
“Sepertinya tidak sesederhana itu Pangeran Enzo. Karena sepertinya ada sesuatu yang lain tentang tanah seluas lebih dari 10 hektar itu. Jika dia suka tinggal di daerah pinggiran dengan pemandangan alam yang penuh dengan pepohonan… jika di sana sudah ada sebuah rumah mewah, buat apa dia tinggal di apartemen mewah miliknya saat ini? Karena antara rumah mewah yang dikelilingi hutan, dan apartemen mewah memiliki suasana yang jauh berbeda, dan juga letaknya tidak terlalu jauh.” Ernest langsung menyatakan rasa penasarannya.
“Dan jika dia memang ingin sesekali berlibur di tempat seperti rumah mewahnya itu, kenapa dia harus memilih pinggiran kota New York, di kota yang sama dengan tempatnya tinggal sekarang. Biasanya orang akan memilih kota lain, dengan suasana lain jika inging membangun sebuah tempat untuk berlibur baginya.” Ernest melanjutkan perkataannya dengan rasa penasaran yang semakin menjadi.
“Benar juga analisami Ernest. Aku ntidak berpikir jauh sampai disana, padahal Evan tadi mengatakan kalau ada yang aneh dengan pemilihan dan juga denah tempat itu.” Enzo mulai kembali berpikir setelah Ernest menyampaikan rasa penasarannya.
“Mungkin dia memang sengaja membeli tanah itu itu untuk dia bisa memelihara binatang-binatang yang dia beli dari pasar gelap itu. Saya menjadi penasaran Pangeran Enzo, sebenarnya… binatang predator jenis apa saja yang pernah dibeli oleh Luis di pasar gelap? Apa sekedar iguana atau apa?” Pertanyaan Ernest yang menyebutkan iguana dengan nada sedikit menunjukkan kekesalannya pada sosok Luis, membuat Enzo tersenyum kecil.
(Iguana merupakan hewan reptil yang memiliki panjang tubuh antara 30-40 cm. Tubuh Iguana dipenuhi deretan sisik dan membentuk duri besar pada tubuh bagian atas yang berjejer dari leher hingga ekornya, dengan berat bisa sampai mencapai 8 kg, biasa disebut dengan kadal raksasa.
Gigitan iguana mengakibatkan kolonisasi bakteri yang jarang ditemukan pada manusia. Fakta ini menunjukkan bahwa iguana mampu membawa bakteri berbahaya yang berujung pada infeksi parah saat terkena gigitannya. Bakteri tersebut diketahui juga bisa melawan antibiotik umum seperti amoksilin.
Meskipun begitu, iguana bukan termasuk jenis binatang buas dan sering dijadikan binatang perlihaan oleh beberapa orang).
Kalau sekedar iguana, Enzo yakin kalau Luis tidak perlu sampai dengan susah payah membelinya dari pasar gelap, beda cerita jika itu adalah jenis kadal besar seperti Komodo.
__ADS_1
(Komodo mengandalkan cakar, gigi dan ekornya sebagai senjata untuk menyerang mangsanya. Dia memiliki 5 cakar yang tajam dan dapat memotong kulit hewan lain, termasuk manusia. Struktur gigi Komodo mirip dengan gigi hiu yan gtajam. Selain itu, air liur hewan ini mengandung 60 bakteri mematikan dan berbahaya).
“Buaya, ular piton, harimau, singa, serigala, kuda nil, gorilla, simpanse dan juga ratusan ikan piranha dewasa.” Mata Ernest terlihat sedikit terbeliak begitu mendengar bahwa hewan apa saja yang sudah pernah dibeli oleh Luis di pasar gelap.
(Gorila adalah herbivora, tapi dia tidak akan segan menyerang manusia jika merasa terancam. Gorila tidak kalah menakutkannya dengan predator besar manapun saat sedang marah).
