MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEPUTUSAN ERNEST


__ADS_3

“Maaf Putri… saya sungguh tidak sengaja melakukan itu.” Ernest kembali mengucapkan permintaan maafnya begitu melihat Tira tidak menjawab pernyataan maaf yang diucapkannya sebelumnya, karena tampak kaget dengan tindakan Ernest padanya barusan.


Ah… sampai kapan Ernest terus menahan dirinya untuk mengakui bahwa dia mencintaiku? Atau sebenarnya, kamu memang tidak pernah sedikitpun mencintaiku?


Tira yang merasa tertolak dengan tindakan Ernest, berkata dalam hati dengan sedikit putus asa, melihat bagaimana Ernest yang terlihat tidak ada niat untuk mengakui perasaannya.


“Ernest, sebenarnya… aku sangat ingin tahu dengan jawaban atas pertanyaanku yang sampai saat ini tidak sekalipun pernah kamu jawab.” Tira yang tidak bisa lagi menahan perasaannya, bertekad untuk menyelesaikan urusannya dengan Ernest hari ini.


“Apa maksud Putri?” Dengan suara ragu, Ernest bertanya kepada Tira.


“Siapa gadis yang kamu suka?” Pertanyaan singkat dari Tira membuat Ernest mematung.


“Semua perhatianmu, semua sikap manismu padaku… apa semuanya itu… murni karena kamu sedang mengemban tugas dari kak Alvero untuk melindungiku? Apakah jika bukan aku yang kamu kawal, tapi putri lain, apa kamu juga akan melakukan hal yang sama untuknya?” Pertanyaan beruntun dari Tira, membuat Ernest semakin terdiam, dan dari wajahnya tampak jelas bahwa saat ini, selain kaget, Ernest sedang berusaha keras untuk menjawab semua pertanyaan Tira itu dengan bijak.

__ADS_1


Bagaimana aku harus menjawab pertanyaan putri? Jelas-jelas aku begitu mencintainya, tapi aku tidak mungkin menjawab dengan jujur semua yang ditanyakan oleh putri barusan. Aku ingin mengakui bahwa aku sungguh mencintaimu, bahkan rela mati untukmu, tapi aku tahu, aku tidak boleh dan tidak berhak mengatakan itu padamu putri.


Ernest berkata dalam hati dengan rasa nyeri yang rasakan mulai menghantam dadanya.


“Maaf Putri… seperti yang Putri minta, semua tindakan saya selama ini, hanya melakukan apa yang diperintahkan kepada saya.” Sambil menahan rasa sakit di dalam dadanya, Ernest berusaha menjawab pertanyaan Tira, tanpa berani menatap ke arah Tira secara langsung.


“Kalau begitu… sepertinya aku memang harus menerima rencana perjodohan dari papa.” Tanggapan Tira terhadap jawaban darinya, membuat mata Ernest tanpa bisa dia kendalikan langsung menatap lurus ke arah Tira yang sedang memandang ke arahnya dengan tatapan mata sayu, dan terlihat aura kekecewaan yang pekat di wajah cantik itu.


“Putri… kenapa Putri berkata seperti itu? Putri….” Dengan hati yang tidak rela, tapi tetap harus bertahan untuk tidak mengungkapkan isi hatinya, Ernest berkata kepada Tira yang sedang menarik nafas dalam-dalam.


Putri…


Hanya sepatah kata itu yang bisa diteriakkan Ernest di dalam hatinya saat ini, karena sebenarnya, dia tahu siapa pria yang dimaksudkan oleh Tira, siapa pria ynag dicintai oleh Tira.

__ADS_1


Dari sikap Tira selama ini padanya, Ernest bukannya tidak sadar kalau Tira sudah jatuh cinta padanya juga, hanya saja Ernest cukup tahu diri dan cukup bahagia hanya dengan tahu hal itu tanpa menginginkan hal yang lebih dari Tira.


“Aku sudah putuskan, saat ini tidak penting tentang perasaanku, karena bagiku, cintaku sudah habis terkuras untuk pria yang dengan terang-terangan sudah menolakku, meski dia tidak mengucapkan kata-kata penolakannya secara langsung padaku…. Untuk itu, lebih baik aku menerima siapapun pria yang akan dijodohkan oleh papa dan menerima lamarannya dan segera menikah dengannya tanpa perlu menjadi kekasihnya terlebih dahulu. Lebih baik kami langsung menikah agar aku bisa segera melupakan cintaku saat ini. Itu adalah pilihan terbaik untukku….”


Tidak! Tidak ada pria lain yang lebih mencintaimu daripada aku!


Sambil berteriak dalam hati, Ernest bergerak cepat ke arah Tira, dan langsung menarik kembali pergelangan tangan Tira, dengan lengannya yang kokoh langsung meraih tubuh Tira, menariknya mendekat dalam pelukannya, dengan kuat tapi juga lembut, dan tanpa meminta ijin dari Tira, secara tiba-tiba Ernest langsung mencium bibir Tira, setelah rasa cemburu yang bercampur dengan rasa cinta tidak bisa lagi dia bendung dan kendalikan, sehingga membuat pikirannya tumpul.


Bagi Ernest yang sudah menahan rasa cintanya dalam diam selama bertahun-tahun, mendengar bagaimana Tira berencana untuk dengan mudah menikah dengan pria manapun pilihan papanya, membuat darah Ernest mendidih sehingga tanpa berpikir panjang, Ernest bahkan ingin menunjukkan bahwa dia adalah pria yang seharusnya menjadi pilihan Tira, bukan pria lain.


Yang ada di otak Ernest saat ini, hanya mengikuti nalurinya sebagai seorang laki-laki yang begitu mencintai Tira, sehingga dalam hitungan detik, dia sungguh melupakan tentang statusnya sebagai seorang knight yang dengan tidak sopannya, sudah berani jatuh cinta pada seorang putri yang merupakan majikan baginya.


Ketakutan bahwa dia akan dianggap sebagai pemberontak yang tidak tahu sopan santun, ternyata tidak lebih besar dari ketakutan Ernest saat dia tahu, jika dia tidak bergerak saat ini, dia akan kehilangan Tira untuk selamanya.

__ADS_1


Rasa takut kehilangan Tira, dan rasa takut yang begitu besar saat membayangkan Tira menjadi milik pria lain, dimana pria itu akan dengan bebas memeluk, mencium, mencumbu, bahkan menyentuh Tira, membuat dada Ernest seperti akan meledak, sehingga membuatnya tidak lagi bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menunjukkan bagaimana dia yang begitu mencintai dan menginginkan Tira untuk bisa menjadi kekasihnya, bahkan istrinya di masa depan, ibu dari anak-anaknya kelak, satu-satunya wanita yang akan dia cintai seumur hidupnya.


__ADS_2