MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
GODAAN LAUREL


__ADS_3

“Kenapa kamu tiba-tiba bersikap semanja ini di depan umum mo cuisle? Apa semalam belum cukup dengan semua yang kita lakukan berdua? Padahal semalam aku sengaja berhenti karena kamu bilang kamu sudah lelah.” Dave berbisik pelan, kerena dia tahu Laurel memang kadang bersikap iseng dan manja padanya, bahkan kadang sengaja mengerjai Dave dan memancing gairah suaminya dengan tindakan nakalnya, hanya saja biasanya Laurel melakukan saat mereka sedang berdua saja di ruangan tertutup, tidak seperti sekarang.


“Mr Shaw….” Laurel membisikkan nama panggilan kesayangannya untuk Dave dengan lembut dan sikap manis.


“Aku sungguh sangat mencintaimu… aku sangat beruntung bisa memilikimu.” Bukannya menjawab pertanyaan Dave, Laurel justru lebih memilih untuk mengucapkan kata-kata berisi pernyataan cinta pada Dave yang hanya bisa tersenyum dengan tangan merengkuh tubuh Laurel agar lebih menempel padanya.


“Aku juga sangat mencintaimu, dan kamu tahu itu lebih dari siapapun….” Dave membalas pernyataan cinta Laurel sambil mengecup lembut puncak kepala Laurel, yang membuat Laurel dengan cepat menjauhkan tubuhnya dari dekapan Dave, yang jantungnya sudah berdetak kencang.


Laurel sendiri segera menjauhkan diri begitu dia sadar mereka sedang berada di tempat dengan banyak orang, tapi dia sudah dengan beraninya memancing hasrat dari Dave, yang dia tahu paling tidak bisa tahan jika Laurel sudah menggodanya seperti itu.


Jadi begini ya rasanya jadi Cladia yang seringkali harus menahan malu karena sikap mesra Ornado yang tidak perduli waktu dan tempat.


Laurel berkata dalam hati sambil meringis, karena sadar sudah membangunkan singa yang sedang tertidur pulas.


“Tuan Shaw… sepertinya… sebaiknya kamu meminum jus lemon dan madumu untuk menenangkan detakan jatungmu saat ini.” Dengan berusaha keras untuk tetap bersikap santai, Laurel meraih minuman berisi perasan jeruk lemon dan madu untuk Dave, padahal dia sendiri, saat ini dadanya juga sedang berdebar kencang karena keberadaan Dave di sampingnya.


(Madu dapat membantu menormalkan detak jantung yang cepat. Seseorang juga bisa mengkonsumsi madu ketika orang itu merasa gugup. Campurkan satu sendok teh madu dengan segelas air lemon, dan minum setiap hari untuk menyehatkan jantung.


Madu dan kunyit sama-sama dinilai baik dalam menjaga kesehatan lambung dan jantung karena kemampuannya dalam meredakan peradangan, menetralisasi asam lambung, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mencegah dan mengatasi infeksi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagainya.

__ADS_1


Madu memang bermanfaat untuk menyehatkan jantung. Hal ini karena terdapat senyawa fitonutrien di dalam madu yang berkhasiat melancarkan aliran darah dan mencegah terbentuknya aterosklerosis. Sejumlah peneliti mengungkapkan, kalau madu juga dapat menurunkan tekanan darah serta menghilangkan lemak di dalam darah).


Astaga, ternyata kami masih saja bersikap seperti pengatin yang baru menikah kemarin malam, padahal kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Eh… lebih tepatnya 7 tahun yang lalu.


Laurel berkata dalam hati sambil tersenyum geli, apalagi setelah melihat Dave yang langsung menuruti kata-katanya untuk meneguk minuman yang disodorkannya tadi hingga tandas dengan sekali teguk, menunjukkan bahwa saat ini, dada Dave benar-benar sedang bergejolak hebat menahan godaan dari Laurel tadi.


“Ah… maaf sekali Mr Shaw… apa aku sudah berbuat salah padamu?” Laurel yang mengucapkan kata-katanya dengan senyum manis di wajahnya, hampir saja membuat Dave tersedak yang menyemburkan air lemon bercampur madu yang masih tersisa di mulutnya.


Setelah dengan susah payah Dave menelan air minumnya, tangannya segera meraih tissue yang disodorkan Laurel padanya, dan sedikit tersenyum lega karena saat ini, tidak ada yang sedang memperhatikan mereka berdua, karena semuanya sedang fokus dengan urusannya masing-masing.


