MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
RENCANA KENCAN PERTAMA KITA


__ADS_3

"Masih pukul 7 malam, dan aku sudah menyelesaikan tugas kuliahku dengan baik hari ini." Tira berkata sambil tersenyum ke arah Ernest, yang sedang membereskan tripod yang tadi dia pergunakan saat sedang merekam video saat Tira sedang memainkan pianonya untuk mengerjakan tugasnya.


(Tripod merupakan aksesoris wajib bagi para fotografer. Aksesoris kaki tiga ini membuat kamera bisa ditempatkan lebih stabil kala kamu memotret. Menggunakan tripod juga membuat hasil foto semakin jelas meski dikondisi kurang cahaya sekalipun.


Kaki tiga atau tripod dalam fotografi, adalah alat stan untuk membantu agar badan kamera bisa berdiri dengan tegak dan tegar, dan digunakan untuk menjaga kamera tetap stabil dan terhindar dari goyangan. Hal ini mengurangi derau yang ditimbulkan oleh guncangan tangan fotografer.


Alat ini terdiri dari tiga kaki atau lebih yang dapat disesuaikan dengan ketinggian dan kemiringan yang diinginkan.


Tripod memiliki fungsi yang bermacam - macam, mulai dari mengurangi goyangan ketika mengambil gambar atau video, mengurangi kelelahan karena harus memotret dan memegang kamera dalam waktu yang lama atau memang beberapa genre fotografi yang mengharuskan memotret menggunakan tripod.


Tripod biasanya dipakai jika fotografer menggunakan kecepatan rana di angka 30 atau lebih lambat atau menggunakan lensa kamera dengan focal length lebih dari 200 mm).


Ernest langsung tersenyum mendengar Tira yang berkata padanya sambil menatapanya tanpa berkedip.


Setelah tadi Tira terlihat begitu fokus saat memainkan pianonya, sekarang Tira justru sedang asyik menatap ke arah Ernest dengan tatapan lembut dan penuh cinta, membuat Ernest harus berdehem pelan agar dia tidak semakin salah tingkah karena melihat bagaimana cara Tira menatap ke arahnya, membuat dadanya semakin berdebar.


Sepanjang membantu Tira merekam tugas bermain pianonya, dada Ernest sedari tadi terus dibut bergejolak karena permainan piano Tira yang seperti pemain musik profesional, dengan gaun yang dikenakannya yang menonjolkan sisi lembut dan anggun dari Tira, mau tidak mau membuat Ernest yang belum lewat 24 berlalu sejak mereka sepakat untuk menjadi sepasang kekasih, tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari Tira.

__ADS_1


Selama Ernest merekam video Tira, dadanya terus saja berdetak dan matanya menatap ke arah Tira dengan rasa kagum, cinta, sekaligus tidak percaya, karena ternyata pada akhirnya, dengan berani dia menyatakan cintanya pada Tira, dan bahkan saat ini dia sudah menjadi kekasih Tira secara resmi, meski untuk beberapa waktu ke depan, mereka masih harus menyembunyikan hubungan kasih mereka di depan yang lain.


Tapi bagi Ernest maupun Tira, untuk saat ini, mengetahui bahwa mereka saling mencintai, dan berjanji akan saling mendukung satu sama lain sudah cukup, dan mereka masing-masing sedang mempersiapkan diri untuk ke depannya mencari cara agar mendapatkan restu dari orang-orang terdekat mereka.


Ah, rasanya masih tidak percaya, bagaimana saat ini, putri bisa menjadi kekasihku. Aku sungguh masih merasa semua ini seperti mimpi. Dan jika benar ini cuma mimpi, aku rasa, aku tidak ingin terbangun dari tidurku saat ini.


Ernest berkata dalam hati sambil terus menyungingkan senyumnya dengan tangan yang masih sibuk dengan tripodnya, membuat Tira yang sedari tadi mengamatinya jadi ingin menggodanya.


"Tuan Ernest... apakah Tuan Ernest ada acara setelah ini?” Dengan suara lembut Tira yang tiba-tiba sudah berada di dekat Ernest berkata tepat di dekat telinga Ernest, sambil memegang bagian bawah lengan Ernest yang sedang membereskan tripodnya.


Tindakan Tira itu, tentu saja membuat Ernest langsung menghentikan gerakan tangannya, menoleh ke arah Tira dengan cepat disertai dengan dentuman dadanya yang berdetak keras di dalam sana.


