoga misi kalian berdua berhasil malam ini. Jangan membuat malu kerajaan Gracetian dengan membawa berita kegagalan. Kalian harus kembali dengan selamat dan membawa berita baik.” Tira berkata sambil tersenyum secara bergantian kepada Ernest dan Erich.
“Baik Putri.” Secara bersamaan, baik Ernest Maupun Erich segera menjawab perkataan Tira.
“Kalau begitu, kami pamit terlebih dahulu. Semoga sisa hari Anda menyenangkan Putri.” Ernest berkata dengan sikap sopan, memberikan salam penghormatannya kepada Tira, disusul oleh Erich, sebelum mereka akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Tira.
Ernest sedikit melirik tanpa menoleh dengan helaan nafasnya di dalam hati, karena sebenarnya, dia ingin sekali menoleh ke belakang dan memastikan bahwa saat ini, Tira sedang menatap ke arahnya, melepas kepergiannya dengan senyum cantik di wajahnya, wajah gadis yang sangat dicintainya itu, dan menjadi sumber kekuatan baginya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk sesegera mengirimkan pesan padaku, dan menceritakan tentang hasil dari misimu malam ini. Selarut apapun itu, pastikan untuk kamu tetap memberikan kabarmu melalui pesan. Kalau tidak, aku mungkin tidak akan bsia memejamkan mataku sepanjang mala mini. Jaga dirimu baik-baik Ernest. Ingatlah untuk segera kembali tanpa kekurangan suatu apapun. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.
Tira buru-buru menuliskan sebuah pesan untuk Ernest, meskipun dia tahu, mungkin Ernest baru akan memiliki kesempatan untuk melihat pesannya, setelah dia berhasil menyelesaikan tugasnya malam ini, karena setelah ini, Ernest dan Erich, pasti akan sibuk dengan persiapannya melakukan penyusupan ke rumah Theo.