
Selamat malam yang mulia Alvero, kami sudah kembali ke mansion keluarga Shaw sekitar pukul 3 dini hari ini. Semuanya berjalan dengan lancar meskipun keberadaan kami sempat diketahui oleh para penghuni rumah tuan Theo, akan tetapi mereka tidak bisa mengenali dan meskipun mereka mencoba, tapi mereka tidak berhasil mengejar kami. Mereka benar-benar kehilangan jejak kami.
Untuk masalah itu sepertinya kita tidak perlu khawatir kalau-kalau mereka mengenali kami sebagai para pengawal istana Gracetian.
Saya akan menuliskan detail kronologi dari apa yang sudah terjadi malam ini kepada yang mulia….
Dengan gerakan tangan yang sangat cepat, Erenst berusaha menuliskan secara detail semua peristiwa yang dialaminya bersama Erich selama mereka melakukan penyusupan tadi di rumah Theo.
Ernest juga menuliskan semua benda-benda yang berhasil dia bawa bersama dengan Erich dari rumah Theo.
Benda-benda yang dirasa mereka cukup mencurigakan, dan mungkin bisa menguak misteri dari hubungan antara Theo dan Eliana yang sebenarnya.
Setelah Ernest menuliskan pesan kepada Alvero sebanyak ribuan kata, pada akhirnya, Ernest bisa menarik nafas lega karena tidak ada sedikitpun pesan balasan masuk ke handphonenya, terutama dari Alvero.
Ernest sengaja menunggu beberapa saat lagi untuk memastikan bahwa Alvero benar-benar memang sudah tertidur sehingga tidak membalas pesan-pesan itu.
Akhirnya, aku bisa sedikit beristirahat sekarang.
Ermest berkata dalam hati sambil membaringkan tubuhnya tepat di sebelah Erich dengan begitu hati-hati, karena Ernest tidak mau Erich merasa kaget jika gerakan tubuhnya terlalu kasar dan keras ketika menyentuh kasur sehingga menimbulkan goncangan dan membangunkan Erich yang sedang menikmati tidurnya.
Selamat malam putri, selamat malam cintaku… sampai besok pagi kita bertemu kembali untuk saling melepas rindu. Aku sungguh tidak sabar menunggu waktu untuk bertemu denganmu, meskipun mungkin aku harus cukup puas dengan memandangimu dari jauh.
Ernest berbisik dalam hati sambil membayangkan sosok cantik Tira, membuat hatinya merasa tenang, dan bayangan sosok Tira seperti obat tidur yang manjur bagi Ernest, karena hanya dengan membayangkan wajah cantik itu, Ernest langsung tertidur lelap dalam hitungan menit.
__ADS_1
# # # # # # #
“Ah….” Begitu bangun dari tidurnya dan meregangkan otot-otot tubuhnya, Tira langsung tersenyum dengan wajah segar dan bahagianya.
Apalagi pertama kali yang diingat Tira ketika bangun dari tidurnya adalah sosok tampan Ernest yang sepertinya sulit untuk lepas dari pikirannya beberapa waktu ini.
Setelah bertemu dengan yang mulia Alvero pagi ini, aku akan mengantarmu ke kampus, dan kita bisa menjalankan rencana kita untuk memancing emosi pak Luis, dengan menunjukkan bahwa kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Selama menunjukkan kemesraan kita di depan Luis, jangan sedetikpun kamu menjauh dariku, karena Luis adalah orang yang sepertinya cukup berbahaya. Kamu harus terus berada di sampingku agar tidak celaka karena Luis yang sangat licik itu.
Jangan mengenakan pakaian terlalu terbuka dan ketat di kampus, karena bisa saja itu memancing Luis untuk berbuat jahat dan nekat padamu. Jangan sampai kamu semakin memancing rasa ketertarikannya padamu. Apalagi tanpa perlu kamu berpenampilan seperti itu, orang sudah tahu kalau kamu adalah gadis tercantik dan paling menarik di kampus itu.