Hewan-hewan yang sudah disebutkan oleh Luis, jelas-jelas adalah hewan-hewan yang cukup buas dan berbahaya, kecuali gorilla dan simpanse, semuanya adalah hewan-hewan karnivora (golongan hewan pemakan daging), meskipun simpanse juga dikenal sebagai biantang herbovora yang bisa berubah menjadi kanibal saat makanan yang tersedia untuknya tidak mencukupi untuknya.
“Bahkan Evan mengatakan, pernah sekali Luis melakukan transaksi untuk membeli burung hering.” Enzo mengatakan itu dengan seikit bergidik, karena hewan-hewan yang dibeli oleh Luis, terdengar cukup mengerikan.
(Burung Hering atau Burung Bangkai atau Burung Nasar adalah burung pemakan bangkai dan binatang yang telah mati, baik secara alami maupun karena dibunuh. Burung Hering jarang menyerang mangsa yang sehat, tetapi berkemungkinan untuk melukai, bahkan membunuh, mangsa yang sakit atau terluka).
Semoga duke Evan bisa menemukan lebih banyak info tentang tempat kediaman Luis itu. Bahkan jika mungkin, duke Evan bisa menemukan bukti tentang kejahatan Luis yang lain, yang bisa membuatnya berada di penjara seumur hidupnya. Karena kalau hanya sekedar melakukan teror pada putri… tanpa ada bukti dia sudah menyakiti seseorang secara fisik, akan sulit untuk menahannya di penjara pada waktu lama.
Ernest berkata dalam hati sambil melirik kembali ke arah Tira, dan langsung menarik nafas lega begitu melihat sosok Tira yang semakin tertidur pulas.
__ADS_1
Sepertinya kamu benar-benar tidak bisa tidur sedetikpun karena menunggu kabarku tadi malam. Terimakasih untuk perhatian dan rasa cintamu padaku. Untuk saat ini, nikmatilah tidurmu, karena aku rasa… beberapa hari ke depan akan menjadi hari yang sulit bagimu, karena Luis, pasti sedang merencanakan sesuatu di belakang kita.
Ernest kembali berkata dalam hati sambil tersenyum dengan raut wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, karena sadar bahwa Tira sangat perduli padanya.
“Kenapa kamu tidak melanjutkan bicaramu Ernest?” Enzo yang sudah terlihat serius mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Ernest, jadi merasa gusar karena rasa penasarannya.
“Ah, tidak Pangeran Enzo, itu hanya sekedari pemikiran saya. Sebelum ada bukti, sebaiknya kita tidak membicarakan hal yang merupakan pemikiran kita saja.” Ernest berkata sambil tersenyum.
“Oke kalau begitu, Lebih baik kita hentikan pembicaraan kita dulu, karena sepertinya Alvero dan Evan sedang mencariku. Jika aku sudah mendapatkan info lain dari Evan hari ini, aku akan segera menghubungimu….” Enzo berkata sambil menganggukkan kepala kepada salah seorang pelayan dari mansion keluarga Shaw yang memberikan info pada Enzo bahwa Alvero dan Evan sedang mencarinya.
“Terimakasih Pangeran Enzo untuk semua infonya….”
“Jangan sungkan Ernest. Saat ini kamu adalah pengawal pribadi Tira, karena itu kamu harus mengetahui semua dengan jelas agar kamu tahu siapa yang sudah menjadi lawanmu.”
“Ya Pangeran.”
__ADS_1
“Aku yakin, kedua orangtua Tira pasti akan memberimu hadiah yang sangat besar begitu Luis tertangkap. Mereka berdua pasti akan sangat berterimakasih padamu….”
“Ya Pangeran Enzo…” Kali ini Ernest menjawab kata-kata Enzo dengan ragu, karena dia tahu, bukan ucapan terimakasih, bisa-bisa sebuah penolakan dan kemarahan yang akan dia terima, begitu kedua orangtua Ernest tahu kalau dengan lancangnya dia menjadi kekasih Tira saat ini.