
Baik, aku akan segera mencari info tentang siapa orang itu sebenarnya. Bantu aku mencari info siapa nama ornag itu, dan cek kapan dia datang dan pergi meninggalkan Gracetian, asal keberangkatan dan kota tujuan kepulangannya.
Ernest segera membalas pesan dari Erich, sambil dengan cepat memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk bisa segera melakukan peneyelidikan terhadap siapa orang yang sudah mengunjungi Eliana dan mulai mencurigakan tersebut.
Beberapa saat kemudian, baik Erich maupun Ernest, sibuk saling bertukar pesan satu sama lain.
Oke, aku akan segera menrimimkan info yang kamu minta.
Bagaimana dengan kabar rencana pernikahanmu? Apa semuanya sudah disiapkan dengan baik? Maaf karena disaat-saat sibukmu, aku tidak bisa banyak membantumu. Tapi kalau kamu butuh bantuan yang mungkin bisa aku lakukan dari sini, kamu bisa mengatakannya padaku.
Semuanya berjalan dengan lancar, para kakak laki-laki Cleosa banyak membantu persiapan pernikahan kami. Dan Cleosa tampaknya lebih nyaman kalau kakak-kakaknya yang membantunya, karena kamu tahu sendiri, aku tidak pandai dalam menyiapkan hal-hal manis seperti itu, dan kita tidak memiliki saudara perempuan yang mungkin bisa membantu Cleosa.
Aku yakin Cleosa sangat mengerti dengan kondisimu Erich, karena dia begitu mencintaimu, dia siap menerima kelebihan dan juga kekuranganmu. Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu.
Ya, aku beruntung bisa bertemu dan dicintai oleh gadis yang baik sepertinya.
__ADS_1
Aku senang mendengarnya, semoga kalian bisa melewati semuanya dengan baik sampai hari pernikahan kalian. Aku tidak sabar menunggu datangnya hari itu. Aku pastikan beberapa hari sebelum hari pernikahanmu, aku akan meminta ijin kepada yang mulia Alvero untuk dapat kembali ke Gracetian. Dan aku berharap mungkin ada satu dua hal yang bisa aku bantu dalam acara pernikahanmu nanti.
Tentu saja, kamu harus datang lebih awal karena kamu akan menjadi groomsmen bagiku.
Tenang saja, karena memang aku yang harus menjadi salah satu groomsmenmu. Aku akan melepas masa lajangmu dengan baik sebagai groomsmen. Aku tentu tidak akan membiarkan kesempatan itu.
Bagaimana denganmu sendiri Ernest? Apa kamu sudah menemukan titik terang siap sebenarnya yang sudah berani-beraninya meneror putri Tira? Orang itu adalah seorang pengecut yang memalukan.
Kali ini pesan dari Erich membuat Ernest menyungingkan senyum gelinya, karena belum ada seminggu dia berada di Amerika dan baru saja melakukan pengamatan terhadap orang-orang yang ada di sekitar Tira, namun Erich bersikap seolah-olah dia sudah berbulan-bulan berada di tempat ini.
Belum, aku masih mengamati setiap orang yang berada di dekat putri Tira dan mengamati lingkungan kampusnya.
Ernest hanya bisa menarik nafas panjang begitu mendengar pesan dari Erich yang terlihat mulai khawatir memikirkan dia yang berada di dekat Tira.
Rasa khawatir itu bukan timbul karena takut Ernest tidak bisa menghadapi dan menangkap peneror Tira, tapi Ernest tahu, saudara kembarnya itu begitu takut kalau dia benar-benar tidak bisa mengendalikan rasa sukanya kepada Tira.
__ADS_1
Aku akan berusaha secepat mungkin menemukan peneror itu dan kembali ke Gracetian.
Hanya itu yang akhirnya dituliskan oleh Ernest untuk Tira.
Maaf Erich, kelasku hampir dimulai. Lain waktu kita sambung lagi pembicaraan kita.
Ernest akhirnya berusaha menghindari pembicaraan dengan Erich yang sudah mulai menjurus ke arah hubungannya dengan Tira yang bagi Ernest membuatnya merasa kurang nyaman.
Oke, selamat bertugas. Jaga dirimu baik-baik di sana, dan ingat selalu pesanku untuk menjaga hatimu juga.
Erich mengkahiri pesannya diberengi dengan helaan nafas panjang dari Ernest, yang tidak tahu bahwa jauh di sana, Erich juga menghela nafasnya setelah mengirimkan pesan terakhirnya, berharap Ernest benar-benar mendengarkan dan melakukan setiap nasehatnya tentang Tira.
# # # # # # #
“Itu Ernest….” Bisikan Anna membuat Tira langsung menoleh ke arah pintu masuk kelas, dimana Ernest baru saja melangkah masuk.
__ADS_1
Sebenarnya, Anna ingin melambaikan tangannya ke arah Ernest agar laki-laki itu bisa duduk di samping mereka, tapi sayangnya baik di kanan atau kiri mereka sudah ditempati oleh mahasiswa lain, sehingga Anna membatalkan niatnya.
Meskipun tidak duduk di samping mereka berdua, Ernest yang begitu memasuki kelas langsung mencari sosok Tira, memilih untuk duduk tidak terlalu jauh dari gadis yang harus selalu dilindunginya itu, duduk dua baris di belakang Tira, sehingga dia bisa mengamati Tira dengan leluasa, termasuk orang-orang di sekitar Tira yang mungkin bertindak mencurigakan.