Beberapa pesan yang baru saja dia baca dari Ernest, membuat hati Tira semakin penuh dengan perasaan senang dan bahagianya, meskipun di pesan terakhirnya, Ernest mulai menunjukkan sisi posesifnya sebagai seorang kekasih.
Tira berkata sambil tersenyum lebar karena begitu bangga bisa memiliki kekasih seperti Ernest yang bukan hanya tampan, tapi selalu tampil sempurna dengan segala kemampuannya, sehingga membuat orang lain sulit untuk bisa menemukan apa kekurangan Ernest.
Mengingat pesan dari Ernest barusan, Tira segera beranjak bangun dari tempat tidurnya, untuk membersihakn diri sebelum bertemu Ernest.
Meskipun Tira bukanlah seorang gadis pesolek, tapi sejak dia menyadari perasaan cintanya pada Ernest, entah kenapa, dia jadi betah berlama-lama berada di depan kaca untuk memastikan bahwa dia sudah berpenampilan terbaik dan sempurna, sebelum bertemu dengan Ernest.
Dalam hatinya, Tira selalu ingin tampil cantik di hadapan Ernest, sehingga mata Ernest hanya tertuju padanya seorangseorang, meskipun tanpa melakukan itu hati Ernest memang sudah terpaku pada Tira.
# # # # # #
__ADS_1
“Selamat pagi Yang Mulia Alvero.” Baik Ernest dan Erich langsung memberikan sapaan sekaligus salam penghormatannya kepada Alvero yang sedang berjalan menuju ruang makan berukuran besar yang ada di mansion keluarga Shaw, untuk mengikuti acara makan pagi bersama yang lain.
"Selamat pagi Erich, Ernest... Semalam aku belum sempat membaca pesan-pesanmu karena permaisuri ingin beristirahat lebih awal.... "
"Uhuk.... " Suara batuk dari Deanda karena tersedak dengan ludahnya sendiri langsung terdengar karena perkataan Alvero barusan.
Dasar yang mulia, bisa-bisanya menggunakan namaku untuk menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya dia kelelahan tadi malam karena beberapa kali sudah meminta jatahnya. Entah kenapa kalau kami sedang berada di luar Gracetian justru membuat yang mulia Alvero semakin menggebu-gebu dalam bercinta.
Deanda berkata dalam hati sambil melirik ke wajah tampan suaminya yang hanya ternyum mendengar suara batuk Deanda.
Dan tanpa mengatakan apapun, dengan gerakan pelan, telapak tangan Alvero tampak sibuk menepuk-nepuk lalu mengelus-elus pelan punggung Deanda dengan penuh kasih sayang.
"Anda tidak apa-apa Permaisuri Deanda? Apa perlu saya mengambilkan air untuk Anda?" Dengan cepat Ernest yang melihat Deanda tersedak langsung bertanya.
Telapak tangan Deanda langsung bergerak ke kanan dan ke kiri begitu mendengar pertanyaan dari Ernest.
"Tidak apa-apa Ernest... aku tidak apa-apa, hanya sedikit tersedak." Deanda berkata sambil sedikit mengelus dadanya.
"Apa kamu butuh minum seperti yang dikatakan Ernest? Wajahmu tampak memerah. Apa kamu baik-baik saja sweety?" Pertanyaan dari Alvero yang diucapkan dengan senyum menggoda ke arah Deanda, membuat wajah Deanda justru semakin memerah.
Deanda tahu dengan pasti bahwa saat ini Alvero tahu tentang apa yang sedang dipikirkannya tadi, aktifitas panas mereka berdua tadi malam yang setelahnya membuat Alvero tertidur dengan lelap sampai pagi tanpa terjaga sedikitpun, dan itu yang membuat Alvero tidak sempat membaca pesan-pesan dari Ermest yang dikirimkan dini hari tadi.
"Anda lebih tahu dari siapapun bahwa tubuh saya sangat sehat dan baik-baik saja." Dengan sengaja Deanda membalas kata-kata Alvero yang membuat Alvero jadi berdehem pelan dengan wajah sedikit memerah.
__ADS_1