
"Bukannya untuk saat ini Ernest dan yang lain memang menjadi pengawal pribadimu? Sudah seharusnya mereka selalu berada di dekatmu dan menjagamu, meskipun aku yakin, kondisi keamanan di mansion keluarga Shaw pasti terjamin, apalagi ada Ornado yang juga akan hadir disana selain kita." Alvero berkata sambil mengulurkan tangannya kepada Deanda, agar dia bisa membantu Deanda bangkit dari duduknya, karena kondisi perutnya yang sudah membuncit, membuatnya kadang perlu tenaga ekstra untuk berdiri, setelah duduk cukup lama.
"Kalau begitu, pas sekali kan? Selain pengawal mereka, akan ada banyak pengawal dari pihak istana yang mengawal kita kesana, jadi untuk apa kita membawa Ernest dan yang lain." Perkataan Tira membuat Alvero sedikit mengernyitkan dahi, sedang di sudut yang lain, Erich tampak memasang telinganya dengan baik begitu mendengar pembicaraan antara Tira dan Alvero.
"Semakin banyak orang yang mengawal, apa itu akan menjadi masalah?"
"Terlalu banyak pengawal justru akan merepotkan tuan rumah Kak. Biarkan mereka tetap di sini dan melakukan pekerjaan yang lain." Tira menjawab pertanyaan Alvero dengan asal, sambil ikut bangkit dari duduknya menyusul Alvero dan Deanda.
"Apa kamu merasa Ernest dan yang lainnya tidak bekerja dengan baik sebagai pengawalmu? Kenapa kamu begitu ingin mereka tetap tinggal di sini? Atau mungkin kamu sedang ada masalah dengan keberadaan mereka? membuatmu tidak merasa nyaman?" Tiba-tiba Deanda yang merasa penasaran ikut bertanya kepada Tira yang langsung terlihat sedikit gugup.
"Tidak... tidak ada masalah apa-apa Kak. Jangan terlalu berpikir yang aneh-aneh. Tidak ada hal buruk yang terjadi diantara kami. Mereka selalu bekerja dengan baik, dan banyak membantuku." Dengan sikap buru-buru, Tira langsung menanggapi perkataan Deanda.
Erich yang terus mendengarkan pembicaraan itu sambil melirik ke arah Tira, dengan pandangan menyelidik, dan mulai memikirkan apa ada sesuatu yang buruh atau kesalahan yang sudah dilakukan oleh Ernest kepada Tira, sehingga putri cantik itu berusaha mati-matian untuk mencegah Ernest ikut bersama mereka untuk mengawal Tira.
__ADS_1
Sejak kedatangannya di apartemen Tira tidak melihat sosok Ernest dan yang lain, menurut Erich sudah mencurigakan, karena biasanya, Ernest yang begitu mengagumi dan begitu tunduk pada Alvero, pasti akan segera menyambut dan memberikan salam penghormatan kepada Alvero begitu tahu Alvero datang.
Akan tetapi, begitu tidak melihat sosok Ernest di sana, Erich sudah bisa menebak kalau Tira mungkin tidak memberi info pada Ernest kalau Alvero sudah datang, dan untuk itu, pasti ada alasan kuat yang membuat Tira melakukan hal seperti itu.
"Tidak ada masalah dinatara kami, semua baik-baik saja. Maksudku, lebih baik Ernest dan yang lainnya tetap di sini melanjutkan penyelidikan mereka, karena gara-gara membantuku membersihkan apartemen, tugas penyelidikan mereka jadi terhambat hari ini." Dengan cepat Tira segera berusaha memberikan alasan yang dia harapkan bisa diterima oleh mereka.
"O, begitu ya? Kalau begitu biarkan saja my Al. Kita juga ingin peneror itu segera bisa ditangkap kan? Toh, kita juga tidak kekurangan pengawal. Jadi untuk saat ini, ada baiknya membiarkan Ernest dan yang lain menyelesaikan penyelidikannya." Deanda berkata sambil berjalan di samping Alvero yang hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan melirik ke arah Erich, yang tanpa Alvero mengatakan apapun langsung mengerti apa yang harus dilakukannya.
Tira sendiri langsung sedikit menghembuskan nafas lega begitu mendengar kata-kata Deanda yang mendukungnya, yang dia yakin pasti akan disetujui oleh Alvero, yang boleh dikata hampir tidak pernah menolak permintaan dari istri tercintanya itu.
Begitu mereka keluar dari apartemen, beberapa pengawal yang awalnya berjadai di depan pint apartemen, langsung mengikuti mereka dari belakang.
"Katanya duke Evan juga datang ke tempat ini? Kenapa tidak kelihatan bersama kalian?" Tira berusaha mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak lagi membahas dan menyebutkan anma Ernest, membuatnya akan semakin sulit menyembunyikan kenyataan memang sudah ada yang terjadi antara dia dan Ernest.
__ADS_1
"Selagi ada di sini, sebelum menghadiri acara makan malam di mansion, Evan mampir ke gedung kedutaan kita yang ada di sini untuk memerikasa apakah ada masalah dengan orang-orang Gracetian yang tinggal di negara ini." Alvero segera memberikan penjelasan kepada Tira.
"Bagaimana dengan kabar Alaya? Aku baru dengar hari ini kalau ternyata dia sedang hamil. Ah... kenapa dia tidak memberiku kabar tentang hal sepenting itu padaku...."
"Kami juga baru, karena sepertinya Evan dan Alaya juga baru menyadari tentang hal itu." Tira yang mendengar tanggapan Deanda langsung tersenyum karena merasa berhasil mengalihkan pembicaraan mereka tentang alasan di balik penolakan dia mengajak Ernest untuk ikut pergi ke mansion keluarg Shaw.
# # # # # # #
Apa ada yang sudah terjadi antara kamu dan putri Tira?
Sebuah pesan masuk dari Erich, membuat Ernest langsung termenung begitu membacanya.
Kenapa Erich menuliskan pesan seperti itu padaku? Apa ada seseorang yang sudah memberitahukan padanya tentang kejadian tadi? Tapi siapa? Tidak mungkin putri mengatakan hal seperti itu pada Erich. Lagipula, kapan Erich bertemu dengan putri? Jangan-jangan... mereka sudah datang ke apartemen putri? Kenapa Putri Tira tidak memberitahuku? Apa yang terjadi pada putri?
__ADS_1
Berbagai pertanyaan langsung muncul dalam hati Ernest, membuat Ernest langsung meraih jas yang sudah dia siapkan sebagai pakaian resmi sebagai pengawal istana Gracetian, yang tadi memang sengaja dia siapkan untuk menyambut kedatangan Alvero di Amerika.