MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PUNGGUK MERINDUKAN BULAN


__ADS_3

“Ernest, jangan pernah lupa dengan status dan posisi kita. Jangan membuat nama baik kita tercoreng. Yang mulia Alvero, selama ini sudah begitu baik pada kita. Jangan sampai karena tindakanmu menjadi seperti pungguk yang merindukan bulan, dan diketahui oleh yang mulia, sehingga membuat yang mulia kecewa pada kita.” Nasehat dari Erich kali ini benar-benar membaut Ernest terdiam, dengan hati yang terasa sakit saat mendengar kata-kata yang memang benar adanya itu.


(Sebenarnya peribahasa tersebut dikutip dari sebuah cerita yang menceritakan seorang Pungguk dan putri Bulan. Cerita singkat yang menjadi dasar peribahasa tersebut dibuat dikutip dari buku Selamat Bergumul: 33 Renungan tentang Iman yang ditulis oleh Andar Ismail (2006: 78).


Pungguk dan putri Bulan seperti tersengat ketika mata mereka saling menatap. Pungguk jatuh cinta, tetapi tidak mungkin masuk ke istana untuk menjumpai sosok yang dicintainya itu. Setiap hari, putri Bulan dan pungguk pun saling bertemu diam-diam. Cinta mereka lembut saling bersambut.


Pada suatu malam putri Bulan berkata dengan lirih, “Pungguk, aku begitu mencintai kamu, tetapi tidak bisa menikah sebab aku sudah dijodohkan pada orang lain”. Pungguk patah hati dan menjawab “Apa pun yang terjadi, aku akan berada di bukit ini setiap bulan purnama untuk mendambakan kamu”.


Namun, ternyata cinta mereka diketahui oleh pengawal istana. Pungguk dibunuh. Tetapi tubuhnya jatuh ke bumi dan berubah menjadi burung yang hanya akan muncul di malam hari.


Tiap bulan purnama burung Pungguk akan bertengger di puncak pohon dan memandangi bulan. Dari cerita tersebut, lahir peribahasa Bagai Pungguk merindukan bulan yang berarti orang yang begitu mendalam perasaan rindunya dan cintanya, tapi tidak bisa meraih orang yang dicintainya dan bahagia bersamanya).


Aku tahu… aku tahu itu Erich…. lebih dari siapapun, aku tahu iitu.... Andai saja kita bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, aku tidak akan menjadi seperi orang bodoh yang memilih untuk jatuh cinta kepada bulan, seperti yang sudah dilakukan oleh pungguk. Sayangnya cinta benar-benar sudah membuatku seperti orang bodoh yang tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.

__ADS_1


Ernest hanya berani membalas perkataan Erich dalam hati saja.


“Ernest, aku mengatakan semua itu demi kebaikanmu. Kamu tahu, kamu adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, dan aku tidak mau kamu tersakiti atau terluka.” Erich berkata pelan setelah menghela nafasnya cukup lama.


Baginya, Cleosa adalah gadis yang dicintainya, tapi Ernest, bahkan dia adalah saudara kembar yang seolah juga merupakan separuh nyawanya, dimana sebagai satu-satunya saudara ayng tertinggal, Erich tidak ingin Ernest mengalami suatu hal yang buruk, termasuk dalam hal percintaan yang bisa membuatnya patah hati dan terpuruk.


Bagi Erich, pengalaman saat Ernest terluka parah dan menghilang setelah penyerangan di bunker Tavisha, membuat Erich semakin tidak ingin melihat Ernest kembali mengalami hal buruk yang bisa menyakitinya, meskipun urusan cinta mungkin tidak akan melukai fisiknya, tapi hatinya.


“Aku tahu…. Aku tahu, diantara semua orang, kamu adalah orang yang paling perduli dan menyanyagiku. Kamu akan menjagaku seperti nyawamu sendiri. Jangan khawatir Erich, aku akan selalu ingat dengan apa yang kamu katakan hari ini.” Ernest berusaha menjawab kata-kata Erich dengan kalimat yang bisa menenangkan Erich, meskipun Ernest tahu, saudara kembarnya itu sangatlah peka terhadap apapun yang terjadi padanya, sehingga Ernest tidak akan mungkin bisa menyembunyikan perasaannya dalam waktu lama terhadap Erich.


“Erich… aku akan menjaga diriku dengan baik. Aku berjanji padamu, aku tidak akan terluka, aku kan bisa mengatasi semuanya dengan baik. Kamu harus fokus pada tugasmu menjaga yang mulia dan permaisuri, juga pada persiapan pernikahanmu. Yang lain, jangan membuatmu terlalu khawatir. Semua akan baik-baik saja.” Kata-kata dari Ernest, membuat Erich hanya bisa diam, karena dia sendiri tidak yakin bisa melakukan apa yang dikatakan Ernest dengan mudah, sedangkan dia bisa mendengar ada rasa putus asa pada nada suara Ernest.


# # # # # #

__ADS_1


Tira yang awalnya cukup lama berdiam diri di dalam mobilnya sendiri, akhirnya membuka pintu mobilnya dengan wajah muram.


Ernest yang baru saja menutup panggilan teleponnya dengan Erich, langsung bergerak cepat, mengikuti Tira turun dari mobilnya, dan berjalan mendekati Tira.


“Putri… apa ada hal buruk yang sudah terjadi apda Putri? Kenapa Putri terlihat tidak senang?” Pertanyaan Ernest membuat Tira langsung mengalihkan perhatiannya dari layar handphonenya, dan memandang Ernest sambil tersenyum tipis.


“Apa itu terlihat begitu jelas bagimu Ernest?” Pertanyaan Tira membuat Ernest sedikit tertegun.


Sepertinya Ernest begitu mengenalku, sehingga bisa melihat perubahan yang terjadi padaku. Apa itu karena dia begitu perhatian padaku? Dan seperti dugaanku… perhatian itu karena dia juga jatuh cinta padaku, seperti yang aku rasakan padanya juga?


Tira berkata dalam hati sambil memandang Ernest dengan tatapan tidak berkedip, yang justru akhirnya membuat Ernest menjadi salah tingkah.


Kenapa dengan tuan putri? Kenapa tiba-tiba menatapku dengan cara seperti itu?

__ADS_1


Pertanyaan Ernest hanya berani dia ucapkan dalam hati, tanpa berani mengalihkan perhatiannya dari Tira, meskipun saat ini dadanya sedang berdebar-debar karena tatapan Tira barusan, sungguh membuatnya merasa salah tingkah.


“Maaf Putri… tapi sepertinya wajah Putri memang tidak setenang biasanya siang ini. Apalagi tadi saya lihat Putri terlihat begitu tegang dan lama dalam mobil, seolah ada berita buruk yang baru saja Putri dengar.” Akhirnya Ernest memberanikan diri memberikan alasannya kepada Tira tentang penilaiannya, bahwa Tira sedang ada masalah saat ini.


__ADS_2