MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
SUDAH SEJAK LAMA


__ADS_3

Ah… ternyata harapanku tadi bisa bertemu putri lagi hari ini sia-sia belaka… putri tidak akan datang ke kampus hari ini. Sepertinya aku harus cukup puas hanya dengan membayangkan putri di pikiranku untuk hari ini. Semoga besok aku mendapatkan kesempatan untuk bukan sekedar bertemu di kelas, tapi bisa berbicara pada Putri meskipun hanya sebentar saja.


Ernest berkata dalam hati dengan mood yang benar-benar buruk hari ini. Hatinya terasa begitu kosong dan malas melakukan apapun seolah sekarang keberadaan Tira sudah seperti baterai yang bisa mengisi daya dalam tubuhnya.


Putri… anda benar-benar adalah satu-satunya orang yang bisa membuatku menjadi seperti bukan aku yang biasanya. Bahkan aku bisa gila jika anda terus mengabaikanku seperti ini, tanpa tahu apa yang sudah membuat putri bersikap seperti ini padaku.


Ernest kembali berkata dalam hati sambil membayangkan bagaimana selama ini setiap bertemu dengannya, Tira yang merupakan sosok yang lembah lembut dan anggun itu selalu saja membuat matanya tidak berkedip saat melihat sosok cantik gadis itu.


Ingatan Ernest kembali pada saat pertama kali dia dan Erich masuk ke istana dan secara resmi diangkat sebagai pengawal pribadi Alvero.


Saat itu usia Ernest dan Erich masih baru saja menginjak 17 tahun, dan meskipun sejak kecil mereka disiapkan untuk menjadi pengawal pribadi Alvero dengan pelatihan fisik maupun bekal ilmu yang membuat mereka berdua harus bekerja keras di bagian luar istana yang bukan merupakan istana utama, akhirnya Erich dan Ernest masuk ke dalam istana ketika usia mereka dianggap sudah masuk ke usia dewasa.


Ketika itu, dengan hasil yang dicapai mereka, dimana secara fisik dan pengetahuan baik Erich dan Ernest adalah yang terbaik diantara yang lain, sehingga dengan cepat mereka diangkat sebagai pengawal pribadi Alvero yang seumuran dengan mereka dengan statusnya sebagai putra mahkota Gracetian.

__ADS_1


Sebagai pengawal pribadi Alvero, baik Erich dan Ernest memang diperlakukan lebih istimewa dibandingkan dengan pengawal lain, salah satunya adalah disambut dan diperkenalkan secara resmi dengan seluruh putri dan pangeran penghuni istana Gracetian.


Ernest ingat saat itu matanya langsung terpaku pada sosok gadis kecil, yang di usianya yang berjarak cukup jauh darinya, karena Ernest bisa melihat bagaimana gadis kecil itu sudah memperlihatkan sisi lembut dan anggunnya meski usianya masih sangat kecil.


Tanpa disangka oleh Ernest, ketika dia sedang begitu menikmati keberadaan sosok gadis cilik yang cantik itu, tiba-tiba gadis itu berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum yang hingga detik ini tidak bisa dilupakan oleh Ernest.


“Selamat malam, apa Kakak adalah pengawal kembar yang akan menjadi pengawal pribadi kak Alvero, yang bernama Ernest?” Pertanyaan dengan sikap polos dari gadis kecil itu membuat Ernest yang memiliki tubuh jauh lebih tinggi dari gadis kecil yang masih berusia di bawah 10 tahun itu tersenyum dan langsung berlutut dengan salah satu kakinya, sedang kakinya yang lain dalam posisi tegak lurus dengan tanah, agar dia bisa berbicara dengan menatap lurus ke arah gadis kecil yang baginya terlihat begitu cantik itu.


“Darimana Putri tahu kalau saya yang bernama Ernest? Kata orang... hanya beberapa orang saja yang bisa membedakan kami berdua.” Dengan sikap ramah, Ernest langsung bertanya pada gadis kecil itu.


