MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MASALAH BARU UNTUK TIRA


__ADS_3

"Tidak...." Dengan suara lembutnya, Tira berkata dengan sedikit tertunduk, karena barusan, sentuhan tangan Ernest membuat dia merasakan seperti sengatan listrik yang menjalar dari bahunya ke seluruh tubuhnya, dan berakhir dengan debaran hebat di dadanya.


Ernest sendiri dengan cepat, langsung menarik tangannya kembali begitu dilihatnya tubuh Tira sudah tidak oleng kembali.


"Maaf ya...." Dengan wajah memelas, Anna berkata sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.


"Tidak apa-apa. Aku dan Tira baik-baik saja kok." Ernest berkata sambil tersenyum, membuat mata Anna terlihat berbinar dengan tatapan kagum, begitu melihat bagaimana tampannya sosok Ernest dengan senyum manisnya itu.


"Kamu sengaja ya?" Tira berbisik ke arah telinga Anna, berharap Ernest tidak mendengar pembicaraan mereka.


Mendengar pertanyaan Tira, Anna langsung menggaruk-garuk kepalanya sambil meringis dan menatap ke arah Tira dengan gaya puppies eyes yang membuat Tira langsung mencubit pinggang Anna.


"Aduh Tira, aku kan tidak senga...." Anna langsung terdiam begitu menyadari kenapa suasana kelas tiba-tiba terasa sunyi dan sedikit menegangkan.


Dan begitu melihat sosok Luis berdiri di depan kelas, bibir Anna langsung terkatup rapat, tanpa berani melanjutkan bicaranya kepada Tira yang ikut terdiam seribu bahasa, dan mulai mengambil buku catatannya sebelum ada suara Luis yang menegur jika ada mahasiswa yang tidak mengikuti mata kuliah yang diajarkannya dengan sikap serius.

__ADS_1


Sekilas mata Luis menatap ke seluruh kelas, sempat berdiam sejenak di posisi Tira yang tampak duduk bersebelahan dengan Ernest sedikit lebih lama dari yang lain.


Kenapa pak Luis memandang ke arah kami dengan tatapan heran? Apa karena ada mahasiswa baru di kelas ini?


Tira bertanya-tanya dalam hati sambil menatap ke arah Luis yang akhirnya mengalihkan pandangan matanya dari tempat Tira duduk, setelah mata Luis sempat beradu pandang dengan Ernest yang tampak tersenyum begitu Luis memandang ke arahnya, meskipun tatapan mata Ernest langsung menatapnya dengan penuh selidik.


Luis... Luis Anston... usia awal 30 an. Salah satu dosen terbaik yang dimiliki oleh kampus ini. Dosen killer yang menjadi idola para mahasiswi karena ketampanan dan keahliannya dalam mengajar. Belum menikah, tinggal sendiri di salah satu apartemen mewah di kota New York. Berasal dari keluarga kaya raya yang memiliki beberapa usaha logistik antar negara, tapi memilih untuk menjadi dosen musik.


Ernest yang sudah mempelajari semua dosen-dosen yang ada di kampus itu, terutama jurusan musik, berkata dalam hati sambil mencoba mengingat dengan baik apa yang sudah dia ketahui tentang sosok Luis.


Seiring perkembangannya, saat ini ada banyak jenis perusahaan logistik yang menawarkan berbagai jenis pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Beberapa jenis perusahaan industri logistik adalah sebagai berikut:


Lead Service Provider (Basic Service): perusahaan logistik jenis ini biasanya hanya menawarkan satu jenis layanan, contohnya seperti pengelolaan warehouse atau jasa kurir saja.


Three Party Logistic: perusahaan logistik jenis ini menawarkan beberapa layanan sekaligus seperti jasa warehouse dan forwarding serta bekerjasama dengan perusahaan transportasi untuk melakukan distribusi barang ke alamat tujuan.

__ADS_1


Lead Logistic Provider: perusahaan logistik jenis yang ketiga ini semua proses distribusi barang hanya dilakukan oleh satu perusahaan).


Mengingat tugasnya sebagai pengawal pribadi Tira yang harus siap siaga menjaga Tira dari marahabaya dan juga segera menemukan siapa orang yang sudah merornya, begitu masuk ke lingkungan kampus itu, Ernest langsung mencari info detail orang-orang kampus yang berada di sekitar Tira, termasuk teman kuliah dan juga para dosen pengajar kelas Tira.


Meski sifatnya yang keras dan pendiam, dia memiliki beberapa teman dekat di luar kampus, dan selalu menjadi sorotan banyak gadis karena ketampanannya. Tapi keputusannya untuk menjadi seorang dosen, dan menolak mewarisi usaha logistik milik keluarganya, sampai saat ini masih menjadi misteri bagi orang-orang di sekitarnya.


Ernest kembali memberikan penilaian terhadap Luis dalam hati sebelum akhirnya berpura-pura fokus pada apa yang sedang diajarkan oleh Luis, sambil mencorat-coret buku catatannya secara asal, bukan menuliskan pelajaran yang sedang dibawakan oleh Luis saat ini.


Eh? Dasar Ernest... aku pikir dia serius mencatat semua yang diajarkan oleh pak Luis, ternyata tangannya yang sibuk sedari tadi hanya mencorat-coret buku catatannya dengan gambar tidak jelas. Satu kelompok kerja dengannya, sepertinya akan membuatku dalam masalah besar.


Tira yang baru saja melirik buku catatan Ernest berkata dalam hati dengan sedikit kaget, begitu melihat coretan tidak beraturan seperti benang kusut di buku catatan Ernest, padahal melihat seriusnya Ernest, awalnya Tira berpikir kalau Ernest sedang mengikuti mata kuliah Luis dengan serius dan mencatata hal-hal penting yang dikatakan oleh Luis.


Tapi apa mau dikata, dia memang bukan mahasiswa musik, tapi seorang knight yang sedang menyamar. Untuk tugas kelompok band, sepertinya aku akan pusing memikirkan bagaimana membuat Ernest berperan serta dalam grup band sedang dia tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan apapun dalam bidang musik. Benar-benar celaka kalau sampai nilaiku hancur karena memiliki teman kelompok seperti Ernest. Semoga aku bisa menemukan jalan keluar agar kerja kelompok kami paling tidak bisa mendapat nilai baik meski bukan yang tertinggi. Yang pasti, aku tidak bisa mengandalkan wajah tampannya.


Tira kembali berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangan matanya dari gambar benang kusut yang dibuat oleh Ernest di buku catatannya, yang cukup membuat Tira sakit kepala memikirkan nasib tugas kelompoknya bersama Ernest.

__ADS_1


__ADS_2