
Apa yang sedang dipikirkan oleh papa? Kenapa tiba-tiba berusaha untuk mencarikanku pasangan dan tidak membiarkanku memilih pasanganku sendiri? Padahal selama ini papa tidak pernah membahas masalah itu denganku.
Tira bertanya-tanya dalam hati dengan sikap bingung dengan apa yang sudah direncanakan oleh Victor padanya.
"Dua hari lalu uncle Victor sengaja menemuiku untuk membahas masalah itu. Adanya teror pada Tira, membuat uncle Victor berpikir, itu mungkin akan menjadi cara terbaik untuk membuat peneror itu berhenti. Meskipun aku tidak sepenuhnya setuju, karena dari cerita Ernest, sepertinya peneror itu dalah psikopat yang justru tidak akan perduli Tira sudah memiliki pasangan atau belum." Alvero kembali berkata, untuk menjelaskan alasan Victor yang ingin menjodohkan Tira.
"Jaman modern sekarang, apa perjodohan itu masih dianggap hal yang normal?" Deanda mencoba memberikan pendapatnya.
"Ini memang sudah tidak jamannya sebuah pernikahan terjadi karena perjodohan. Tapi di negara dengan sistem kerajaan seperti kita, bukankah itu umum dilakukan. Dan kamu juga bisa lihat bukti di sekitar kita bahwa perjodohan yang tepat, akan membawa kebahagiaan yang tidak terduga. Ingat sweety, para sahabat kita, sebagian besar dari mereka, menikah karena perjodohan." Deanda langsung terdiam begitu mendengar kata-kata Alvero yang memang benar begitu adanya.
Ornado dan Cladia, Dave dan Laurel, James dan Elenora, bahkan Evan dan Alaya, pernikahan mereka awalnya adalah sebuah perjodohan yang memaksa mereka menikah bukan dengan pasangan pilihan hati mereka sendiri, namun di akhir cerita, pernikahan mereka adalah pernikahan yang bahagia, meski banyak lika liku kejadian yang harus mereka alami sebelum mereka bisa benar-benar menemukan kebahagiaan mereka.
"Kak Alvero, tapi aku benar-benar ingin menikah dengan orang yang aku cintai sedari awal." Tira berkata sambil menghela nafas panjang.
"Aku tahu, aku hanya berusaha menyampaikan apa yang sedang dikhawatirkan uncle Victor tentang kamu. Aku juga tidak sepenuhnya setuju dengan rencana uncle Victor. Tapi di posisi uncle Victor, sebenarnya, bukan sekedar masalah peneror yang dia pikirkan, tapi bagaimana dia yang hanya memilikimu sebagai penerusnya." Alvero menghentikan perkataannya sejenak.
"Kamu tahu salah satu alasan uncle Victor awalnya begitu menentang keinginanmu kuliah di jurusan musik adalah kerena dia takut, dia tidak dapat menjadikanmu sebagai penerus usahanya di Gracetian. Dan untuk saat ini, yang bisa dipikirkan oleh uncle Victor jika ingin membebaskanmu dari tanggung jawab terhadap perusahaan adalah mencari menantu yang mumpuni untuk bisa menggantikan posisinya kelak di perusahaan, jika kamu memtuskan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab itu." Perkataan Alvero membuat Tira terdiam dengan sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Apa itu artinya… Ernest tidak bisa menjadi kandidat untuk menjadi menantu papa karena dia bukanlah seorang pengusaha seperti yang inginkan?
Tira berkata dalam hati sambil memikirkan bagaimana sulitnya posisi Ernest sebagai seorang knight yang menjadi pengawal pribadi Alvero untuk bisa memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh Victor, papanya.
Pemikiran itu membuat hati Tira merasa tidak tenang, karena keinginan papanya itu jelas akan menjadi penghalan yang cukup besar untuknya.
Akan tetapi, daripada memikirkan hal seperti itu, lebih baik aku segera memikirkan cara bagaimana agar aku bisa mendapatkan hati Ernest.
Tira terus berpikir sampai dia sedikit tersentak ketika dirasakannya tangan Deanda menepuk pahanya perlahan.
