MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
SITUASI MENEGANGKAN UNTUK ERNEST


__ADS_3

“Kenapa pintu ruang kerja tuan Theo terbuka seperti ini?” Sebuah suara dari bibir seorang laki-laki dengan nada tegas dan terdengar cukup keras terdengar di telinga Ernest.


Mendengar teriakan bernada gusar dari orang itu, tampak beberapa orang berjalan mendekat ke arah pintu tempat ruangan kerja milik Theo itu.


“Maaf Tuan, tadi sore kami sudah memastikan kalau pintu ruang kerja tuan Theo sudah terkunci rapat.” Salah seorang dari orang yang datang mendekat itu menjawab pertanyaan orang yang menurut perkiraan Ernest merupakan orang yang cukup penting karena penghuni yang lain memanggilnya dengan sebutan “tuan.”


Mungkin dia adalah salah satu orang kepercayaan dari tuan Theo, atau kepala pengawas di rumah ini, orang yang diberi kepercayaan untuk menjaga dan mengatur rumah ini.


Ernest mulai menebak-nebak dalam hati dengan mata berusaha mengikuti gerakan sinar senter yang bergerak-gerak mengitari ruangan itu, mencoba mencari kesempatan untuk bersembunyi dengan lebih baik lagi dibandingkan dengan posisinya sekarang.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Ikut aku untuk memeriksa ke dalam!” Suara tegas itu kembali terdengar, diikuti dengan langkah kaki orang yang masuk ke dalam ruangan itu, dan juga sinar dari lampu senter terlihat mengitari ruangan itu, membuat mau tidak mau Ernest semakin menempelkan tubuhnya ke bagian dalam meja kerja Theo, dan dengan gerakan perlahan-lahan, Ernest menggerakkan kakinya, dan masuk ke dalam celah yang ada di bagian tengah meja kerja itu, dan menutupi tubuhnya dengan kursi kerja Theo.


Gerakan kursi yang didorong pelan-pelan oleh Ernest tidak dapat terlihat oleh orang-orang itu, karena selain warna kursi yang hitam menyatu dengan suasana gelap di sekitarnya, Ernest terus mengamati pergerakan dari sinar lampu senter yang tampak mengitari ruangan itu.


Begitu sinar lampu terlihat menjauh dari posisinya, dengan gerakan pelan, Ernest berusaha menggerakkan kursi itu sedikit demi sedikit hingga menutupi tubuhnya ayng bersembunyi di bawah meja dengan sempurna.

__ADS_1


“Kamu! Periksa daerah di sekitar lemari dan rak itu! Kamu! Periksa daerah di dekat lukisan itu. Dan kamu! Periksa di sekitar meja kerja tuan Theo!” Laki-laki itu kembali mengeluarkan suaranya dengan sikap memerintahnya.


“Baik Tuan!” Ketiga orang yang mendapatkan perintah untuk memeriksa itu segera menjawab perintah laki-laki itu dan bergerak sesuai dengan arahan itu.


Ketika orang yang diperintahkan untuk memeriksa area dekat meja kerja Theo mulai mendekat, Ernest menahan nafasnya dengan wajah serius, dan mata menatap tajam ke arah kaki laki-laki yang bergerak di area meja kerja itu dengan perlahan dan menggerak-gerakkan senter di tangannya untuk memeriksa.


Begitu laki-laki yang bertugas untuk memeriksa area meja kerja Theo bergerak menjauh, Ernest sedikit menghembuskan nafasnya, meskipun belum merasa lega sepenuhnya, karena yang lain masih terliaht berkutat di area lain, tetap dalam ruangan itu.


“Maaf Tuan, kami tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan di daerah dekat meja kerja tuan Theo.”


“Begitu juga dengan saya Tuan.”


Mendengar laporan dari ketiga orang yang diberinya perintah, laki-laki itu tampak mengitari kembali semua sudut ruangan itu dengan tatapan mata menyelidik.


Namun begitu dia sudah yakin memang tidak ada suatu apapun yang patut dicurigai di tempat itu, laki-laki itu terlihat menghela nafasnya.

__ADS_1


“Kalau begitu, kalian pergilah memeriksa tempat yang lain, sedang aku akan menyusul orang-orang yang sedang memeriksa ruangan panel listrik.”


“Baik Tuan!” Kata-kata sahutan dari tiga orang itu diikuti dnegan gerakan mereka pergi menjauh untuk keluar dari ruangan itu.


Ernest sudah menarik nafas leganya begitu didengarnya suara pintu yang dikunci saat mereka semua sudah keluar dari tempat itu.


Celaka! Mereka ternyata memiliki kunci cadangan pintu ruangan ini. Pasti laki-laki dengan suara tegas itu yang memegang kunci cadangan dari pintu ruangan ini. Kalau sekarang aku langsung berusaha membobol kembali kunci itu, pasti suara gerakan yang aku lakukan akan terdengar oleh mereka saat aku mulai memasukkan kawat untuk membuka pintu itu. Kalau mereka masih berada di dekat pintu itu, pasti mereka akan mengetahui pergerakanku.


Ernest berkata dalam hati sambil menggeser kursi kerja yang tadinya menutupi tubuhnya yang bersembunyi di bawah meja, dan bergerak


Setelah keluar dari tempat persembunyiannya, dengan gerakan hati-hati agar tidak menimbulkan suara, dan menjaga dari dirinya agar tidak menabrak salah satu benda yang ada di ruangan itu, Ernest bergerak mendekat ke arah pintu dan menempelkan telinganya ke pintu itu, berusaha untuk mendengar apakah masih ada suara pergerakan orang di balik pintu itu.


Sudah tidak lagi terdengar suara orang berbicara ataupun suara langkah kaki… akan tetapi apakah kondisi diluar sudah benar-benar aman atau belum, aku tidak berani memastikannya. Andai saja aku juga membawa jam tangan seperti yang dikenakan oleh Erich, jam tangan pemberian tuan Ornado, pasti akan jauh lebih mudah untukku keluar dari ruangan ini tanpa takut untuk diketahui oleh penghuni rumah ini.


Ernest berkata dalam hati dan mau tidak mau harus mengakui bagaimana kecanggihan jam tangan yang sudah diberikan oleh Ornado pada Erich, benar-benar adalah alat yang sangat membantu dalam situasi seperti yang dia alami saat ini.

__ADS_1


__ADS_2