
Tugas? Tugas apa? Malam ini? Sebenarnya apa yang sedang dibicarakan oleh Ernest barusan?
Tira yang mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Ernest tampak termenung, sambil menebak apa maksud perkataan Ernest barusan dalam hatinya.
Karena sebenarnya sejak tadi Ernest berusaha menyapa Tira melalui pesan-pesannya, akan tetapi ternyata Tira yang sedang sibuk bersama dengan Erich memang tidak mengecek handphonenya sama sekali.
Melihat bagaimana ternyata Tira sedang ada bersama Erich dan Evelyn, membuat Ernest maklum kenapa gadis cantik yang sudah menjadi kekasihnya itu tidak membalas satupun dari pesannya tadi.
“Aku terlanjur mengkhawatirkanmu, dan ternyata aku salah sudah menduga kamu terlibat masalah, ternyata baik-baik saja." Ernest berkata sambil tersenyum ke arah Erich.
Bagi Ernest melihat bagaimana bisa Erich tiba-tiba saja dia temukan sedang mengobrol bersama Tira dan Evelyn, membuat Ernest merasa begitu penasaran, dan hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Semua orang yang mengenal Erich tahu kalau laki-laki dingin dan pendiam itu, tidak suka dekat apalagi mengobrol dengan wanita jika dia tidak ada perlu.
Bahkan nyonya Rose yang sejak kecil sudah mengenal Erich dan sering berhubungan dengannya terkait dengan pekerjaannya mereka melayani Alvero, tidak memiliki hubungan yang cukup dekat.
Jika dibandingkan dengan Ernest yang begitu dekat dengan nyonya Rose, Erich selalu saja lebih memilih menjadi orang yang meneyndiri, karena baginya waktu yang dia habiskan dengan menyendiri justru membuatnya bahagia.
__ADS_1
Suasana tenang tanpa ada yang mengganggu, membuat Erich lebih menikmati saat-saat seperti itu.
Namun itu semua menjadi hal yang disukai Erich, sebelum Ercih bertemu dengan Cleosa.
Semenjak Cleosa menjadi kekasihnya, Erich memilih untuk menghabiskan waktu bersama Cleosa, meskipun saat mereka sedang berdua, Cleosa yang akan lebih banyak berbicara dan memiliki inisiatif, sedang Erich, lebih memilih untuk mengikuti apapun yang ingin dilakukan Cleosa.
Sedangkan bagi Cleosa, asal Erich terus berada di dekatnya, meskipun kadang dia jadi seperti orang yang berbicara sendiri, Cleosa selalu menikmati waktu-waktunya bersama dengan Erich.
“Maaf Putri Tira dan Nona Evelyn, saya harus pergi bersama Ernest sekarang.” Akhirnya dengan sikap hormat, Erich berpamitan kepada Tira dan Evelyn.yang sudah bersiap utnuk pergi juga.
“Kalau begitu, sampai bertemu lagi nanti di acara makan malam Erich. Senang bisa mengobrol banyak denganmu Erich. Lain kali, sepertinya kita harus mengobrol lagi karena aku belum puas mendengar semua cerita tentangmu. Masih terlalu banyak misteri tentangmu Erich.” Dengan nada cerianya, Evelyn berkata kepada Erich yang hanya terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Evelyn.
Wah… sepertinya aku tertinggal jauh ini. Bagaimana bisa tiba-tiba nona Evelyn dan Tira bisa dekat dengan Erich? Padahal Erich bukan orang yang mudah untuk didekati. Sepertinya setelah ini aku harus mengorek keterangan dari Tira.
Ernest berkata dalam hati dengan senyum tipis terlihat di wajahnya, melihat bagaimana sikap ramah dan seperti teman dekat yang ditunjukkan Evelyn kepada Erich, membuat rasa penasaran sekaligus senang bercampur jadi satu dalam hati Ernest.
“Sampai nanti Ernest, Erich, kami berdua akan pergi bersiap-siap seperti kalian juga, karena acara makan malam akan dilakukan tidak lama lagi. Sebentar lagi kita pasti akan mendapatkan panggilan untuk makan malam.” Evelyn kembali berkata sambil meraih lengan Tira dan memeluknya.
__ADS_1
“Ayo kita pergi sekarang Tira, kita juga harus beraganti pakaian daan bersiap bertemu dengan yang lain.” Evelyn berkata sambil menarik lengan Tira yang dipeluknya, berjalan meninggakan Ernest dan Erich.
# # # # # # #
Begitu sampai di kamar yang ditinggalinya sementara dia tinggal di mansion itu, yang dilakukan Tira adalah memeriksa handphonenya, karena tadi sebelum dia dan Evelyn pergi dengan kode yang diberikan Ernest padanya melalui gerakan tangan dan matanya, Ernest sudah berpesan melalui kode-kode yang diberikannya, agar Tira bisa segera membaca pesan-pesannya yang terus menumpuk tadi, yang satupun belum terbaca oleh Tira.
“Astaga… ternyata Ernest sudah mengirimkan padaku begitu banyak pesan yang belum sempoat aku baca karena begitu asyik mengobrol dengan Evelyn dan Erich.” Tira berkata sambil membaca semua pesan-pesan dari Ernest dengan cepat.
“Ah, ternyata masih saja ada hal yang membuat khawatir tentang keberadaan Eliana, meskipun wanita itu sudah tidak memiliki kekuatan apapun dengan kondisinya yang sedang terpenjara dengan gangguan kejiwaan parah yang menimpanya sekarang.” Tira kembali bergumam pelan dengan sikap sedikit kesal, begitu menyadari bagaimana Eliana yang baginya adalah wanita kejam, masih saja ada orang yang mau terlibat dengannya.
Dari begitu banyaknya pesan yang dituliskan oleh Ernest, memang ada diantaranya yang menceritakan tentang rencana penyusupan Ernest dan Erich ke rumah orang bernama Theo yang sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke tempat Eliana sedang ditahan.
Laki-laki yang bukan merupakan warga Gracetian itu membuat orang merasa bertanya-tanya tentang siapa dia dan apa tujuannya terus mengunjungi Eliana yang jelas-jelas merupakan penjahat dan pemberontak, yang sampai kapanpun, tidak akan mungkin mendapatkan kesempatan untuk dilepaskan kembali seumur hidupnya.
Keberadaan Theo yang bukan hanya menimbulkan kecurigaaan tapi membuat orang tidak nyaman, terutama Erich, bagi Tira masuk akal sekali kalau sampai Erich dan Ernest menceritakan tentang Eliana dengan sikap tidak sukanya.
Semoga rencana penyusupan yang akan kalian lakukan berjalan lancar dan sukses. Tetaplah berhati-hati, dan kembalilah dengan selamat. Aku sangat menantikan kesempatan dimana kita bisa memiliki waktu berdua agar bisa saling berbicara dengan santai dan saling melepaskan rindu kita.
__ADS_1
Begitu menerima pesaan dari Tira, Ernest yang sudah kembali ke dalam kamarnya bersama Erich, langsung menyungingkan senyum dengan wajahnya yang tampak sedikit bersemu merah, dan dadanya yang berdetak kencang, meskipun itu hanya sebuah pesan yang tidak ada menunjukkan kata-kata yang istimewa, namun itu sudah cukup untuk membuat jantung Ernest berdetak ekncanag karena tahu itu adalah pesan dari gadis yang begitu dicintainya itu.