
Sebelum Tira membuka pintu apartemennya, Tira langsung menyalakan sebuah layar di dekat pintu apartemennya di bagian luar, terhubung dengan sebuah kamera pengawas yang bisa menunjukkan siapa yang sedang berada di luar sana.
Setiap kali ada yang datang dan sebelum membuka pintu apartemennya, sejak adanya teror yang terjadi pada dirinya, Tira selalu rajin melihat siapa yang datang melalu kamera pengawas yang terpasang di depan pintu apartemennya, meskipun dulu-dulunya, dia tidak mau menggunakan itu karena baginya terlihat merepotkan, tapi tidak untuk sekarang ini.
Di layar kamera itu tampak seorang laki-laki dengan seragam khas yang biasa dipakai oleh petugas keamanan apartemen tersebut, berdiri di depan pintau apartemen Tira, sambil membawa sebuah tas kertas dan membopongnya.
Karena merasa pria itu adalah penjaga keamanan yang dia kenal, dan dianggapnya bukan orang yang mencurigakan, Tira akhinya membukakan pintu apartemennya tanpa sikap curiga.
"Selamat malam Nona Tira... ada paketan yang baru saja dititipkan di pos penjagaan oleh seseorang untuk Anda." Tira yang merasa tidak ada pemesanan barang online, dan tidak sedang menunggu pengiriman barang dari tempat lain, tampak mengernyitkan dahinya begitu mendengar perkataan itu.
“Tenang saja Nona, sudah diperiksa seperti biasanya dan sepertinya paket itu aman.” Petugas keamanan itu berkata dengan sikap percaya diri.
Memang biasanya setiap paket yang datang untuk dititipkan kepada penghuni apartemen harus melalui pos keamanan, dan mereka akan melakukan pemeriksaan dengan detektor logam (metal detector) untuk memastikan paket itu tidak berisi bom atau benda berbahaya lainnya.
(Metal detector bekerja menggunakan gelombang elektromagnet, dan mendeteksi benda yang terbuat dari logam apapun yang mempengaruhi medan magnet.
Alat ini sangat membantu dalam bidang keamanan terlebih keamanan tingkat tinggi lantaran mampu mendeteksi benda logam yang berukuran kecil seperti klip kertas atau penjepit kertaspun mampu terdeteksi dengan jelas dan akurat.
Metal detector untuk keamanan terbagi menjadi 2 bagian yaitu walkthrough metal detector dan handheld metal detector.
Keduanya memiliki fungsi sama yaitu sebagai pendeteksian logam, yang berbeda cara pengaplikasiannya saja.
__ADS_1
Walkthrough metal detector memiliki fungsi sebagai pendeteksi logam dan memiliki bentuk seperti gawang atau kusen pintu yang terdapat sensor deteksi logam di sisinya, mampu mendeteksi hingga ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan cepat dan akurat.
Walkthrough metal detector mendeteksi benda logam yang dianggap dapat membahayakan orang disekitar seperti senjata tajam, senjata api, bahkan bom yang terbuat dari logam).
Dan paket untuk Tira tersebut dinyatakan aman sehingga petuga keamanan itu langsung mengantarnya ke Tira.
"Apakah ada nama pengirimnya Pak?" Tira bertanya sambil melirik ke arah tas kertas dimana di sana tidak ada info nama pengirimnya, hanya info jelas kepada diapa paket itu ditujukan, kepada Tira Lennan dan nomer lengkap apartemen yang ditinggali oleh Tira.
"Maaf Nona, tidak ada. Tapi nama dan nomer apartemen Nona jelas tertulis di sini, jadi saya tadi berani menerimanya karena menganggap Nona mungkin memang sedang menunggu pengiriman barang ini." Petugas keamanan itu berkata kepada Tira sambil menatap heran ke arah Tira yang tidak seperti biasanya, begitu banyak bertanya tentang paket yang dia terima.
Padahal beberapa kali petugas itu mengirimkan paket untuk Tira dan Tira tidak pernah bertanya apapun tentang itu.
“Apa ada sesuatu yang buruk yang sudah terjadi Nona Tira?”
“Ah… tidak… tidak Pak, hanya saja….” Tira menghentikan perkataannya sejenak.
"Saya tidak ada pesan barang apapun dari luar Pak." Tira berkata sambil merusaha untuk melongok ke arah tas kertas itu, berusaha untuk melihat apa yang ada di dalam sana.
Sayangnya bagian atas dari tas kertas itu tertutup rapat sehingga Tira tidak bisa mengintip apa isi dari tas kertas itu, meskipun di bagian samping tas kertas itu, yang ternyata juga tidak ada lubang ataupun celah yang bisa membuatnya melihat bagian dalam tas kertas itu dari sarah samping.
"Apa yang mengirimkan itu dari kurir, atau orangnya sendiri yang mengirimkannya ke pos kemananan pak?" Tira langsung bertanya untuk bisa mendapatkan info tentang siapa yang mengirimkan paket itu.
__ADS_1
"Seorang kurir yang mengirimkannya Nona Tira. Seperti biasa memang kan banyak paket yang dikirimkan oleh kurir kepada penghuni apartemen ini….” Petugas keamanan itu berkata tanpa merasa ada yang janggal dengan paket yang sekarang sedang dia pegang itu.
“Kalau begitu, aku akan terima paketnya, dan Bapak bisa kembali bekerja….” Akhirnya Tira berpikir untuk tidak terlihat curiga dengan paket itu, dan mengambil alih paket itu dari tangan petugas keamanan itu.
“Kalau begitu, tolong tanda tangan di sini seperti biasanya Nona Tira.” Petugas keamanan itu berkata sambil menyodorkan sebuah buku yang digunakan untuk mencatat paket atau surat yang diterima di pos keamanan, lalu meminta tanda tangan penerimany sebagai bentuk bukti jika diperlukan pertanggungjawaban dari pihak pengelola apartemen, ataupun penghuni yang kadang merasa tidak menerima paket atau surat untuknya dan mempertanyakan siapa yang sudah menerima paket atau surat tersebut.
“Baik Pak.” Tira berkata sambil meraih pena dari tangan petugas keamanan tersebut dan membubuhkan tandatangannya di buku milik petugas keamanan itu.
# # # # # # #
“Kira-kira apa isi dari paket ini? Dan dari siapa? Bukan warna merah muda seeperti biasanya. Semoga ini bukan paket dari peneror itu.” Tira berkata sambil menenteng tas kertas berisi paket itu dan membawanya ke dalam kamarnya.
“Apa aku perlu memanggil Ernest untuk membuka paket ini? Tapi untuk saat ini moodku sedang buruk sekali karena berita di media sosial kampus tadi. Dan terus terang, aku belum siap untuk bertemu lagi dengan Ernest mala mini.” Tira berkata sambil menaik turunkan tas kertas itu, mencoba menebak apa isi dari tas yang sebenarnya terasa ringan itu.
“Lagipula petugas keamanan tadi menyatakan kalau ini sudah dinyatakan aman. Aku akan meencoba untuk membukanya sendiri….” Tira berkata sambil menarik bagian atas tas kertas itu untuk melepaskan kedua bagian yang menempel agar bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
“Prang!”
“Bruk!:
Baru saja Tira membuka tas itu tubuh Tira tiba-tiba terlihat limbung dan terjatuh ke lantai, setelah sebelumnya tanpa sengaja tangan Tira mengenai sebuah hiasan meja berbahan keramik yang ada di atas nakas, samping tempat tidurnya, menimbulkan suara yang cukup keras.
__ADS_1