Ernest berkata dalam hati dengan mata menatap lurus ke arah Tira yang sedang tersenyum ke arahnya, membuat hatinya semakin dipenuhi dengan rasa cinta yang membuncah dalam hatinya, memyadari bagaimana gadis cantik yang selama ini selalu memenuhi hati dan mimpinya itu saat ini sedang berdiri tepat di hadapannya, sebagai kekasih hatinya.


“Kemanapun Putri memberikan perintah setelah ini, pasti akan aku kerjakan dengan baik.” Kata-kata jawaban dari Ernest yang diucapkannya sambil mengerlingkan matanya, membuat Tira tersenyum lebar, dan tanpa ragu memeluk lengan Ernest dengan erat sambil menciumi bagian atas lengan Ernest, membuat Ernest harus menahan nafasnya karena rasa bahagia yang sedang menerpa dadanya hampir saja membuatnya melompat kegirangan seperti orang gila.


Belum lagi, pelukan Tira pada lengannya yang membuat secara otomatis tubuh Tira menempel pada tubuhnya, menyebabkan detakan jantung Ernest semain tidak beraturan, karena jujur saja, baru kali ini, tubuhnya bersentuhan sedekat itu dengan seorang gadis, apalagi gadis itu, adalah gadis yang sejak lama sudah dicintainya dalam diam, dan selama bertahun-tahun menarik seluruh perhatiannya untuk terus menatap ke arahnya tanpa henti.

__ADS_1


“I love You my knight….” Tira berbisik pelan sebelum menjauhkan wajahnya dari lengan Ernest yang tadi diciuminya, namun tangannya tetap memeluk lengan itu.


“Setelah ini, bagaimana kalau kita menikmati makan malam berdua, di pinggiran kota. Aku tahu tempat makan romantis yang ada di salah satu café yang ada di pinggiran kota ini.” Ajakan dari Tira membuat Ernest tersenyum geli, karena melihat bagaimana Tira yang baru saja sah menjadi kekasihnya itu, sepertinya sudah emmiliki begitu banyak angan-angan dan harapan tentang kegiatan romantis apa saja yang bisa mereka lakukan berdua sekarang ini.


“Apa kamu tidak kembali ke mansion keluarga Shaw malam ini? Aku dengar pembicaraanmu dengan Nona Evelyn tadi siang bahwa kamu berjanji untuk segera kembali ke mansion.” Mendengar pertanyaan dari Ernest, membuat Tira mendongakkan kepalanya, dan menatap Ernest sambil tersenyum.


“Apa kamu tidak tahu? Kalau pembicaraanku tadi siang dengan Evelyn, adalah salah satu caraku untuk membuat hatimu panas, sehingga kamu tidak lagi bisa menyembunyikan perasaanmu lagi padaku? Aku tidak ada rencana untuk kembali ke mansion malam ini, kecuali tadi rencaku untuk membuatmu mengaku gagal....” Kata-kata Tira membuat mata Ernest sedikit terbeliak.


“Jadi… kalian sengaja memancingku dan…”


“Yap. Dan berhasil dengan sukses. Padahal aku sudah hampir putus asa melihat bagaimana kamu yang terlihat begitu teguh untuk tetap menyembunyikan hatimu di depanku.” Tira langsung memotong perkataan Ernest yang hanya bisa menghela nafasnya, begitu tersadar kalau sejak awal Tira memang sudah merencanakan untuk memancingnya.


Tidak yang mulia Alvero ataupun pangeran Enzo, ternyata Tira juga memiliki kehalian dalam memancing emosi seseorang. Apa itu bakat alami yang dimiliki oleh orang-orang yang di tubuhnya mengalir darah Adalvino? Tidak kenal menyerah, keras kepala, tapi juga orang-orang yang baik hati, dan pantas untuk dicintai dengan sepenuh hati.


Ernest berkata dalam hati sebelum akhirnya mengecup lembut pipi Tira yang wajahnya langsung memerah karena tindakan Ernest.


“Terimakasih, karena kamu tidak menyerah terhadap perasaanmu padaku, dan terus berusaha untuk membuat aku berani jujur dengan perasaanku sendiri.” Ernest berkata pelan sebelum akhirnya meletakkan tripod yang baru saja dirapikannya ke atas meja yang ada di dekatnya.

__ADS_1


“Ayo kita melakukan kencan pertama kita mala mini, dengan makan malam romantis seperti yang kamu bicarakan tadi.” Ernest berkata sambil menepuk-nepuk pelan dan lembut tangan Tira yang masih melingkar di lengannya.


__ADS_2