MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
SIKAP PASRAH JANETA


__ADS_3

“Akan tetapi, sekarang Robin sedang ada di penjara jadi tidak mungkin dia bisa menuliskan pesan padaku seperti itu, dan itu membuatku semakin takut… meskipun aku tidak tahu siapa orang itu, tapi sepertinya dia orang yang begitu faham dengan lingkungan kampus dan memiliki kemampuan untuk melakukan ancamannya.” Janeta berkata dengan wajah gugup, menunjukkan dia memang sedang ketakutan saat ini.


Luis!


Baik Ernest maupun Tira, sama-sama menyebutkan nama Luis dalam, yang satu dengan sikap kesal, yang satunya dengan sikap ragu dan juga takut.


Ernest yang sempat melirik ke arah Tira, dengan cepat meraih tangan Tira yang sudah tidak berada dalam genggaman Janeta, dan Ernest langsung menepuk-nepuk pelan punggung tangan Tira, agar dia bisa merasa lebih tenang.


“Aku benar-benar tidak tahu siapa orang itu… tapi aku benar-benar merasa nyawaku sedang terancam oleh orang itu….” Janeta berkata sambil mengambil handphone miliknya yang ada dalam tasnya, dan dengan tangan terlihat bergetar, Janeta menyodorkan handphone itu ke arah Ernest, setelah dia membuka layar handphone itu dan membuka pesan antara dia dan orang misterius itu.


Ernest pasti bisa membantuku…. Melihat bagaimana hebatnya dia bisa mendapatkan semua info penting itu, dan juga bagaimana dia seolah-olah bisa membaca pikiranku, Ernest pastilah orang yang hebat. Paling tidak, di belakangnya pasti ada orang hebat. Semoga dia benar-benar bisa membantuku….


Setelah ini… aku tidak akan mau terlalu ikut campur dengan urusan orang lain sampai seperti itu lagi…


Ke depannya, aku akan hidup dengan tenang dan berusaha menyelesaikan kuliahku dengan baik tanpa sibuk mencari masalah seperti sebelumnya.


Kumohon… semoga… Ernest benar-benar bisa membantuku lepas dari ketidaknyamanan dan ketakutanku karena orang aneh itu….

__ADS_1


Janeta terus menerus berkata dalam hati, sambil memandang ke arah Ernest dengan sikap lega, karena Ernest tidak menolak untuk membaca pesan-pesannya dengan orang misterius bagi Janeta itu, yang memang merupakan pean yang belum termasuk diberikan oleh Elenora pada Ernest, karena periode pesan yang diambil oleh Elenora adalah per kemarin siang.


Retasan pesan-pesan dari Elenora, memang belum update sampai dengan pagi ini, sehingga untuk beberapa pesan terakhir yang dituliskan Luis pada Janeta pagi ini, belum diketahui oleh Ernest.


Tira yang sedang mencondongkan tubuhnya kea rah Ernest untuk melihat apa saja yang tertulis disana, tanpa sadar menelan ludahnya dengan sudah payah, dan bulu kuduknya terasa merinding.


Luis Anston… tindakannya benar-benar keterlaluan. Orang itu benar-benar tidak waras dan harus segera ditangkap dan ditangani, atau ke depannya dia akan membuat banyak orang tersakiti dan menjadi korbannya.


Dengan gemas dan hati kesal bercampur dengan kemarahan, Ernest terus mengomel dalam hati sepanjang dia membaca pesan-pesan yagn dituliskan Luis kepada Janeta.


“Terimakasih sudah percaya pada kami.” Ernest berkata sambil menyodorkan kembali handphone itu ke arah Janeta yang langsung mengembalikannya ke dalam tasnya.


“Apapun itu… aku bersedia melakukannya… tapi tolong… lindungi aku dari orang aneh itu. Aku benar-benar merasa takut dengan orang itu. Aku rasa dia adalah orang jahat yang mampu melakukan apapun untuk mencapai tujuannya….” Janeta berkata dengan sikap ragu, karena bagaimanapun, dia sadar bahwa sebenarnya dia tidak berhak untuk meminta pertolongan dari Ernest dan Tira, setelah apa yang sudah dia lakukan pada Tira sebelumnya.


