
Semua perkataan Romeo membuat Ernest justru merasa ada sesuatu yang salah dengan Luis.
Jujur saja, di samping rasa lega dengan ditangkapnya Robin, ada rasa takut dalam diri Ernest yang saat ini bersemayam di sudut hatinya.
Rasa takut untuk dia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk bisa bersama Tira lagi, takut untuk tidak bisa menjaga Tira lagi, takut untuk waktu lama dia tidak akan bisa menikmati keberadaan Tira yang membuatnya nyaman dan juga sangat bahagia.
Apa karena pak Luis ingin melindungi putri Tira sehingga dia melakukan hal seperti itu? Jika dilihat dari bagaimana cara dia menatap putri selama ini, sudah dapat dipastikan dia sangat menyukai putri, meskipun mungkin putri tidak sadar akan hal itu. Hah, padahal sikap pak Luis sungguh terlihat jelas, apalagi setiap menatap ke arahku, dia selalu menunjukkan sikap tidak suka padaku, pasti karena semua hal yang dia dengar tentang bagaimana aku yang sedang berusaha mengejar-ngejar putri Tira.
Ernest berkata dalam hati sambil mendengarkan setiap omelan dari Romeo yang merasa tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh Luis tentang masalah Robin.
Apa pak Luis ingin mendapatkan perhatian dari putri karena sudah berhasil menangkap peneror itu? Sepertinya pak Luis sungguh-sungguh sudah berusaha keras untuk itu. Apa kira-kira putri akan tersentuh oleh apa yang sudah dilakukan pak Luis untuknya? Dengan begitu, apakah putri akan tergerak hatinya untuk membalas perasaan pak Luis?
Pak Luis orang yang memiliki latar belakang keluarga yang hebat, seperti kata pak Romeo. Dia juga sukses dalam karir dan sebagai salah satu dosen termuda di kampus ini, dia cukup diakui kemampuannya. Ketampanannya juga dikenal sudah membuat banyak gadis patah hati karena ditolak olehnya.
__ADS_1
Dan yang pasti... dia bukan seorang warga Gracetian, sehingga dia tidak memiliki status bangsawan atau bukan. Hal itu membuatnya tidak harus mengikuti hukum yang ada di Gracetian, yang justru pada akhirnya statusnya tidak menjadi penghalang antara putri dan dia jika mereka ingin bersama.
Ernest terus berkutat dengan pikirannya, yang pada akhirnya justru menimbulkan rasa sakit dan sesak di dadanya begitu dia membayangkan tentang bagaimana jika Tira pada akhirnya memutuskan untuk menerima cinta dari Luis, dan menjadi kekasihnya.
Romeo masih terus saja mengomel, sedangkan Ernest sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri tentang Luis, yang tanpa sadar membuat hatinya justru terbakar api cemburu.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Ernest?" Pertanyaan Romeo yang baru saja mengakhiri omelan panjangnya tentang Luis, membuat Ernest yang tadinya sedikit melamun langsung mengarahkan pandangan matanya pada Romeo.
“Bagaimana pak Luis tahu tentang Robin yang selama ini sudah menjadi peneror putri Tira?” Ernest langsung bertanya karena secara jujur, dia cukup kaget orang seperti Luis memiliki kemampuan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus Tira, yang pada dasaranya, tidak diketahui oleh banyak orang.
Ernest masih saja terus bertanya-tanya dalam hati tentang bagaimana Luis bisa mengetahui apa yang sudah terjadi pada Tira selama beberapa waktu ini, sedangkan Tira tidak cukup dekat dengannya untuk menceritakan apa yang dia alami.
Akan tetapi melhat bagaimana Luis bisa menemukan bahwa Luis menemukan bukti tentang kejahatan Robin yang cukup rapi, membuat Ernest merasa penasaran tentang hal itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu menanyakan tentang hal itu Ernest? Apa aneh jika Luis berhasil membongkat kejahatan Robin?" Romeo bertanya balik kepada Ernest tanpa menjawab pertanyaan Ernest.
"Karena rasanya aneh pak Luis yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan putri Tira, tiba-tiba saja bisa mengetahui adanya seorang peneror yang sudah mengganggu putri Tira. Dia juga langsung memmanggil polisi ke kampus, padahal belum tentu Robin adalah pelakunya." Kata-kata Ernest membuat Romeo menarik nafas panjang.
"Memang aneh seperti yang kamu katakan. Akan tetapi, Luis benar-benar bisa menunjukkan bukti-bukti yang terkait dengan kenyataan bahwa Robin memang pelaku teror itu...." Romeo menghentikan bicaranya sebentar sambil menatap lurus ke arah Ernest.
"Percaya atau tidak, Luis sudah menunjukkan banyak bukti-bukti berupa rekaman cctv dimana Robin yang sering memakai atribut dengan inisial TL melakukan aksinya terhadap Tira selama ini. Entah darimana Luis mendapatkannya, tapi Luis juga tadi menyerahkan sebuah syal dengan inisial TL, yang pernah dipakai Robin ketika pada musim dingin lalu mengirimkan sebuah kado yang disertai kartu bertuliskan pernyataan cinta sekaligus ancaman kepada Tira jika berani mendekati laki-laki lain." Kata-kata Robin membuat Ernest tanpa sadar mengepalkan tangannya mendengar bagaimana sudah cukup lama ternyata Robin melakukan terornya pada Tira.
Bahkan bisa dibilang, sepertinya tidak lama setelah bertemu dengan Tira, Robin langsung melakukan aksinya.
Putri pasti hidupnya tidak tenang karena teror itu, tapi dia tetap menahannya, sampai pangeran Victor menemukan bukti teror dan menariknya dengan paksa kembali ke Gracetian waktu itu.
Ernest berkata dalam hati dengan dadan berdetak cukup kencang membayangkan bahwa putri Tira yang lembah lembut dan begitu anggun selama ini menyembunyikan ketakutannya seorang diri seperti itu.
__ADS_1
Ternyata ujung kain yang sempat aku lihat di laci meja yang tertinggal di kelas waktu itu, adalah syal yang menjadi salah satu bukti bagi Robin. Tapi... darimana pak Luis bisa mendapatkan syal milik Robin itu? Apakah pak Luis adalah orang yang sehebat itu?
Ernest masih saja merasa begitu penasaran dengan apa yang sudah terjadi sehingga Luis bisa menjadi seperti seorang pahlawan yang berhasil menyelamatkan Tira dari ancaman teror.