MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
INGIN SELALU DEKAT DENGANMU


__ADS_3

"Saya sungguh berharap kalau peneror itu bisa segera ditemukan dan ditangkap." Kata-kata Ernest mendadak membuat Tira mengernyitkan dahinya.


"Kenapa Ernest? Apa kamu ingin segera kembali ke Gracetian?" Pertanyaan Tira mau tidak mau membuat Ernest menoleh ke arah Tira dengan wajah kaget, karena jujur saja sebenarnya tidak terbersit sedikitpun keinginannya untuk segera kembali ke Gracetian.


Justru tanpa disadari oleh Ernest sendiri, dia begitu menikmati tugas barunya sebagai pengawal Tira, dan tidak ingin buru-buru kembali ke Gracetian.


Meskipun Ernest tahu dia tidak mungkin bisa mengembangkan perasaannya, tapi bisa berada di sisi Tira dan melihat kehidupan normal gadis itu sebagai salah satu mahasiswa jurusan musik yang berbakat, membuat Ernest merasa senang dan bertekad untuk menjadikan setiap momen yang dia jalani di Amerika bersama Tira sebagai sebuah kenangan manis yang akan dia simpan dalam memorinya seumur hidup.


"Tidak Putri... tidak.... Saya berharap agar peneror itu segera ditangkap agar Putri dijauhkan dari masalah. Bisa hidup bebas sesuai dengan keinginan Putri... seperti dulu lagi." Ernest berkata sambil menarik nafas panjang, berharap Tira tidak salah mengira yang tidak-tidak.


"Ah, syukurlah kalau begitu. Aku kira kamu sudah tidak betah berada di dekatku sehingga ingin segera pergi dari sini." Kata-kata Tira membuat Ernest sedikit tersentak kaget, karena sungguh mati dia justru sangat senang bisa selalu berada di dekat Tira.


Suatu hal yang bahkan dalam angan-anganpun sebelumnya Erenst tidak berani berharap dan tidak berani menginginkannya.


"Tidak mungkin seperti itu Putri. Menjadi pengawal pribadi putri sebaik Anda, siapa yang akan bisa menolak hal baik seperti itu?" Ucapan Ernest yang dikatakannya sambil tersenyum membuat wajah Tira terasa memanas dan langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dari Ernest sambil menahan senyum bahagia di bibirnya.


Apa itu artinya Ernest juga merasa beruntung bisa menjadi pengawal pribadiku. Akh... rasanya aku sungguh tidak tahan untuk tidak bertanya kepada Ernest tentang bagaimana perasaannya padaku. Tapi aku malu.... Dan rasanya itu tidak pantas dilakukan oleh seorang putri sepertiku.


Tira berkata dalam hati sambil berjalan ke arah meja ruang tamu, dan memilih untuk duduk disana sambil menunggu Ernest menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


Hah... untung saja putri segera pergi dari sini, kalau tidak aku benar-benar akan kehilangan konsentrasiku. Setelah ini aku harus memikirkan cara bagaimana agar aku bisa tetap fokus meskipun putri TIra ada di dekatku, karena beberapa waktu ke depan pasti aku harus selalu berada di dekat putri untuk memastikan dia selalu aman.


Ernest berkata dalam hati sambil menambahkan kecepatannya untuk melakukan tugas pemeriksaannya di kamar Tira.


# # # # # #


Aku senang sekali hari ini. Akhirnya aku tahu apa yang diinginkan hatiku. Siapa laki-laki yang bisa membuat hatiku bergetar begitu indah dan membuatku ingin selalu berada di sisinya, juga percaya bahwa dia adalah laki-laki yang akan bisa membuatku bahagia dan melindungiku sebagai wanitanya.


Wajah bahagia dan senyum yang terus tersungging di bibirnya terlihat saat Tira berkata-kata dalam hatinya tentang perasaannya sendiri terhadap Ernest.


Aku sungguh berharap, Ernest juga memiliki perasaan yang sama. Dan kalaupun tidak, aku harap dia belum memiliki gadis idamannya sendiri, sehingga aku memiliki kesempatan untuk menarik hatinya. Meskipun jika dipikir secara logika, orang sepopuler dan sebaik Ernest, rasanya tidak mungkin belum memiliki seorang gadis yang disukainya. Tapi aku masih memiliki kesempatan kan?


Rasanya hari ini hati Tira merasa bahagia, dan itu terjadi sejak dia sadar bahwa dia telah jatuh cinta pada Ernest, dan dia cukup bangga bahwa sosok laki-laki yang dicintainya adalah laki-laki baik hati dan memiliki aura yang melindungi begitu kuat.


"Semuanya sudah saya pastikan dalam kondisi aman Tuan Putri." Meskipun sedari tadi mata Tira terus menatap ke arah kamarnya, tapi begitu Ernest keluar dari kamarnya dan memberikan laporan hasil pemeriksaan masih saja membuat Tira sedikit tersentak kaget.


"Ooo, oke...."


"Kalau begitu... saya permisi dulu Putri. Saya akan menyelesaikan usaha penyelidikan dengan Steven, sedang Edi ke bengkel untuk memperbaiki mobil Putri."

__ADS_1


"Ah..." Sebuah desaaa...hhan pendek langsung terdengar dari bibir Tira yang rasanya belum ingin berpisah dari Ernest.


Sayangnya Tira tidak memiliki alasan cukup kuat untuk menahan Ernest di tempatnya, sampai...


Kalau aku tidak bisa menahannya di sini, kenapa aku tidak mencari alasan untuk ikut dengan dia ke apartemen sebelah?


Tira langsung tersenyum begitu pikirannya menemukan cara untuk tetap dekat dengan Ernest.


"Ernest, aku juga ingin melihat rekaman cctv dan ikut melakukan pengamatan terhadap rekaman itu. Aku akan ikut denganmu ke sebelah."


"Eh?" Ernest yang sudah bersiap melangkah pergi langsung menoleh dengan kaget begitu mendengar permintaan Tira untuk ikut ke apartemen yang ditinggalinya bersama Steven dan Edi.


"Tapi Tuan Putri... lebih baik Putri beristirahat dan biarkan kami yang menyelesaikannya." Dengan halus Ernest menolak permintaan Tira.


Tadi saja ketika Tira terus mengekor padanya, Ernest sudah kehilangan fokusnya, apalagi jika nanti Tira ikut dengannya di apartemen, Ernest yang belum siap dan belum bisa mengendalikan pikirannya tentu saja merasa khawatir justru di depan Tira nanti dia akan kelihatan bodoh dan tidak profesional karena hilangnya konsentrasinya.


"Tidak, aku juga ingin melihat rekaman cctv itu. Lagipula, aku lebih mengenal area kampus beserta dengan orang-orang yang biasa lalu lalang di lingkungan kampus. Kalian bertiga kan masih beberapa hari saja di sini. Pasti aku akan banyak membantu kalian nanti." Tira bersikeras untuk tetap ikut dengan alasan yang sebenarnya masuk akal, tapi Ernest masih saja berharap Tira mengurungkan niatnya.


"Tapi Putri...."

__ADS_1


"Aku akan mandi dan berganti pakaian. Kamu kembali saja ke apartemenmu. Setelah aku mandi, aku akan segera menyusul ke sana." Tanpa perduli dengan Ernest yang masih berniat mencegahnya ikut ke apartemennya, Tira langsung melangkah pergi meninggalkan Ernest yang hanya bisa melongo melihat Tira yang melangkah dengan sikap bergegas untuk segera mandi.


__ADS_2