“Baik, aku akan membantumu agar bisa selamat dari orang itu, tapi kamu juga harus membantu kami, agar orang itu, bisa segera tertangkap, karena benar seperti katamu, dia orang kejam yang bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuannya. Dan hanya ada satu cara untuk membuatnya berhenti, yaitu menangkapnya, dan mencari bukti semua kejahatannya.” Kata-kata Ernest membuat Janeta termenung untuk beberapa saat.


“Kalau kamu ragu, kami tidak akan memaksamu. Semuanya terserah padamu. Tapi yang jelas jika kamu tidak mau bekerja sama dengan kami, berarti kamu juga tidak akan memiliki kewajiban untuk melindungimu. Jadi, hadapi saja sendiri orang aneh itu.” Kata-kata Ernest membuat Janeta menggigit bagian bawah bibirnya dengan cukup keras, sedang Tira langsung menoleh ke arah Ernest, dan memandangi wajah Ernest tanpa berkedip.

__ADS_1


Tidak aku sangka… ternyata Ernest bisa terlihat begitu tegas meskipun dalam kesehariannya dia tampak ramah dan baik hati. Ternyata Ernest memiliki sisi lain yang benar-benar membuatnya tampak begitu hebat…. Dia benar-benar sosok laki-laki yang sangat mengagumkan….


Tira terus memuji-muji Ernest dalam hati, dan terus memandanginya, menunggu apalagi baru kali ini Tira melihat secara langsung bagaimana Ernest menyelesaikan masalah dan mengahadapi orang lain dengan sikap dan wajah seriusnya.


Daripada aku harus terus hidup dalam ancaman dan bayang-bayang orang aneh itu, lebih baik, aku benar-benar melakukan apa yang dikatakan oleh Ernest, agar ke depannya aku bisa terbebas dari belenggu orang misterius itu. Aku lebih percaya kepada Ernest dan Tira, daripada orang misterius yang tidak aku kenal, yang mulai memberikan ancamannya padaku.


Janeta berkata dalam hati sambil menganggukkan kepala tanda setuju di depan Ernest dan Tira.


“Aku… akan mengikuti apapun katamu Ernest…” Janeta mengucapkan kata-kata yang isinya mempertegas bagaimana Janeta akan menyeberang ke pihak Ernest, agar bisa mendapatkan perlindunga dari Ernest, meskipun jujur saja, Janeta tidak tahu bagaimana nantinya, cara Ernest untuk melindunginya, dan juga apa tugas yang harus dilakukannya untuk membayar semuanya itu.


“Kalau begitu, setelah ini, lebih baik kita segera pergi dari sini, ke tempat dimana orang itu, tidak bisa membuntuti kita, dan berada di dekat kita.” Ernest berkata sambil memberikan tanda kepada salah seorang pelayan café itu, untuk meminta closed bill pembayaran dari apa yang sudah mereka makan dan minum di café itu, meskipun jujur saja pembicaran berat yang mereka lakukan siang ini, membuat mereka bertiga sama-sama tidak merasakan nafsu makan, sehingga mereka hanya meminum minuman yang mereka pesan tadi.


(Bill merujuk pada proses pembayaran tagihan yang harus dilakukan oleh pelanggan terhadap fasilitas atau layanan yang mereka terima.


Jika open bill mengharuskan pelanggan membayar diawal sebelum mereka menikmati pesanannya, closed bill membebaskan pelanggan untuk membayar billketika mereka sudah selesai menyantap hidangan yang dipesan.


Closed bill membuat pelanggan masih bisa terus memesan makanan atau minuman yang mereka inginkan tanpa membayarnya diawal. Sistem pembayaran closed bill ini banyak digunakan oleh restoran-restoran besar yang memiliki banyak menu sehingga membuat pelanggan membutuhkan waktu lebih banyak saat ingin menentukan menu apa saja yang akan mereka pesan.

__ADS_1


Pelayan akan menghampiri pelanggan dan mencatat menu apa saja yang dipesan oleh pelanggan. Berbeda dengan sistem open bill yang mengharuskan pelanggan mendatangi meja kasir untuk memesan menu dan sekaligus membayar pesanan mereka bahkan sebelum makanan mereka santap).


“Ikutlah dengan mobil kami, sehingga orang itu tidak bisa mengamati pergerakanmu.” Ernest berkata kepada Janeta setelah dia menyelesaikan tagihan makanan dan minuman yang mereka pesan di café itu.


__ADS_2