MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
BERSIKAP UNTUK KEDATANGAN ALVERO


__ADS_3

Jika peneror itu bisa segera diketemukan, makan putri Tira tidak akan lagi hidup dalam bahaya yang mengancam keselamatannya. Aku bisa tenang setelah peneror itu tertangkap.


Ernest berkata dalam hati, dengan pikirannya yang jauh berbeda dengan Tira yang justru menyangka Ernest akan senang dengan ditangkapnya peneror itu, karena Ernest ingin segera kembali ke Gracetiam, dan itu artinya, Ernest akan meninggalkannya.


"Ernest...." Begitu Ernest menghentikan sambungan teleponnya, Tira langsung menyebutkan nama Ernest sambil menatapnya dengan pandangan lurus ke arah Ernest.


"Ya Putri... ada apa?" Ernest yang masih menyisakan senyum di bibirnya, menjawab panggilan Tira sambil meletakkan handphonenya ke atas meja.


Tira kembali menghela nafasnya begitu melihat senyum Ernest, yang pastinya membuat dia kembali berpikir, dan semakin yakin kalau Ernest sangat menantikan kepulangannya ke Gracetian.


"Apa benar yang baru aku dengar tadi? Kak Alvero dan kak Deanda akan datang ke Amerika malam ini?"


"Benar Putri, beliau bersama rombongan akan berangkat siang ini ke Amerika untuk memenuhi undangan tuan Ornado dan nyonya Cladia yang akan mengadakan pameran." Ernest langsung mengiyakan pertanyaan Tira.


"Meskipun mereka berencana untuk menginap di mansion milik keluarga tuan Dave Shaw, tapi Erich mengatakan kalau yang mulia dan permaisuri akan mampir ke tempat ini untuk menemui putri." Ernest melanjutkan bicaranya kepada Tira yang wajahnya tampak serius.


"Kalau begitu, aku akan meminta orang untuk membersihkan tempat ini sekarang." Tira berkata sambil bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Biasanya Tira akan menyewa petugas kebersihan seminggu 2 sampai 3 kali untuk membersihkan apartemennya.


Tidak setiap hari karena kondisi apartemen Tira yang memang rapi dan bersih, juga jarang ditempati selama 24 jam, apalagi jika Tira sedang sibuk di kampus, sehingga Tira hanya memanggil bantuan saat dia merasa apartemennya butuh untuk dibersihkan.


Harusnya, hari ini adalah jadwal petugas kebersihan untuk datang, akan tetapi karena sejak semalam ada Ernest di sana, tadi pagi Tira sudah membatalkan panggilan kepada petugas kebersihan yang biasa membantunya.


"Tidak perlu Putri, biar saya yang membantu Putri untuk membersihkan apartemen ini." Ernest langsung menawarkan diri, karena untuk seorang Ernest, hal seperti itu adalah sesuatu yang mudah, apalagi dia sendiri ingin memastikan kalau barang-barang pribadinya, dan juga jejak kehadirannya di apartemen Tira harus bisa dia singkirkan sebelum Alvero dan yang lain datang ke tempat itu.


“Lagipula, sebentar lagi Steven dan Edi akan menyusul kita di sini. Mereka bisa membantu kita membersihkan apartemen Putri.” Ernest kembali berkata untuk meyakinkan Tira.


“Jangan khawatir Putri, sebagai pria yang dididik keras dalam dunia militer, kami harus bisa melakukan semua pekerjaan, termasuk berburu, memasak, dan membersihkan tempat tinggal, dimanapun kami berada. Dan jika Putri tahu, bahkan kami ini, para pengawal istana, adalah orang yang dikenal cepat dalam bekerja. Putri bisa membuktikannya nanti.” Sebuah senyum lebar langsung tersungging di wajah Tira begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Ernest.


Bagaimana bisa Tira tidak percaya kepada Ernest setelah belajar dari pengalaman, sepertinya memang tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Ernest, sehingga untuk saat ini, apapun yang dikatakan oleh Ernest padanya, Tira pasti akan percaya sepenuhnya.


"Kalau begitu, kita mulai sekarang saja berberesnya." Tira berkata sambil bangkit dari duduknya, dan berjalan mengambil peraltan untuk mulai membersihkan apartemennya.


Meskipun Tira adalah seorang putri dari Gracetian, yang jika berada di istana akan dilayani selama 24 jam untuk memenuhi segala keperluannya, akan tetapi sejak dia mulai kuliah, Tira yang ingin mandiri lebih memilih untuk hidup tanpa banyak orang di dekatnya, sehingga dia tidak mau ada pelayan yang tinggal menginap di apartemennya.

__ADS_1


Sudah sejak lama, Tira ingin merasakan hidup di luar istana, dan menjadi seperti gadis lainnya, yang tidak terikat dengan begitu banyaknya aturan seperti apra bangsawan di negara dengan sistem kerajaan seperti Gracetian.


Bagi Tira yang sadar bahwa dia juga tidak mungkin melepas statusnya sebagai seorang putri yang dia dapatkan sejak lahir, kesempatan dia untuk dapat hidup bebas seperti itu, hanya akan bisa dapatkan di amsa-masa kuliahnya, sehingga dia berusaha menikmati sebisa mungkin masa-masa kuliahnya.


Hanya saja, kehadiran peneror itu sudah membuat semuanya menjadi berantakan, sehingga kehidupannya jadi sedikit kacau.


Namun di sisi lain, ada rasa bahagia dalam hati Tira begitu dia mengingat akibat adanya teror itu, akhirnya Alvero mengirimkan Ernest ke sisinya, sehingga dia bisa bersama Ernest, dan menyadari bagaimana dia sudah menemukan laki-laki idaman hatinya.


# # # # # # #


“Ernest… tadi aku dengar sekilas ketika kamu berbicara dengan Steven di telepon, Alaya sudah hamil ya ternyata?” Sambil melap perabot apartemen, sedang Ernest merapikan beberapa perabot yang tampak bergeser dari tempatnya agar rapi kembali, Tira bertanya kepada Ernest.


“Iya Putri, saya dengar begitu.”


“Ah… senanag sekali mendengar berita bahagia itu. Bayangkan Ernest, setelah keributan yang sempat dibuat Alaya untuk membatalkan perjodohannya dengan duke Evan, akhirnya mereka bisa bahagia dan bahkan akan segera menjadi orangtua.” Tira berkata sambil membayangkan wajah bahagia Alaya dan Evan saat mengerahui bahwa mereka akan segera dikaruniai seorang bayi.


“Saya juga tidak menyangka, kalau ternyata di masa lalu sebenarnya mereka pernah menjadi sepasang kekasih yang terpisah karena perbuatan jahat orang yang tanpa sadar tertutup selama bertahun-tahun. Untung saja semuanya sudah kembali seperti sedia kala, dan mereka tidak akan terpisahkan lagi.” Ernest menanggapi perkataan Tira dengan senyum di wajahnya juga.

__ADS_1


__ADS_2