MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEMARAHAN VICTOR


__ADS_3

Ava yang melihat bagaimana pertunjukan mesra antara Tira dan Ernest, matanya terbeliak kaget dan bibir yang terbuka lebar, dengan tas yang dijinjingnya langsung terjatuh di lantai.


“Ernest!” Dengan sebuah teriakan yang menggelegar keras, Viictor berjalan dengan cepat mendekat ke Tira dan Ernest, yang sudah melepaskan pelukan mereka, meskipun mereka masih berdiri di tempatnya dengan wajah sangat kaget.


“Beraninya kamu melakukan itu pada putriku!” Dengan keras Victor Lennan yang merupakan ayah kandung dari Tira menampar keras pipi Ernest, yang terdiam tanpa berani melawan, dengan kepala sedikit tertunduk.


Beberapa pengawal yang ikut bersama dengan kedua orangtua Tira dan Ernest, dengan sigap membalikkkan tubuh mereka, dan menutup pintu apartemen, membiarkan Ava dan Victor berada di dalam apartemen sedang mereka berdiri dengan sikap siaga di depan pintu apartemen yang sudah tertutup rapat kembali, sehingga para pengawal itu tidak bisa lagi mendengar teriakan Victor yang cukup keras.


“Kamu benar-benar kurang ajar!” Victor berteriak keras dengan tangan kembali terangkat untuk bersiap menampar Ernest kembali.


Melihat itu dengan cepat Tira bergerak ke depan tubuh Ernest untuk menghalangi Victor kembali menampar Ernest.


“Pa… biar Tira yang jelaskan….” Tira berkata dengan suara memohonnya diiringi dengan airmatanya yang tiba-tiba mebobol pertahanannya sehingga mengalir tanpa bisa dia cegah.

__ADS_1


“Putri… tolong menyingkir dari hadapan saya….” Dengan suara lembut, Ernest berkata kepada Tira yang airmatanya semakin deras begitu mendengar permintaan Ernest padanya itu.


Tira tahu bahwa sebagai seorang putri tunggal dari Victor, laki-laki itu amat sangat menyayanginya, tapi Victor juga merupakan seorang ayah yang tegas, dan begitu disiplin, sehingga Tira tahu, bahwa untuk saat ini, dengan kemarahannya, Victor tidak akan berhenti sebelum puas menghajar Ernest, sedangkan Tira juga tahu karakter Ernest, yang pasti tidak akan melawan, apalagi membalas sediikitpun, meskipun mungkin, jika Ernest tetap berdiam diri di depan Victor, mungkin Ernest akan berakhir di rumah sakit.


“Menyingkir dari sana Tira! Jangan menghalangi Papa atau papa tidak akan perduli jika kamu yang terkena tamparan papa!” Dengan wajah memerah dan suara penuh kemarahan, Victor berkata dan tetap berniat menampar Ernest, meskipun saat ini Tira sedang berada di depan Ernest untuk menjadi tameng agar Victor menghentikan tindakannya.


Hal itu justru membuat tangan Victor terkepal, dan berniat untuk memukul Ernest sekuat tenaga.


Tinju Victor sudah bersiap untuk bersarang di kepala Ernest ketika dengan tiba-tiba, Ava menghentikan gerakan Victor dengan memegang pergelangan tangan Victor dengan kedua tangannya.


“Victor… kumohon… tahan dulu emosimu!” Ava berkata dengan suara bergetar.


“Tidak! Aku harus menghajar pengawal tidak tahu diri itu! Agar dia bisa tahu bagaimana harusnya bersikap sebagai pengawal sejati! Bukan bersikap seperti pagar yang makan tanaman!” Victor berkata dengan suaranya yang terdengar begitu memburu karena kemarahannya yang semakin memuncak, melihat Ava juga berniat menghalanginya menghajar Ernest.

__ADS_1


Bagi Ava, bukannya dia tidka marah, bukannya dia tidak kecewa melihat apa yang baru saja dilakukan Ernest dan Tira di depan mereka.


Hanya saja, Ava tahu kekerasan tidak akan menyelesaikan segalanya, justru mungkin akan memperburuk keadaan, karena bagaimanapun, status Ernest adalah pengawal pribadi dari Alvero.


Secara hukum di negara Gracetian, seorang pengawal pribadi seorang raja, hanya rajalah yang berhak untuk memutuskan hukuman apa yang harus dijalaninya, jika pengawal pribadinya itu melakukan kesalahan.


Seorang pangeran Gracetian seperti Victor, bahkan Vincent yang merupakan seorang raja yang sudah lengser, tidak berhak ikut campur dalam urusan memberikan hukuman kepada pengawal pribadi raja, meskipun mereka diberi ijin untuk menyampaikan pendapat mereka tentang hukuman yang pantas bagi pengawal yang bersalah itu.


“Aku tahu kemarahanmu… tapi tolong… jangan melanggar aturan yang ada…. Lebih baik, kita menyerahkannya kepada Alvero. Dia yang berhak memutuskan hukuman untuknya.” Kata-kata Ava, membuat Victor dengan wajah frustasi menurunkan kepalan tangannya.


Meskipun Victor ingin menentang perkataan Ava, tapi yang dikatakan oleh istrinya itu benar adanya, membuatnya mau tidak mau harus menaham dirinya.


“Ikut denganku!” Dengan gerakan cepat dan sedikit kasar, Victor menarik pergelangan tangan Tira dan menyeretnya menjauh dari Ernest yang hanya bisa melihat dengan perasaan tertusuk, melihat bagaimana Tira diperlakukan sedikit kasar oleh papanya sendiri akibat kesalahannya, yang sudah berani jatuh cinta pada putri cantik itu.

__ADS_1


NB: Mohon maaf untuk para pembaca setia, karena kesibukan di dunia nyata, author belum bisaa up banyak. Semoga setelah semuanya beres, author bisa up banyak lagi. Selamat menikmati, semoga suka.


__ADS_2