MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERINTAH ALVERO UNTUK ERNEST


__ADS_3

Ernest yang mendapatkan panggilan telepon dari Erich, langsung memberikan kode kepada Edi untuk dia bisa pergi ke kamarnya, sehingga dia bisa dengan bebas menerima panggilan telepon itu.


"Hallo Erich...." Ernest yang sudah mengangkat panggilan telepon itu segera menyapa Erich dengan sikap yang sebiasa mungkin, agar Erich tidak bisa merasakan bahwa saat ini dia sedang menyembunyikan sesuatu yang besar dari Erich.


"Sepertinya akhir-akhir ini kamu begitu sibuk sehingga tidak sempat menghubungiku sama sekali." Kata-kata tanpa basa-basi dari Erich membuat Ernest sedikit menarik nafasnya.


Meskipun kata-kata Erich terdengar sedikit sinis di telinganya, tapi Ernest tahu kalau yang dikeluhkan Erich tentangnya adalah benar.


Ketika pertama kalinya dia berada di Amerika untuk menjadi pengawal pribadi Tira, hampir setiap hari Ernest akan melakukan panggilan telepon kepada Erich, meskipun kadan hanya untuk menyapa saudara kembarnya itu tanpa ada hal penting yang ingin dia bicarakan bersama dengan Erich.


Tapi dengan berjalannya waktu, karena kesibukannya menjadi orang yang menyamar menjadi seorang mahasiswa, sekaligus harus terus mencari bukti dan info keberadaan peneror Tira, dan juga banyaknya kejadian tidak terduga yang dia alami selama beberapa waktu ini, memang membuat Ernest tidak lagi sempat menghubungi Erich.


Erich sendiri, meskipun bukan tipe orang yang ramah dan perhatian, tapi baginya, Ernest yang merupakan satu-satunya keluarga yang masih dimilikinya, tetap ingin komunikasi dengan saudara kembarnya itu, apalagi mereka berdua boleh dibilang hampir tidak pernah terpisah jauh untuk waktu yang lama.


Dimana ada Erich, biasanya disana juga ada Ernest, dan meskipun Alvero bepergian keluar dari Gracetian, baik Ernest maupun Erich, akan dibawanya serta kemanapun dia pergi.


“Apa kamu merindukanku?” Sambil tersenyum, Ernest langsung memberikan pertanyaan kepada Erich yang tidak menjawabnya dengan kata-kata, hanya menanggapinya dengan sebuah deheman kecil.

__ADS_1


Ha ha ha, mana mungkin Erich mau mengakui kalau dia merindukanku? Kalau dia benar-benar menjawab ya atas pertanyaanku barusaan, bisa-bisa matahari besok terbit dari arah selatan atau utara.


Ernest berkata sambil tertawa dalam hati, begitu melihat tanggapan Erich yang tetap bersikap dingin seperti biasanya.


“Ada perintah dari yang mulia Alvero untukmu besok.” Erich yang berkata dengan nada seriusnya, membuat Ernest sedikit mengernyitkan keningnya begitu mendengar kalau Alvero memberikan tugas padanya, di tengah-tengah tugasnya menjadi pengawal pribadi dari Tira, membuat Ernest yakin tugas itu adalah tugas yang cukup penting.


“Apa tugas yang harus aku lakukan besok?” Tanpa menunggu, Ernest langsung bertanya pada Erich.


“Besok putri Tira bersama dengan pangeran Enzo dan duke Evan, akan pergi menemui tuan Luis. Hal itu membuatmu tidak akan sibuk kan sepanjang hari besok?” Erich menghentikan perkataannya sebentar karena dilihatnya sosok Dave dan Laurel yang lewat di depannya, sehingga Erich langsung menganggukkan kepalanya sambil sedikit membungkukan tubuhnya untuk menyapa mereka berdua dengan sikap hormat.


“Mmmm…” Ernest menanggapi pertanyaan Erich dengan gumaman pelan dan singkat.


Akan tetapi, sayang sekali, Alvero yang kadang memang terlalu protektif terhadap kedua pengawal kembarnya yang sudah seperti saudara untuknya itu, tidak ingin melibatkan Erich terlalu banyak jika itu berkaitan dengan Eliana yang sampai sekarang masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam pada diri Erich.


