MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MEMINTA RESTU


__ADS_3

Secara emosional, Deanda memang merasa dekat dengan Ernest, dan menganggapnya lebih dari sekedar seorang pengawal.


Bahkan di mata Deanda, keberadaan Ernest dan Erich baginya sudah seperti keberadaan Alea dan Rock di hatinyaa, sabagai teman dan juga sahabat yang sangat berharga.


Hilangnya Ernest saat itu bukan hanya membuat Erich terpukul, tapi Deanda juga merasakan kesedihan yang begitu mendalam saat itu, rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki yang biasanya begitu perduli dan memperhatikannya.


“Permaisuri Deanda, kami juga pamit kepada Permaisuri.” Ernest berkata dengan suara dan sikap sopannya, sedang Ercih yanag berdiri tepat di samping Ernest, langsung menganggukkan kepaalanya dengan sikap hormat begitu Deanda memandang ke arahnya.


Deanda yang mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ernest, tampak tersenyum dan mengangukkan kepalanya kepada Erich dan Ernest secara berganatian.


“Seperti kata yang muliaa Alvero, aku juga akan memberikana restuku sekaligus meminta kalian agar kembali dengan selamat tanpa luka apapun, meskipun iktu hanya sekedar luka gores. Kalau kalian tidak sanggup memenuhi permintaanku, lebih baik kalian membatalkan rencana kalian mala mini.” Deanda yang mengucapkan kata-katanya sambil tersenyum, membuat Ernest dan Erich langsung menganggukkan kepalanya dengan hati yang diliputi oleh rasa bahagia, karena dua orang terpenting di Gracetian, begitu sayanag dengana mereka.


Erich yang dulunya sempat berpikir bahwa Deanda adalah gadis yang matre dan juga memiliki tujuan tersembunyi mendekati Alvero, pada akhirnya justru menjadi orang yang mati-matian membela Deanda dan rela melindungi permaisuri Gracetian itu dengan segenap kekuatannya.


Bagi Erich, setelah dia benar-benar mengenal Deanda, tidak ada gadis lain yang pantas untuk bersanding dengan Alvero selain Deanda Federer… wanita yang bukan hanya cantik tapi baik hati, bukan hanya kuat tapi cerdas, dan yang pasti, sangat mencintai dan dicintai oleh Alvero.

__ADS_1


“Biarkan doa Permaisuri mengiringi kepergian kami.” Kata-kata yang tiba-tiba saja diucapkan oleh Erich, yang biasanya memilih diam dan membiarkan Ernest yang mewakilinya untuk berkata-kata, sungguh membuat Deanda terkejut, bahkan Alvero langsung menatap lekat-lekat ke arah Erich dengan tatapan tidak percayanyaa.


“Tentu Erich… tentu… bukan hanya malam ini saja… tapi aku selalu berdoa yang terbaik untuk kalian berdua. Kamu dan Ernest, bagiku dan yang mulia Alvero, adalah orang-orang penting bagi kami berdua. Aku selalu mengingat nama kalian berdua dalam setiap doaku.” Deanda berkata dengan senyum lebar tersungging di bibirnya, melihat bagaimana Erich yang sejak awal selalu terkesan menghindarinya, dana tidak mau berkomunikasi dengannya, tiba-tiba saja bisa mengucapkan kata-kata seperti itu di depannya.


Erich sendiri, hari ini perasaannya benar-benar bercampur aduk, antara khawatir apakah semuaa rencana penyusupan mereka akan mendapatkan hasil yang baik, bagaimanapun ada rasa takut kalau kecurigaannya terhadap Theo bahwa laki-laki itu adalah pendukung setia Eliana mejadi sebuah kenyataaan.


Dan semua kegalauan hatinya saat ini, masih ditambah dengan rasa galau akibat memikirkan Ernest, yang sejak pergi ke Amerika sebagai pengawal pribadi Tira, membuat perasaan Erich selalu saja tidak tenang.


Kenyataan bahwa Ernest sudah menyukai Tira dalam kurun waktu yang sangat lama, sudah membuat Erich khawatir, apalagi sekarang sejak menjadi pengawal pribadi Tira untuk menyelesaikan masalah teror, pasti setiap harinya Ernest akan memiliki kesempatan untuk berada di dekat Tira.


Kebaikan Deanda padanya selama ini, meski dulunya Erich sering bersikap dingin dengan tatapan tidak percaya padanya, membuat hati Erich akhirnya tergerak, dan menjadi orang yang mendukung dan percaya penuh dengan kemampuan hebat permaisuri Gracetian yang sudah membawa banyak perubahan pada Alvero, membuatnya menjadi raja yang semakin bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya.


Meski Deanda tidak banyak bicara saat berada di depan umum, Erich tahu persisi bagaimana besarnya dukungan dan peran serta terhadap apa yang diputuskan oleh Alvero.


“Terimakasih Permaisuri…” Erich menjawab pelan.

__ADS_1


“Sebelum kalian pergi, nikmati makan malam kalian bersama yang lain di sini. Semalam apapun kalian nanti menyelesaikan tugas kalian, kalian harus tetap memberikan kabar dan info apapun tentang yang kalian dapatkan dari sana.” Alvero berkata sambil menatap ke arah Erich dan Ernest.


“Baik Yang Mulia.” Secara bersamaan Erich dan Ernest langsung menjawab permintaan Alvero itu, sebelum akhirnya mereka berdua pergi untuk menikmati makan malam mereka.


“Erich, bisakah kamu bertemu dengan kak Ornado sebentar. Dia ingin berbicara denganmu sebentar sebelum kamu pergi bersama Ernest mala mini.” Evelyn yang tiba-tiba datang menghampiri Erich dan Ernest untuk menyampaikan pesan dari Ornado, cukup membuat Ernest dan Erich merasa heran.


“Pergilah… mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan tuan Ornado padamu. Setelah itu segera susul aku untuk menikmati makan malammu.” Ernest berkata sambil menepuk bahu Erich dengan pelan.


“Baiklah.” Erich segera berjalan ke arah Ornado yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang, tempat dimana Evelyn barusan menunjukkannya dengan jari telunjuknya terarah ke sana.


Begitu Erich melangkah untuk menemui Ornado, Evelyn langsung tersenyum lebar dan mengedipkan matanya, setelah itu memberikan kode kepada Ernest dengan gerakan matanya ke arah dimana Tira sedang mengambil makan malamnya di meja panjang tempat sajian makanan yang beraneka macam dan mewah tersaji di sana.


Sebenarnya Evelyn tadi memang diminta tolong oleh Ornado untuk memanggil Ernest atau Erich, karena ada sesuatu yang ingin dia katakan pada mereka terkait dengan rencana penyusupan mereka.


Dan Evelyn, dengan sengaja meminta Erich yang menemui Ornado, setelah melihat bagaimana setelah berpisah dari Alvero dan Deanda, Evelyn bisa melihat bagaimana dengana sembunyi-sembunyi mata Ernest mengitari ruangan, untuk mencari sosok Tira.

__ADS_1


__ADS_2