“Jangan sampai saudara kembarmu mendengar ya..... Kata semua orang di dalam istana, Erich adalah yang tidak pernah tersenyum dan kaku seperti patung, sedang Ernest adalah kembarannya yang selalu tersenyum pada semua orang. Kata yang lain, kalau mau menemukan siapa Ernest, tinggal tersenyum ke arahnya, jika tidak membalas senyummu, berarti itu adalah Erich, sedangkan jika dibalas, itu pasti Ernest.” Penjelasan polos dari gadis kecil dengan suara berbisiknya itu membuat Ernest tersenyum geli.


“Meskipun jauh berbeda, aku tahu sebenarnya kalian berdua orang yang baik. Tolong jaga kakakku Alvero dengan baik ya. Kak Alvero sudah sejak kecil ditinggalkan Auntie Larena, yang katanya pergi ke surga. Kalau ada kalian, mungkin kak Alvero tidak akan kesepian dan bersedih lagi karena akhirnya ada yang menemaninya.” Kata-kata gadis kecil itu sungguh membuat dada Ernest berdesir, melihat bagaimana gadis sekecil itu sudah mengerti tentang arti perduli, meskipun dia adalah seorang putri yang pastinya banyak mendapatkan pelayanan dan perlakuan istimewa yang kadang justru membuatnya menjadi orang yang sombong dan tidak perduli dengan orang lain.

__ADS_1


Putri yang satu ini, sepertinya benar-benar memiliki sifat yang berbeda dengan putri yang lain. Semoga Anda tumbuh dengan baik dan menjadi putri yang bisa menjadi panutan bagi banyak orang. Aku sungguh beraharap, putri akan tumbuh cantik dan menjadi kebanggaan Gracetian. Sepanjang hidup putri, semoga putri selalu hidup bahagia, dan dipertemukan dengan jodoh yang dicintai putri dan memperlakukan putri dengan penuh cinta.


Untuk pertama kalinya, itu adalah doa yang diucapkan oleh Ernest secara tulus untuk masa depan Tira.


Saat itu, seolah Ernest tidak bisa menahan dirinya untuk mengucapkan semua harapan yang terbaik untuk Tira.


“Tira Lennan… namaku Tira Lennan. Kamu harus selalu mengingat namaku baik-baik, karena selamanya aku akan selalu ingat dengan namamu juga, Ernest Anzo….” Kata-kata dari bibir mungil itu kembali membuat Ernest tersenyum geli.


“Tapi… aku tidak suka memangilmu dengan sebuatan kakak, paman, tuan atau apapun yang membuatmu terlihat jauh lebih tua dariku. Meskipun kamu sudah remaja, tapi aku mau kita menjadi teman akrab ke depannya.” Perkataan Tira membuat Ernest mengernyitkan keningnya.


“Ernest… karena kamu adalah pengawal pribadi kak Alvero, aku tidak akan memanggilmu kakak, tapi aku akna memanggilmu dengan sebutan Ernest. Kelak… aku akan selalu menjadi pendukungmu dan melindungimu jika ada putri atau pangeran lain yang bersikap jahat padamu.” Kata-kata Tira waktu itu benar-benar hampir membuat tangan Ernet bergerak ke arah kepala Tira dan mengelus lembut rambutnya dengan penuh kasih sayang.


Sayangnya Ernest masih sadar sepenuhnya akan statusnya sebagai pengawal yang tidak mungkin melakukan hal kurangajar seperti itu kepada seorang putri yang kedudukannya jauh di atasnya, meski putri itu masih berusia kurang dari 10 tahun, sedangkan Ernest sendiri sudah berusia 17 tahun saat itu, sehingga dia segera mengendalikan hati dan pirkirannya agar tidak bertindak sesuatu yang bisa membautnya emnyesal seumur hidupnya karena hukuman berat yang pasti akan dia terima jika berani melakukan hal seperti itu pada Tira.

__ADS_1


__ADS_2