MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEMESRAAN YANG MEMBUAT IRI


__ADS_3

“Laurel… memang sudah berapa lama kamu diacuhkan oleh Dave? Bicara ke Dave lah kalau kamu ingin bermesraan seperti aku dan Cladia. Dave ada yang sudah begitu rindu untuk mendapatkan pelukanmu!” Perkataan Ornado membuat wajah Laurel sedikit memerah, seolah Ornado tahu bahwa karena kesibukan dia dan Dave beberapa lama di mansion keluarga Shaw, setiap kali masuk ke dalam kamar hal pertama yang ingin dilakukan oleh Laurel adalah merebahkan tubuhnyaa di atas kasur, dan akan segera tidur terlelap kurang dari satu menit setelah hidungnya mencium bau bantal.


Dave yang biasanya baru bisa menyusul Laurel ke kamar setelah menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol dengan keluarga besarnya dan juga teman-temannya yang berkumpul di mansion setiap kali masuk ke kamar selalu disuguhkan dengan pemandangan Laurel yang sudah terlelap dengan wajah lelahnya.


Wajah cantik Laurel yang tertidur lelap, membuat Dave hanya bisa puas memandangi wajaha wanita tercintanya itu sambil tersenyum lembut dan memberikan kecupan selamat malam pada kening Laurel tanpa sepengetahuan Laurel yang sudah menikmati dunia mimpinya, tanpa ada kesempatan untuk Dave bisa mendapatkan jatahnya.


Dengan sikap santai, Dave yang mendengar panggilan Ornado justru bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat ke arah Laurel yang sedang duduk berselonjor di kursi santai di pinggiran kolam.


“Apa benar kata Ad mo cuisle? Sepertinya kamu memang sudah benar-benar merindukanku ya?” Dave yang dengan sengaja menanggapi kata-kata Ornado membuat wajah Laurel semakin memerah.


“Kalau begitu… kenapa kita tidak mencoba untuk saling melepas rindu selagi ada waktu?” Tanpa memberikan kesempatan kepada Laurel untuk menanggapi perkataannya, Dave dengan cepat menggerakkan kedua lengannya, menelusup di bagian belakang tubuh Laurel yang sedikit terpekik begitu merasakan tubuhnya yang terangkat ke udara karena Dave yang menggendongnya.

__ADS_1


“Kita bertemu saat makan malam ya.” Dave berkata kepada yang lain tanpa melepaskan pandangan matanya dari wajah Laurel yang tampak canggung dan malu-malu karena tindakan Dave yang tidak disangka-sangkanya hari ini.


Jika biasanya Dave bisa dengan baik mengendalikan dirinya untuk tidak pamer kemesraan di depan orang banyak, saat ini Dave justru tidak perduli jika tindakannya membuat orang yang melihatnya termasuk Laurel cukup kaget.


Dan dari situ, Laurel sadar sepenuhnya bahwa saat ini Dave begitu menginginkannya, setelah beberapa hari ini memang mereka berdua tidak memiliki waktu untuk menikmati percintaan mereka karena kesibukan mereka.


“Amore mio… kenapa kita tidak mengikuti jejak mereka?” Dengan lembut Ornado yang tadinya tertawa melihat tindakan Dave pada Laurel berbisik pelan ke arah telinga Cladia, mengecup pelan telingan istrinya, sebelum akhirnya dia mengikuti jejak Dave yang dengan santainya mengangkat tubuh Cladia dalam gendongannya, dan membawanya berjalan menuju kamar tamu yang diperuntukkan mereka berdua.


Dan bukan hanya Ornado, Alvero dan James pun dengan gerakan lincah dan tidak sabar langsung meraih pergelangan tangan Deanda dan Elenora, lalu mengajak pasangannya masing-masing berjalan kea rah kamar mereka sambil memeluk erat bahu istrinya, dan sepanjang jalan mereka tampak mereka saling tersenyum dan melempar tawa dengan wajah bahagia.


“Mereka itu… tidak bisakah sedikit bersikap toleransi kepada kita-kita yang belum menikah atau belum memiliki pasangan?” Enzo sedikit mengomel melihat apa yang dilakukan oleh para pasangan romantis itu, sedang Bryan dan Afro memilih untuk saling melempar senyum sambil mengangkat bahu tanpa memberikan komentar apapun.

__ADS_1


“Tira! Kemarilah! Lebih baik kita mengobrol bersama dengan yang tidak memiliki pasangan di sini.” Enzo segera melambaikan tangannya ke arah Tira, saudara sepupunya itu.


“Kalau begitu aku pergi dulu. Kalian silahkan lanjutkan obrolan kalian.” Begitu Tira berjalan mendekat ke arah mereka, Evan berkata sambil bangkit dari duduknya.


“Evan… memang kamu mau kemana? Bukannya Alaya tidak ada di kamar kalian? Kenapa tidak ikut mengobrol bersama kami di sini?” Evan langsung tersenyum begitu mendengar pertanyaan dari Enzo.


“Meskipun tidak ikut denganku, aku harus memastikan kalau my princess baik-baik saja. Akhir-akhir ini dia begitu malas makan. Aku akan menghubunginya dan memastikan kalau dia sudah makan dengan baik sepanjang hari ini.” Evan berkata sambil menepuk bahu Enzo sebelum dia benar-benar melangkah pergi.


Meskipun tidak bisa menyentuh Alaya secara langsung untuk menunjukkan bagaimana besarnya rasa rindu dan cintanya pada wanitanya itu, Evan tidak akan pernah melewatkan waktu untuk menghubungi Alaya untuk mengobati rasa rindu di hatinya dengan mendengar suara ceria dari Alaya yang selalu berhasil membuat dunia Evan lebih hidup dan cerah.


Seperti yang dikatakannya pada Enzo bahwa setelah kehamilannya nafsu makan Alaya jadi memburuk, membuat Evan selalu ingin memastikan bahwa istrinya itu makan dengan baik dan tetap mau memaksakan dirinya untuk menikmati makanannya.

__ADS_1


Apalagi jika Evan yang selalu memintanya untuk makan dengan suara lembutnya, bagi Alaya itu adalah hal yang begitu sulit untuk dia tolak, membuat Evan dengan sengaja selalu melakukan hal itu pada Alaya, mengingatkan Alaya karena kadang mereka memang harus hidup terpisah karena tugas Evan sebagai duke Gracetian yang membuatnya sesekali harus pergi keluar dari kota Tavisha.


Sepeninggalan para pasangan mesra itu, Tira dan yang lain justru menikmati suasana di pinggiran kolam sambil saing menceritakan bagaimana mereka yang kadang merasa iri dengan saudara dan para sahabt mereka yang sudah menikah dan selalu memamerkan kemesraan mereka tanpa perduli dengan mereka yang masih single itu.


__ADS_2