MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
INGIN LEBIH TAHU TENTANGMU


__ADS_3

Kalau aku tahu Ernest akan semanis ini ketika menjadi kekasihku, seharusnya sejak lama aku membuatnya mengakui perasaan cintanya padaku. Tapi… memang sejak kapan dia sudah jatuh cinta padaku? Apa sejak aku membelanya di depan para penggosip di istana waktu itu? Atau… sejak dia menjadi pengawal pribadiku?


Tira terus berkutat dengan pikirannya, sampai dia tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di tempat yang mereka tuju, The River cafe, yang dikenal dengan makanan enak dan pemandangan sungainya yang luar biasa cantik, dan ada beberapa sisi dari café yang menampilkan suasana romantis dengan lampu-lampu yang terlihat menambah suasana eksotis dan romantis.


(The River Café adalah restoran berbintang Michelin yang terletak di bekas tongkang kopi di East River di bawah Jembatan Brooklyn, berdiri sejak tahun 1977).


Tira sengaja mengajak Ernest berkencan di The River café, karena pada dasarnya Tira adalah gadis yang menyukai pemandangan yang berbau air, apalagi saat malam hari dengan lampu yang menyala di sekitar café maupun bangunan gedung-gedung dengan lampu-lampunya yang memantul di air sungai, bagi Tira, sungguh pemandangan yang cantik dan menenangkan hati.


Aku sungguh merasa penasaran, sejak kapan Ernest jatuh cinta padaku? Karena kalau diingat-ingat, sejak dulu Ernest selalu bersikap baik padaku. Tapi... bukannya Ernest selalu bersikap baik pada semua orang? Bukan hanya padaku saja. Apa dia juga sepertiku yang baru menyadari kalau sudah jatuh cinta padanya?


Tira terus berkata dalam hati sambil melirik ke arah Ernest yang baru saja mematikan mesin mobil setelah memarkirkan mobil.


“Hah…” Dess…ssahan pelan dari Tira, membuat Ernest yang sudah berniat membuka pintu mobil dan berencana untuk segera membukakan pintu Tira langsung menoleh.


“Kenapa? Apa ada yang membuatmu tidak tenang? Apa kamu tidak suka dengan tempat ini? Apa perlu kita pergi saja ke tempat lain?” Ernest langsung mengajukan banyak pertanyaan yang membuat Tira langsung tertawa senang.

__ADS_1


“Ternyata kamu bisa cerewet juga ya Ernest?” Tira berkata sambil mengingat sosok nyonya Rose yang terkenal begitu cerewet, meskipun Tira tahu kalau nyonya Rose selalu cerewet untuk kebaikan para putri dan pangeran yang tinggal di istana Gracetian.


Sebagai kepala pelayan yang menguasai semua hal tentang kebersihan, penataan, juga semua menu makanan yang disuguhkan di meja makan istana, nyonya Rose adalah orang yang boleh dibilang paling mengerti dengan satu persatu para putri dan pangeran yang tinggal di istana, terutama tentang Alvero yang dirawatnya sejak lahir.


“Aku tidak ingin kemanapun. Aku memang ingin pergi ke tempat ini bersamamu.” Tira berkata sambil membuka sendiri pintu mobil di sampingnya, karena hari ini, dia ingin Ernest menempatkan posisinya bukan sebagai pengawal pribadinya, tapi sebagai kekasihnya.


“Lalu kenapa kamu terlihat menghela nafas barusan?” Ernest yang buru-buru menyusul Tira langsung bertanya begitu dia berada di dekat gadis cantik itu.


“Karena aku sungguh menyesal… kenapa tidak sedari awal aku mengajakmu ke tempat indah ini. Pergi ke tempat romantis ini bersamamu.” Mata Ernest sedikit terbeliak mendengar perkataan Tira yang diucapkan sambil tersenyum manis ke arahnya, dan langsung meraih lengan Ernest, dan memeluknya dengan erat.


Ernest berkata dalam hati sambil menarik kepala Tira agar bersandar padanya, sambil melangkah, berjalan memasuki area The River Café, memilih tempat dimana mereka paling bisa menikmati pemandangan air sungai dari tempat mereka berada.


“Itu semua karena kamu tidak dengan cepat menyatakan perasaanmu padaku. Coba kalau sejak awal kamu segera bilang cinta, pasti sejak lama kita bisa pergi berdua di tempat romantis ini.” Perkataan Tira membuat senyum di wajah Ernest melebar.


“Apa kamu ingin aku langsung menyatakan cintaku saat aku menyadari bahwa aku sudah jatuh cinta padamu? Sepertinya itu adalah hal yang sangat mustahil untuk aku lakukan padamu.” Ernest berkata dengan senyum masih menghias bibirnya, karena dia ingat bagaimana pertemuan pertama mereka ketika Tira bahkan masih berusia kanak-kanak, dan Ernest sadar sepenuhnya bahwa dia sudah jatuh cinta pada gadis kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa ini.

__ADS_1


“Kenapa begitu? Apa…” Tira menghentikan kata-katanya karena pelayan yang tadi dipanggil oleh Ernest melalui lambaian tangannya sudah berada di dekat mereka.


“Ernest… mau pesan apa kita hari ini?” Tira bertanya dengan wajah penuh semangat, sedikit melupakan pertanyaan sebelumnya pada Ernest.


“Terserah kamu saja, apapun yang kamu pilihkan aku akan menikmatinya.” Ernest yang pada dasarnya bukan orang yang rewel dalam hal makanan berkata sambil tersenyum.


Ah… kalau Ernest selalu tersenyum dengan manisnya seperti itu, bagaimana aku bisa mengalihkan perhatianku darinya?


Tira melengauh dalam hati sambil menatap Ernest tanpa bosan-bosannya.


“Selama ini, kamu banyak tahu tentang aku, tapi bahkan makanan kesukaanmu aku belum tahu. Karena itu, kamu harus memilih menu hari ini agar aku tahu seleramu dengan baik. Aku mau tahu semuanya tentang kamu.” Kata-kata Tira membuat Ernest yang duduk dengan menyilangkan kedua kakinya lagi-lagi hanya bisa tersenyum melihat bagaimana manjanya gadis itu terhadapnya sekarang.


“Kamu tidak perlu khawatir, sudah aku katakan apapun yang kamu pilihkan pasti aku makan dengan lahap, karena semua yang kamu suka, termasuk makanan kesukaanmu, aku juga suka….” Ernest berkata sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Tira yang duduk tepat di hadapannya, sambil meraih tangan Tira dan menggenggamnya dengan lembut, membuat dada Tira kembali berdebar.


“Permisi… apakah Anda berdua siap untuk melakukan pemesanan, atau saya kembali lagi beberapa waktu lagi?” Pelayan yang berdiri di dekat meja mereka mau tidak mau bertanya setelah melihat bagaimana kedua orang itu mengumbar kemesraan tanpa segera melakukan pemesanan.

__ADS_1


Bagi pelayan itu, sudah begitu sering dia melihat pasangan romantis yang datang ke tempat itu dan bermesraan sambil menikmati makan mereka di tempat itu, tapi melihat Ernest dan Tira, rasanya membuat pelayan itu bisa merasakan bagaimana kedua orang itu benar-benar sedang dimabuk cinta saat ini.


__ADS_2