
“Aku sungguh tidak menyangka, meskipun kita belum pernah bertatapan secara langsung dengan kalian, sepertinya kalian sudah mengenal kami dan tahu bagaimana bersikap seperti warga Gracetian, padahal kalian tidak wajib bersikap sesopan itu pada kami karena kalian bukan warga Gracetian.” Deanda berkata dengan senyum ramahnya kepada Bryan dan Afro.
“Tentu saja kami tahu, mana ada orang di dunia ini tidak mengenal sosok permaisuri yang sejak hari pertunangannya dengan putra mahkota Gracetian sudah membuat heboh dunia dengan cerita romantis kalian yang sudah seperti cerita dongeng Cinderella dan pangeran berkuda putihnya.” Afro yang memiliki kekasih seorang model terkenal yang sudah mendunia itu langsung menjawab perkataan Deanda sambil menggerakkan sikunya ke arah lengan Bryan yang langsung menganggukkan kepalanya sebagai dukungan setuju atas apa yang baru saja dikatakan oleh Afro.
Bahkan sebelum Bryan tahu kalau pada akhirnya Dave dan Laurel memiliki hubungan dekat dengan Alvero dan keluarganya setelah diperkenalkan oleh Ornado, Bryan seringkali mengikuti berita-berita tentang berbagai kejadian di negara Gracetian, yang menurutnya terlihat unik.
Gracetian merupakan salah satu negara yang cukup menarik perhatiannya, dimana merupakan salah satu negara yang masih menganut sistem pemerintahan abosut monarki di jaman semodern ini, akan tetapi kehidupan di masyarakatnya terlihat begitu maju dan modern, dan menjadi salah satu negara terkaya di Eropa karena hasil tambang dan pertaniannya yang berlimpah ruah.
“Benar, aku ingat waktu itu para staff di kantorku juga meributkan berita tentang Cinderella dari Gracetian yang membuat heboh beberapa waktu lalu.” Bryan yang selama ini menjadi perwakilan Dave dalam menjalankan Shaw Corporation menegaskan kata-kata Afro yang membuat Deanda tertawa kecil.
__ADS_1
“Ah, sudah, tolong jangan dibahas lagi. Kalau ingat kejadian waktu itu masih saja membuatku merasa tidak habis pikir bisa-bisanya gadis dari kalangan bawah sepertiku masuk ke dalam istana Gracetian. Eh, kalian sepertinya juga mengenal Tira juga?” Deanda bertanya kepada mereka karena melihat Afro maupun Bryan juga tampak tidak asing dengan sosok Tira.
“Putri Tira? Tentu saja kami para pria pasti mengenal salah satu putri tercantik yang pernah ada di istana Gracetian ini, selain putri Alaya yang baru-baru ini diketemukan keberadaannya. Sayangnya, para pria baru bergabung sebagai fans berat putri Alaya, duke Evan sudah lebih dahulu menyatakan kepemilikannya atas putri Alaya.” Afro kembali mengatakan hal yang membuat Deanda kembali tersenyum geli.
Memang Gracetian selama ini dikenal sebagai gudangnya para putri cantik dan pangeran tampan oleh negara-negara di sekitarnya, tapi Deanda sungguh tidak menyangka kalau hal itu juga terdengar sampai di Amerika dan Italia yang merupakan negara besar yang maju, apalagi Afro dan Bryan bukanlah laki-laki biasa, tapi merupakan para pria lajang yang tampan sekaligus memiliki status sebagai billionaire.
Hal itu membuat Deanda berpikir orang-orang hebat seperti mereka tidak mengikuti berita-berita berbumbu romansa yang akhir-akhir ini sedang terjadi di Gracetian.
“Tira, panggil saja Tira, jangan menggunakan panggilan resmi yang membuat terjadinya jarak diantara kita semua.” Alvero yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Deanda langsung berkata kepada Afro dan Bryan agar memanggil nama mereka dengan sikap santai.
__ADS_1
“Amore mio….” Suara sebutan lembut yang dilakukan oleh Ornado yang dibisikkan di telinga Cladia dengan meninggalkan sebuah kecupan mesra di telinga Cladia membuat Cladia yang tadinya sedang mengamati pembicaraan antara teman-temannya itu langsung menoleh sehingga justru memberikan kesempatan kepada Ornado untuk mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir istrinya yang wajahnya langsung memerah karena seperti biasanya….
Tanpa mengenal waktu dan tempat, Ornado selalu melakukan tindakan-tindakan mesra pada Cladia di depan umum, yang akhirnya membuat Laurel harus berdehem keras agar Ornado sedikit mengendalikan dirinya.
“Ingat Ad… masih banyak para bujangan di sini, jangan membuat mereka iri dengan sikapmu pada Cladia.” Seperti biasanya, Laurel langsung menyerang Ornado dengan tegurannya yang justru membuat Ornado melingkarkan lengannya di pinggang Cladia yang sudah melEbar karena usia kehamilannya yang tidak lagi muda.
“Siapa suruh mereka terus membujang? Toh beberapa diantara mereka ada yang usianya sudah memasuki usia layak untuk menikah.” Ornado berkata dengan sikap acuh tak acuh, tapi tatapan mata Cladia, membuat Ornado sedikit menahan dirinya agar tidak lagi membuat wajah memerah istrinya semakin memerah karena tindakan pamer kemesraan di depan umum.
Seolah sengaja tidak perduli dengan teguran Laurel, Ornado justru terlihat mengelus-elus bagian pinggang Cladia, membungkukkan tubuhnya unuk bisa mengecup sekilas perut istrinya itu di depan mereka semua.
__ADS_1
Lalu dengan santainya, Ornado mengedipkan sebelah matanya kepada Laurel yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Ornado, yang kadang terlihat kekanak-kanakan jika berada di dekat Cladia.
"Jangan cemberut mo cuisle, kamu juga tahu untuk masalah itu Ornado paling tidak perduli dengan teguran dan pendapat orang." Dave yang tadi melihat kejadian itu ketika dia melangkah mendekat bersama Alvero, langsung berkata pada Laurel dengan nada lembutnya sambil tersenyum pada Laurel yang sudah bersiap untuk menyanggah perkataan Ornado.