MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
CERITA ERICH


__ADS_3

“Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan Evelyn? Wajahmu sungguh mencurigakan.” Tira yang melihat wajahmencurigakan dari Evelyn, segera bertanya sambil menatap dalam-dalam ke arah Evelyn yang langsung tersenyum dengan wajah cerianya, begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan Tira padanya.


“Erich… ceritakan pada kami, bagaimana orang sedingin kutub utara seperti dirimu, bisa jatuh cinta pada Cleosa?” Mata Erich langsung terbeliak kaget begitu mendengar pertanyaan Evelyn, yang mungkin bagi pria lain yang sudah hampir menikah adalah pertanyaan klise dari orang yang ingin tahu alasan seorang pria memilih seorang wanita untuk menjadi kekasih dan calon istrinya di masa depan.


(Klise adalah ungkapan atau frasa yang telah terlalu sering digunakan sehingga makna aslinya. Klise sering digunakan dalam bahasa sehari-hari dan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seperti ungkapan, frasa, atau gambar. Namun, karena penggunaannya yang terlalu sering, klise menjadi sangat umum dan dapat dianggap membosankan atau kurang orisinal.


Gagasan yang digunakan terlalu sering akan kehilangan makna yang signifikan kemudian disebut sebahai ekspresi yang klise klise. Klise adalah bentuk ungkapan yang dapat menyebabkan karya tulis atau pembicaraan menjadi kurang menarik karena tidak memiliki kesan yang berbeda atau original)


Tapi bagi seorang Erich yang pendiam dan tidak banyak bicara, tentu saja pertanyaan itu sangat sulit untuk dia mengungkapkan apa alasan yang ada di hatinya.


Ah, benar saja… seperti firasatku barusan, Nona Evelyn mempertanyakan sesuatu yang sulit untuk aku jawab.


Erich berkata dalam hati dengan sikap pasrah, sekaligus wajah bingung karena pertanyaan dari Evelyn yang tiba-tiba membawa-bawa nama Cleosa itu.


“Erich, selama ini aku sungguh merasa penasaran dengan cerita kak Deanda yang menceritakan bagaimana kamu yang selama ini selalu bersikap dingin dan tidak pernah mau dekat dengan wanita, tiba-tiba dalam hitungan minggu setelah dekat dengan Cleosa langsung melamarnya. Sungguh luar biasa… Cleosa tampaknya adalah salah satu gadis yang paling beruntung di dunia ini karena seorang Erich yang dingin, hatinya tercuri oleh Cleosa dalam waktu yang sedemikian singkat. Aku saja harus menunggu bertahun-tahun sampai kak Leo menyadari perasaan cintanya padaku. Bahkan sebelum itu, kak Leo sempat jatuh cinta pada kak Laurel, dan berpikir kalau dia hanya sekedar menganggapku seorang adik.” Perkataan dari Evelyn yang panjang lebar, membuat bibir Tira mengulumkan senyumnya, sedang Erich terlihat salah tingkah, karena setelah ini Evelyn pasti terus mengejarnya dengan pertanyaan yang sama, sebelum dia puas dengan jawaban yang diberikan oleh Erich.

__ADS_1


“Jadi, bagaimana seorang Cleosa bisa dengan begitu cepat mendapatkan hati seorang Erich? Apa isitmewaanya Cleosa untukmu Erich?” Erich hampir saja tersedak oleh ludahnya sendiri begitu Evelyn kembali bertanya padanya tentang hal yang bagi Erich sulit untuk diceritakan dan dijelaskan.


Nona Evelyn benar-benar membuatku mati kutu. Sepertinya akan lebih mudah menghadapi dewa Ares, dibandingkan dengan nona yang satu ini.


Erich berkata dalam hati sambil mencoba menjawab pertanyaan Evelyn, yang dia yakin tidak berhenti sebelum gadis itu mendengar penjelasan dari Erich.


(Ares (Yunani kuno: Ἄρης [árɛːs], Yunani modern: Άρης [ˈaris]) adalah dewa perang dalam mitologi Yunani. Ares adalah anak dari Zeus dan Hera dan termasuk dalam 12 Dewa Olimpus. Dua pengawal utamanya adalah Fobos dan Deimos.