“Mo cuisle… kumohon hentikan… atau aku akan menggendong dan membawaku ke kamar sekarang juga.” Perkataan Dave meskipun diucapkan dengan sangat pelan di telinga Laurel, tapi sudah cukup untuk membuat Laurel tahu bahwa dia tidak boleh melanjutkan sikapnya yang terus memancing Dave atau dia akan membuat suaminya itu benar-benar melaksanakan ancamannya.


“Jangan harap bisa tidur dengan tenang mala mini mo cuisle….” Bisikan Dave berikutnya, membuat mata Laurel terbeliak, dengan wajah langsung menoleh dan mata menatap Dave dengan tatapan kaget.


“Eh… bukannya tadi kamu bilang….”


“Aku tidak pernah menjanjikan berhenti jika itu tentang nanti malam.” Dave mengakhiri kata-katanya dengan mengedipkan sebelah matanya, membuat Laurel menatapnya dengan gemas, dan tangan langsung terulur untuk mencubit pinggang Dave yang dengan gerakan gesit langsung menghindar, dan menangkap tangan Laurel, untuk kemudian membawanya ke bibirnya dan mengecupnya lembut, membuat Laurel hanya bisa tersenyum dengan wajah malu-malu dan justru mengharapkan malam segera datang, agar dia bisa kembali hanya berdua bersama Dave, menikmati waktu mereka tanpa ada yang mengganggu.


# # # # # # #

__ADS_1


“Bagus sekali. Aku merasa ikut lega mendengar bagaimana alat itu berfungsi dengan baik. Ke depannya aku akan memperbaikinya.” Ornado berkata dengan senyum di wajahnya, menatap ke arah jam yang masih terpasang di pergelangan tangan Erich.


Tadinya, Erich ingin mengembalikan jam itu begitu bertemu dengan Ornado, tapi laki-laki tampan itu langsung menolaknya, dan mengatakan kalau dia memang sengaja memberikan jam itu untuk orang yang menjadi penagawal pribadi Alvero, berharap ke dapannya bisa banyak membantu di saat-saat dibutuhkan.


“Mendengar dari cerita Erich dan Ernest, sepertinya jam itu sudah cukup bagus. Apalagi yang perlu diperbaiki Ad?” Evan yang tadi ikut bergabung dengan mereka setelah Alaya mematikan sambungan video callnya, langsung bertanya dengan mata menatap ke arah wajah Ornado yang tampak serius.


“Dari cerita Erich barusan kita dengar bahwa ketika di kegelapan sinar dari hologram yang ditampilkan tampaknya cukup mengganggu karena bisa menarik perhatian musuh. Jadi ada baiknya, setelah ini aku meminta timku memperbaikinya, dengan mengoneksikan jam itu dengan kacamata yang bisa dikenakan oleh pengguna jam itu, sehingga ketika fungsi dari jam itu digunakan untuk menembus dinding, hanya orang yang mengenakan kacamata itu yang bisa melihat dengan jelas apa yang ditampilkan oleh jam itu.” Kata-kata Ornado membuat Erich maupun Ernest tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap Ornado, laki-laki hebat dengan aura wibawa yang kental terlihat begitu jelas padanya.


Alvero dan Evan, juga ikut memandang Ornado dengan tatapan puas, memiliki seorang sahabat yang begitu hebat dalam hal teknologi keamanan yang dia miliki.


Hal yang tidak mudah untuk ditiru dan dilakukan oleh orang lain, tapi bagi Ornado, bisa terlihat sangat mudahnya.


“Bawa saja dulu jam itu. Setelah nanti teknologi terbaru yang seperti aku inginkan sudah diluncurkan, aku pasti akan mengganti jam itu dengan yang terbaru.” Ornado berkata dengan nada santainya, membuat Erich dan Ernest saling berpandangan, lalu menatap Ornado dan menganggukkan kepala mereka di depan Ornado dengan sikap hormat.


“Terimakasih untuk semuanya Ad.” Alvero berkata dengan suara cukup pelan, membuat Ornado sedikit tertawa kecil.


“Khusus untuk kalian berdua. Penawaranku tetap berlaku ya…. Kalau kalian sudah bosan melayani raja Gracetian ini, kalian boleh mencariku dan bergabung dengan pasukan milikku….” Sebuah cubitan kecil di lengan Ornado membuat laki-laki itu langsung menghentikan perkataannya dan menatap ke arah Cladia yang merupakan pelaku cubitan itu.


Seseorang yang tidak mungkin bisa membuat Ornado protes apalagi marah, lagipula cubitan itu bagi Ornado justru terasa seperti sebuah pijatan lembut dan penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2