“Dipikirkan boleh, tapi jangan sampai merusak suasana hatimu. Semuanya pasti ada jalan keluarnya. Lagipula jodoh itu sudah ada yang mengatur. Tidak akan bisa kita kejar jika bukan jodoh kita, dan tidak akan bisa kita tolak, kalau memang jodoh kita.” Kata-kata Deanda, yang seperti biasanya, menyejukkan hati, membuat Tira tersenyum.
“My Al, kita baru datang, dan masalah peneror Tira juga belum ditemukan. Lebih baik jangan menambah-nambahi pikiran Tira.” Kata-kata Deanda membuat Alvero menghela nafasnya.
Sebenarnya dia juga tidak ingin membahas hal seperti itu padahal mereka barus aja tiba di apartemen Tira, akan tetapi kondisi kesehatan Victor beberapa lama ini, yang tidak diketahui oleh yang lain termasuk Tira dan Deanda, membuat Alvero seolah-olah dikejar-kejar waktu untuk menyampaikah hal itu kepada Tira.
“Oke-oke… kalau begitu kita bahas saja perkembangan penyelidikan tentang peneror itu. Apakah sudah ada titik terang Tira? Terakhir Ernest menghubungiku dua hari lalu, sepertinya setelah itu dia sangat sibuk sehingga belum memberikan laporan kepadaku.” Alvero berkata sambil menyeruput teh yang sudah dibuatkan oleh Erich.
__ADS_1
“Aku tidak heran, karena selain bertugas mengawalmu, dia masih harus menyamar sebagai mahasiswa dan harus menyelesaikan semua tugasnya dari kampus.” Deanda berkata sambil menatap kea rah Alvero tanpa berkedip.
Cara Alvero menyesap teh hangatnya, membuat Deanda tersenyum, karena sampai saat ini, cara elegan Alvero dalam bertindak dan melakukan segala sesuatu sebagai seorang bangsawan selalu saja tampak begitu elegan dan membuatnya terpukau.
Bahkan kadang masih saja membuat Deanda sulit untuk percaya bahwa raja muda yang tampan dan hebat itu adalah suaminya, karena di masa lalu hal itu sama sekali tidak terbayangkan, karena jauhnya perbedaan status, tempat tinggal, cara hidup mereka, yang bahkan sulit dipikirkan untuk bisa membaut dua orang yang begitu jauh berbeda akhirnya dipertemukan oleh takdir dalam ikatan benang merah jodoh.
“Menurut Ernest dan yang lain, ada beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk baru, tapi aku belum sempat menanyakan lagi perkembangan tentang hal itu.” Tira berkata sambil menceritakan apa saja yang sudah terjadi dua hari ini, dan petunjuk apa yang sudah ditemukan oleh Ernest bersama timnya.
# # # # # #
“Aku senang mendengar perkembangan penyelidikan itu. Firasatku mengatakan tidak lama lagi peneror itu akan bisa dibekuk oleh Ernest dan yang lain, sehingga kamu bisa dengan tenang melanjutkan kuliahmu di sini.” Perkataan Alvero disambut dengan anggukan kepala dari Deanda maupun Tira.
“Sudah menjelang malam, sebaiknya kita berangkat sekarang ke mansion keluarga Dave, agar kita tidak terlalu terlambat. Apalagi sejak tadi, Laurel sudah menghubungiku terus, menanyakan dimana posisiku sekarang.” Deanda berkata setelah melirik jam di pergelangan tangannya.
“Sebaiknya memang begitu. Erich… segera hubungi Ernest dan yang lain agar mereka ikut mengawal Tira ke mansion….”
“Jangan Kak! Untuk apa membawa mereka pergi bersamaku?” Tira langsung memotong perkataan Alvero, sengaja mencegah Alvero meminta Erich memanggil Ernest dan yang lain, karena hari ini, Tira benar-benar sedang tidak ingin bertemu dengan Ernest untuk sementara waktu, sampai dia menenangkan hatinya, dan siap kembali menghadapi Ernest.
__ADS_1