
“Apa ada sesuatu yang baik yang sudah terjadi padamu Ernest?” Pertanyaan Erich membuat Ernest langsung mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone dan menoleh ke arah Erich.
“Kenapa bertanya seperti itu padaku? Tumben sekali pertanyaanmu aneh?” Bukannya menjawab pertanyaan Erich, Ernest justru bertanya balik pada Erich, yang biasanya tidak terlalu perduli dengan apa yang dilakukan oleh Ernest.
Jika tidak merasa penasaran atau khawatir, Erich biasanya akan memilih untuk tetap diam, sampai Ernest mencertitakan sendiri apa yang sudah terjadi padanya.
Tapi kali ini, Erich lebih dahulu mengambil inisiatif untuk bertanya, karena dari dasar hatinya yang paling dalama, Erich memanag merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Ernest darinya.
Meskipun Erich mencoba untuk menebak-nebak apa yang sedang disembunyikan oleh Ernest, akan tetapi, sebelum mendengar langsung dari bibir Ernest, Erich berusaha untuk tidak berpikir macam-macam, sehingga bisa menimbulkan salah paham antara dia dan Ernest.
“Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa beberapa waktu ini sikapmu tidak seperti biasanya. Beberapa kalai bahkan aku merasa kamu sengaja menghindariku. Apa aku membuatmu merasa tidak nyamana?” Pertanyaan Erich membuat mata Ernest sedikit terbeliak.
“Jangan berpikir yang aneh-aneh Erich. Mana mungkin aku menghindarimu? Kalau aku melakukan itu berarti aku sudah tidak waras.” Ernest langsung menjawab perkataan Erich dengan suara tegas, meskipun sesaat kemudian Ernest sedikit terdiam.
Apa mungkin… secara tidak sadar, aku benar-benar sudah menjaga jarak dengan Erich, karena aku belum siap untuk memberitahau kebenaran tentang hubunganku dengan putri? Jika tentang aku, Erich memang sangat sensitif. Bahkan saat kami tidak berada dalam satu kota, jika aku sakit atau aku sedang mengalami kesulitan, dia bahkan bisa merasakannya secara langsung, seolah dia melihatku di dekatnya.
Ernest berkata dalam hati, dengan mata menatap ke arah Erich, lalu dia segera bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Erich.
__ADS_1
Bagi Ernest, selama ini Erich memang peka dan bisa merasakan apa yang sedang terjadi pada Ernest, sehingga Ernest sulit sekali untuk berbohong di depan Erich,
Bahkan ketika untuk pertama kalinya Ernest bertemu dengana Tira dan menyukai gadis cantik yang waktu itu masih anak-anak, Erich langsung mendekatinya, dan berkata:
Kendalikan hatimu dengan baik. Bukan masalah dia masih anak-anak, tapi dia adalah seorang putri Gracetian, sedang kita hanya pengawal istana dari kalangan rakyat biasa.
Kata-kata itu, bahkan hingga saat ini selalu terngiang-ngiang di pikiran Ernest setiap kali dia melihat Erich, apalagi saat Erich sudah menunjukkan sikap tidak sukanya ketika Ernest mulai terlihat tidak bisa menutupi rasa sukanya kepada Tira di depannya.
“Jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Sepertinya kamu menjadi lebih sensitif karena sdang bersiap untuk pernikahanmu dengan Cleosa.” Ernest berkata sambil tersenyum ke arah Ercih, setelah menepuk-nepuk pelan bahu Erich yang tampak sedikit menghela nafasnya.
Apa benar yang baru dikatakan oleh Ernest? Apa pikiranku jadi sedikit kacau karena persiapan pernikahanku dengan Cleosa?
“Jangan terlalu dipikirkan Erich, semuanya akan baaik-baik saja. Ah… sebaiknyaa kita segera bersiap untuk menemui yang mulia Alvero. Bukannya beliau berpesan agar kita ikut makan malam bersamanya sebelum kita menyelesaikan tugas penyusupan kita malam ini?” Ernest juga dengan sengaja langsung membahas rencana penyusupana mereka mala mini karena itu pasti adalah hal yang bisa amembuat pikirana Erich teralihkan dengana cepat.
Seperti Ercih yang begitu mengenal Ernest, Ernest pun adalah orang yang sangat mengenal Erich dan bsia mengerti dengan baik apa yang ada di pikiran Erich.
Apa yang bisa membuat pikiran Erich kacau, apa yang bisa mengalihkan pikiran Erich, dan apa yang sedang dipikirkan Erich, Ernest bisa tahu dengan begitu baik.
__ADS_1
“Ya. Kita harus menemui yang mulia sebelum pergi.” Erich langsung menjawab perkataan Ernest dengan meraih jas miliknya yang tadinya tergantung di salah satu sandaran kursi yang ada di kamar itu, sambil berjalan menuju pintu keluar kamar.
“Huft….”
Melihat sikap Erich, Ernest langsung menarik nafas secara diam-diam tanpa diketahui oleh Erich.
Entah sampai kapan aku bisa menyembunyikan kenyaataan tentang hubunganku dengan putri. Kalau saja bisa, aku juga ingin Erich segera tahu tentang kebenaran ini, dan bisa ikut merasakan kebahagiaanku, seperti aku juga sangat berbahagia untuknya ketika dia menemukan Cleosa, tapi hingga saat ini aku belum menemukan cara yang tepat untuk memberitahukan hal ini kepada Erich.
Ernest berkata dalam hati sambil mengikuti langkah-langkah Erich yang sudah mencapai pintu dan membukanya.
# # # # # #
“Aku berdoa yang terbaik untuk kalian berdua. Apapun yanga terjadi di sana, kaliana berdua harus kembali padaku dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Aku tidaka mengijinkan kalian untuk terluka.” Alvero berkata dengan tatapan tajam ke arah kedua pengawal pribadinya itu.
Meskipun itu terdengar arogan bagi Deanda yang berdiri di samping Alvero dan mendengar apa yang dikatakan oleh Alvero, tapi jujur saja, dalam hal ini Deanda mendukung penuh apa yang dikatakan oleh Alvero.
Sebagai orang yang sudah cukup lama mengenal Erich dan Ernest, bagi Deanda, kedua pengawal kembar Alvero itu, juga memiliki tempat khusus yang istimewa di hati Deanda, terutama Ernest yang sejak awal ketika Alvero berusaha mendekati dan menjebaknya dahulu, selalu memperlakukannya dengan begitu baik, dan berusaha membuat Deanda merasa tenang di tengah kegalauannya saat itu.
__ADS_1
Mau tidak mau, Deanda juga harus mengakui baahwa Ernest adalah orang yang berjasa sangat besar terhadap hubungannya dengan Alvero, karena melalui Ernest, Deanda bisa semakin mengenal Alvero dan menyadari baahwa dia akahirnya jatuh cinta dengan semua hal yang dilakukan Alvero demi dirinya.
Jika saja tidak ada perana Ernest waktu itu, Deanda yaakin, samapaia hari ini, dia akana terus menutup hatinya untuk Alvero, dan menaruh kecurigaan terhadap niat hati Alvero padanya.