Ares adalah dewa yang haus darah dan merupakan perwujudan dari pembunuhan. Ares berkuasa atas alat-alat perang, penyerangan dan pertahanan kota, pemberontakan, penjarahan, kejantanan, serta keberanian. Burung hering dan anjing adalah binatang keramat bagi Ares. Dalam Iliad, dia muncul dengan dikelilingi oleh berbagai penjelmaan dari kengerian perang, tetapi dalam Odyssey karakternya agak sedikit melunak.


Dewa Ares merupakan putra Zeus dan Hera, yang digambarkan sebagai orang dewasa memakai baju perang, atau pria telanjang dengan helm dan tombak. Perlengkapannya antara lain baju perang emas dan tombak berujung perunggu, hewan keramatnya adalah burung hantu, burung hering dan ular berbisa).


“Sebenarnya… saya sudah cukup lama tahu tentang sosok Cleosa karena dia sudah bekerja lebih dari satu tahun di perusahaan Adalvino.” Mata Evelyn langsung terlihat berbinar begitu melihat Erich sudah mulai memberikan penjelasannya.


Hah… kenapa pada akhirnya aku harus menyerah dengan keinginan nona Evelyn? Aku benar-benar payah…. Tapi apa mau dikata, nona Evelyn pasti akan terus mengomel jika aku tidak segera memberikan penjelasan untuknya.

__ADS_1


Erich berkata dalam hati sambil memegang tengkuknya sendiri dengan sikap pasrah dan hati yang tidak bisa menolak keinginan Evelyn.


“O…” Tira yang tidak menyangka kalau Erich sudah tau tentang Cleosa cukup lama hanya bisa bergumam pelan.


“Lalu…?” Dengan wajah penasaran dan tidak sabar, seperti seseorang yang sedang menunggu episode baru serial drama korea yang ditontonnya, Evelyn berkata.


“Sepertinya bukan hanya saya yang mengenal Cleosa, karena setiap 6 bulan sekali di perusahaan Adalvino akan diadakan pemilihan karyawan terbaik di tiap-tiap devisi. Dan di bagian front office, selama 2 kali pemilihan, Cleosa selalu menjadi pemenangnya. Kami hanya tidak pernah berbicara secara langsung saja sebelumnya.” Erich melanjutkan penjelasannya kembali kepada Evelyn, dan Tira yang sedikit tampak kaget karena penjelasan Erich.


“Tapi Cleosa memang pantas mendapatkan kemenangan itu, karena selain cantik Cleosa memang sangat ramah dan ringan tangan. Setiap kali aku datang ke gedung perusahaan Adalvino, aku paling senang kalau yang sedang bertugas di bagian front office adalah Cleosa. Aku rasa, hampir semua orang yang pernah bertemu Cleosa akan sependapat denganku.” Tira mengungkapkan pendapatnya tentang Cleosa, dan tanpa sadar itu membuat dada Erich dipenuhi dengan rasa bangga dan puas, bahwa orang sekelas Tira mengakui kehebatan gadis yang akan menjadi istrinya itu kurang dari 6 bulan dari sekarang.


“Ah, ternyata begitu ceritanya. Lalu…. Bagaimana kamu yang awalnya tidak pernah memiliki waktu untuk berbicara dengan Cleosa, tiba-tiba menyatakan cintamu padanya?” Lagi-lagi pertanyaan yang sulit dari Evelyn untuk Erich, yang kali ini terlihat lebih santai, karena entah kenapa, berbicara dengan kedua gadis yang ada di sampingnya saat ini, membuat Erich seperti menemukan teman lama yang dulunya sangat dekat dengannya.


“Meskipun tidak pernah saling berbicara, tapi saya tahu kalau Cleosa sering mengamati saya….”


“Wow… Cleosa yang romantis, ternyata Cleosa yang lebih dahulu memiliki perasaan padamu ya?” Evelyn berkata sambil tertawa senang.

__ADS_1


“Saya tidak tahu. Yang pasti, saya yang pertama kali menyatakan cinta padanya, dan dia langsung menjawab iya saat saya meminta dia untuk menjadi kekasih saya. Sebenarnya… yang membuat saya jatuh cinta padanya adalah bagaimana cara Cleosa memandang saya, sangat berbeda dengan cara orang lain memandang saya.” Pernyataan terakhir dari Erich, membuat Tira mengernyitkan dahinya.


__ADS_2