
“Pak Romeo, bisakah kita bertemu di luar sekarang? Sepertinya aku sudah menemukan bukti kuat tentang siapa peneror itu.” Ernest langsung menyampaikan niatnya untuk mengajak Romeo agar bisa bertemu dengannya di luar kampus.
“Maaf Ernest, untuk saat ini aku tidak bisa keluar dari kampus, karena ada sebuah keributan besar yang sedang terjadi di kampus saat ini. Kalau kamu mau melihatnya, kamu bisa ke kampus sekarang meskipun sementara waktu kita tidak bertemu, karena keributan ini berhubungan erat dengan Tira….” Kata-kata Romeo yang diucapkan dengan suara yang semakin pelan membuat Ernest langsung mengeryitkan dahi dengan wajah bertanya-tanya.
Apa yang sebenarnya terjadi di kampus? Kenapa pak Romeo terlihat sedang kebingungan? Keributan apa yang dimaksudkan pak Romeo berkaitan erat dengan putri?
Ernest berkata dalam hati dengan sikap penasarannya.
"Bagaimana Ernest? Bisakah kamu segera datang? Aku tidak bisa terlalu lama menerima panggilan telepon darimu, karena dekan fakultas musik sepertinya sedang mencariku, karena rektor kampus sedang bertugas di luar kota." Romeo kembali berkata dengan setengah berbisik pada Ernest dengan mata melirik ke arah belakangnya dimana beberapa orang sedang berkumpul di sana, termasuk Luis yang sedang menatap ke arahnya, sedang menunggu Romeo kembali ke tengah-tengah mereka.
“Baik Pak Romeo, aku akan segera ke kampus sekarang.” Ernest menjawab perkataan Romeo dengan hati masih dipenuhi dengan banyak tanda tanya.
“Oke Ernest, sebaiknya kamu secepat mungkin bisa datang ke sini dan melihat sendiri apa yang sudah terjadi di sini. Maaf, aku harus segera pergi karena banyak orang sudah berkumpul di kantorku. Sampai nanti.” Tanpa memberikan penjelasan apapun pada Ernest, Romeo mematikan panggilan teleponnya setelah memberitahukan kepada Ernest agar secepatnya datang ke kampus.
"Apa yang sedang terjadi Tuan Ernest?" Edi yang sedang menyetir langsung bertanya kepada Ernest.
"Aku belum bisa memastikan apapun, tapi sepertinya ada sebuah kejadian yang cukup besar sudah terjadi di kampus. Dan kata pak Romeo, itu berkaitan erat dengan putri Tira. Kita harus segera ke kampus sekarang." Ernest berkata sambil menggigit bagian bawah bibirnya.
Semoga yang terjadi di kampus adalah hal yang baik meskipun berhubungan dengan putri. Aku harap kejadian itu tidak berpengaruh buruk terhadap putri.
__ADS_1
Ernest berkata dalam hati sambil merenung, mencoba menebak apa yang sebenarnya sudah terjadi di kampus, kenapa Romeo terlihat gugup dan terdengar tegang tadi saat berbicara dengannya.
Entah kenapa, apapun yang berhubungan dengan Tira bagi Ernest sangat mempengaruhi emosi Ernest, dan membuat hatinya tidak tenang jika itu menyangkut tentang hal yang bisa berakibat buruk pada Tira.
"Aduh Tuan Ernest, saya jadi ikut merasa tegang." Edi berkata sambil menambah laju kecepatan mobil yang dikendarainya, ingin secepatnya sampai di kampus dan melihat apa yang sudah terjadi di sana.
Jangankan kamu Edi, aku jga merasa sangat tidak tenang karena kata-kata pak Romeo.
Ernest berkata dalam hati dan berharap agar mereka bisa segera sampai di kampus dan melihat apa yang sudah terjadi di sana.
# # # # # #
Ketika Ernest dan Edi sampai di dekat ruangan Romeo, tampak banyak orang sedang berkumpul di sana, membuat Ernest semakin mempercepat langkah-langkah kakinya.
"Kenapa bisa begitu?"
"Bukannya Robin selama ini dikenal sebagai mahasiswa yang baik?"
"Sungguh mengerikan."
__ADS_1
"Tindakan Robin bisa benar-benar membawanya ke penjara."
"Kasihan sekali Tira mendapatkan penggemar rahasia yang mengerikan seperti Robin."
"Untung sekali sampai sekarang Tira baik-baik saja."
"Kasihan sekali Tira, dia pasti ketakutan."
"Aku juga baru tahu kalau ternyata Tira mengalami teror mengerikan seperti itu."
Semua perkataan para mahasiswa yang sedang berkumpul itu membuat Ernest langsung tahu kalau keberadaan Robin sebagai peneror Tira sudah diketahui banyak orang, dan entah siapa yang sudah menyebarkan berita tentang itu, karena setahu Ernest, Tira hampir tidak pernah menceritakan pada orang lain tentang kondisinya, kecuali pada Anna dan tentu saja dia dan tim pengawal pribadinya, serta keluarganya di Gracetian.
Bagi Ernest, Anna sebagai sahabat dekat Tira yang selalu mendukungnya tidak akan mungkin menyebarkan berita tentang hal itu, kecuali... Robin sudah tertangkap dan terbukti sudah melakukan hal mengerikan itu pada Tira.
"Permisi, apa yang sudah terjadi? Apa hubungan Tira dengan Robin?" Ernest akhirnya bertanya kepada salah satu mahasiswa yang sedari tadi dia lihat dan dengar sibuk bercerita kepada yang lain, seolah-olah dia tahu tentang semua yang sedang terjadi di dalam ruangan itu.
"Eh Ernest? Ah kamu pasti buru-buru datang ke sini karena mengkhawatirkan Tira." Mahasiswa yang menerima pertanyaan dari Ernest itu dengan percaya dirinya berkata kepada Ernest yang dia tahu kalau Ernest memang begitu menyukai Tira dan berusaha mngejar-ngejarnya dengan melakukan berbagai hal romantis untuk Tira.
"Tentu saja aku akan khawatir kalau ada sesuatu yang buruk pada Tira. Tapi memangnya apa yang sudah terjadi? Sepertinya Tira tidak ada di sini?" Ernest berkata sambil menatap ke sekelilingnya, memastikan bahwa memang benar Tira tida ada di sana, karena dia memang sedang berada di mansion keluarga Shaw, meskipun hatinya sungguh berharap masih bisa melihat sosok Tira hari ini.
__ADS_1