“Apa sudah ada info siapa sebenarnya orang itu? Yang pasti dia bukanlah orang yang berasal dari Gracetian dan dari info sebelumnya aku dengar dia berasal dari Amerika dan merupakan warga negara Amerika. Kalau dari petunjuk yang ada selama ini, sayangnya tidak ada satupun data yang bisa membuat kita bisa menemukan bukti kalau dia memiliki hubungan khusus dengan Eliana seperti kecurigaan kita.” Perkataan Ernest yang panjang lebar, membuat Erich mengepalkan salah satu tangannya dengan wajah sedikit memerah karena merasa geram, saat dia harus mengingat bagaimana kejamnya Eliana selama ini terhadap orang yang dianggapnya bisa menjadi penghalang untuknya.


“Aku belum tahu, Justru karena tidak ada petunjuk lain, kamu diminta oleh yang mulia Alvero pergi bersama dengan pengawal lain di tempat ini untuk besok mencoba mengikuti dan mencari data tentang kehidupan laki-laki mencurigakan tersebut.” Penjelasan dari Erich membuat Ernest sedikit tertegun, karena sebenarnya dia sudah memiliki rencananya tersendiri, untuk mengikuti Luis dan Tira seeca

__ADS_1


Meskipun besok di pertemuan Tira dan Luis didampingi ileh Enzo dan Evan, Ernest sudah berencana untuk mengikuti mereka secara diam-diam untuk memastikan kalau semuanya berjalan dengan baik, dan Luis tidak mengambil kesempatan untuk membuat Tira berhutang budi padanya, hingga memberikan alasan pada Tira dan yang lain untuk bisa mendekati Tira di masa depan tanpa syarat.


“Orang itu tinggal di pinggiran kota ini, sehingga kesempatanmu untuk bisa segera menemukan petunjuk tentangnya bisa kamu manfaatkan dengan baik besok.” Ernest hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju, meskipun dia tahu pasti kalau Alvero sengaja memberikan perintah seperti itu kepadanya, agar Erich bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Karena Ernest yakin, Alvero tahu jika dia membiarkan Erich pergi untuk menangai hal ini, bisa jadi akan keributan besar yang ditunjukkan oleh Erich untuk menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap orang-orang yang berhubungan dengan Eliana.


Jika sampai hal itu terjadi, tentu saja bisa membawa dampak buruk bagi Alvero yang sebenarnya kedatangannya di Amerika tidak ingin diketahui oleh banyak orang, karena dia sendiri datang secara khusus untuk memenuhi undangan dari Dave sahabatnya, bukan datang karena undangan dari pemerintah setempat secara resmi.


“Baik… tolong katakan pada yang mulia, besok pagi aku akan melaksanakn tugas yang diberikan padaku. Aku juga tidak ingin Eliana mendapatkan kesempatannya untuk bangkit kembali dan membuat masalah sekecil apapun.” Jawaban Ernest membuat Erich langsung menyungingkan sebuah senyum tipis di bibirnya.


“Baiklah kalau begitu, apa ada hal lain yang perlu kita bicarakan lagi Erich?” Sebelum mengakhiri panggilan teleponnya, Ernest bertanya kepada Erich.


“Hari ini… sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi padamu, kenapa kamu terlihat begitu tidak bersemangat menerima tugas dari yang mulia Alvero hari ini? Sedari tadi aku merasa ada sesuatu yang sudah terjadi padamu, hanya saja kamu tidak biasanya diam tanpa memberitahuku jika kamu sedang dalam masalah…. Apa kamu… sudah melakukan kesalahan besar pada seseorang?”


Glekh… celaka… apa Erich sudah menyadari ada sesuatu yang sudah terjadi dalam diriku?


Tanpa sadar Ernest langsung menelan ludahnya dengan wajah kaget mendengar pertanyaan dari Ernest yang seolah-olah tahu kalau dia dan Tira sudah menjadi sepasang kekasih untuk saat ini.

__ADS_1


Untung saja, saat ini Erich dan Ernest tidak bertatapan muka secara langsung sehingga Erich tidak melihat bagaimana wajah Ernest yang sedikit memucat, yang pastinya akan membuat Erich semakin curiga padanya.


__ADS_2