MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERJALANAN MANIS


__ADS_3

“Sesuai dengan permintaanmu….” Ernest menjawab permintaan Tira setel;ah sebelumnya melirik ke arah Tira yagn baru saja menarik kembali tangannya dari punggung tangannya, yang menyebabkan perasaan hangat mengalir di hati Ernest melihat bagaimana semakin lembutnya sikap Tira kepadanya.


“Ternyata tidak mudah ya menjalani hubungan backstreet seperti kita ini.” Tira berkata pelan sambil menatap ke arah Ernest yang mulai melajukan mobil yang dikendarainya.


(Populer di tahun 2000-an, kata backstreet mungkin cukup asing bagi Gen-Z dan milennial sekarang. Backstreet adalah sebuah istilah yang kerap dibicarakan dalam hubungan pacaran. Backstreet sering dikaitkan dengan pasangan kekasih yang menyembunyikan hubungan mereka dari publik dan orang-orang terdekat. Sehingga, hubungan tersebut hanya diketahui oleh kedua pihak saja.


Arti Backstreet dalam Hubungan Percintaan, secara harfiah, istilah backstreet dalam kamus Bahasa Inggris artinya adalah jalan belakang atau gang belakang. Namun, dalam hal percintaan, kata backstreet merupakan idiom yang diartikan sebagai hubungan pacaran yang dirahasiakan. Berbanding terbalik dengan hubungan yang ter-publish (diumumkan ke publik), hubungan backstreet adalah hubungan sepasang kekasih yang dirahasiakan dari orang-orang terdekat dan lingkungan sekitar


Alasan utama seseorang menjalani hubungan backstreet adalah tidak adanya restu dari  akhirnya memutuskan untuk melanjutkannya secara diam-diam di belakang orang tua dan keluarga mereka. Ada juga yang melakukan itu karena untuk menjaga karir mereka, ataupun karena hubungan mereka sebanarnya adalah hubungan yang terlarang dan mungkin bertentangan dengan norma-norma yang ada).


Kata-kata Tira hanya ditanggapi dengan sebuah senyuman oleh Ernest, karena bagaimanapun sebagai sosok pria yang selama ini selalu berlaku sopan, taat para peraturan dan bersikap terhormat jika boleh jujur dia juga tidak ingin menyembunyikan hubungan mereka, bahkan ingin meneriakkan apda dunia di sekitarnya, bahwa gadis cantik yang dicintainya itu saat ini sudah menjadi kekasihnya.


Hanya saja Ernest sadar sepenuhnya, untuk saat ini dia harus menahan diri untuk itu dan mulai memikirkan cara agar ke depannya orang-orang dekat mereka bisa menerima hubungana mereka.


“Aku juga tidak suka dengan hubungan backstreet ini, karena itu, kita berdua harus segera menemukan cara untuk mengatakan tentang hubungan kita kepada Erich maupun kedua orangtuamu. Aku tahu itu tidak akan mudah, tapi seberat apapun itu, aku akan berusaha untuk berdiri di depanmu dan menghadang semuanya untukmu.” Perkataan Ernest membuat Tira memandang Ernest tanpa berkedip.

__ADS_1


Bagaimana di dunia ini ada pria setampan Ernest, dengan tubuh berotot yang sempurna, tapi begitu lembut dan baik hati sepertinya? Pria seempurna dia, rasanya dalam hidupku, hanya sekali ini aku akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu laki-laki seperti Ernest. Aku sungguh beruntung bisa mendapatkan cinta darinya. Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskan dia dari pelukanku.


Tira berkata dalam hati sambil menartap ke arah Ernest dan mengucapkan semua pujiannya dalam hati untuk Ernest tanpa henti-hentinya.


Ernest yang dari kaca spion bisa mengamati bagaimana cara Tira memandangannya saat ini hanya bisa menahan nafasnya sampai beberapa kali dan dadanya yang tidak pernah mau tenang di dalam sana, terus berdebar-debar tanpa henti.


“Ernest, tolong hentikan mobilnya sebentar.” Permintaan dari Tira yang secara tiba-tiba diucapkannya membuat dengan cepat Ernest meminggirkan mobilnya dan menghentikannya.


Setelah itu dengan cepat Ernest menoleh ke belakang, mengamati Tira dari kepala sampai kaki untuk memastikan kalau Tira dalam keadaan baik-baik saja.


Apalagi setelah itu dengan bergegas, Tira berjalan ke bagian depan mobil, membuka pintu yang ada di kursi samping pengemudi dan duduk di sana.


“Tira….” Bibir Ernest mengucapkan nama Tira dengan suara tertahan, sedang Tira yang duduk di samping Ernest dengan cepat menarik sabuk pengaman dan mengenakannya, setelah itu langsung menoleh ke arah Ernest yang sedang menatapnya dengan wajah bingung dengan mulut melongo.


“Kenapa? Bukannya ini tempatku yang seharusnya? Sebagai kekasihmu, aku harus diuduk di samapingmu kan saat kamu menyetir?” Tira berkata lembut sambil menatap ke arah Ernest yang masih terlihat terdiam.

__ADS_1


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita Ernest….” Tira berkata sambil bergerak mendekat kea rah Ernest, dan memeluk lengan Ernest dengan erat, sekilas mencium bahu Ernest sebelum dia menyandarkan kepalanya ke lengan Ernest dengan tetap memeluknya erat.


Apa dia… sengaja berpindah tempat duduk agar bisa memelukku lenganku seperti ini?


Dengan wajah yang terasa panas dan memerah, Ernest berkata dalam hati sambil dengan gerakan ragu kembali menggerakkan tuas persnelling dengan dada yang semakin berdetak keras karena tindakan manis Tira padanya.


Sepanjang perjalanan, Tira terus memeluk lengan Ernest meskipun tidak seterusnya dia menyandarkan kepalanya ke lengan Tira agar Ernest tidak mengalami kesulitan saat menyetir.


Saat harus berhenti di lampu merah, sesekali Ernest mengambil kesempatan untuk dapat mencium atau mengelus puncak kepala Tira, yang akan dengan cepat membalas tindakan Ernest dengan sebuah kecupan manis di pipi Ernest.


Bagi Ernest maupun Tira, perjalanan kencan pertama mereka malam ini terasa begitu manis bagi mereka berdua, meskipun mereka tahu apa yang akan mereka hadapi di masa dpean tidaklah mudah.


Entah Ernest maupun Tira, sadar sepenuhnya bahwa badai yang besar sedang mengintip dan menunggu di depan mereka, membuat Tira maupun Ernest bertekad dalam hati untuk bisa saling melindungi dan menjaga satu sama lain, mempertahankan hubungan mereka di masa depan, bersiap menghadapi badai bersama orang yang sangat dicintai.


Tapi untuk malam ini, mereka ingin sementara waktu mengesampingkan tentang semua itu, dan ingin menikmati dan merayakan kebersamaan mereka, ingin saling berbicara dari hati ke hati agar semakin mengenal satu sama lain, dan semakin saling jatuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2