MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MENIKMATI WAKTU BERSAMA


__ADS_3

"Beberapa waktu ini kita mungkin terlalu lelah dan tidak lagi fokus. Apalagi pasti ada perasaan lega setelah melihat Robin ditangkap, jadi titik kritis kita jadi berkurang dan tingkat kewaspadaan kita sedikit menurun. Lebih baik tutup laptopmu dan kamu beristirahat sebentar agar pikiranmu lebih fresh." Ernest berkata sambil menepuk-nepuk bahu Steven.


"Mungkin benar yang dikatakan oleh Tuan Ernest." Steven segera menanggapi perkataan Ernest sambil melirik ke arah layar laptop yang sejak Ernest pergi bersama Edi ke kampus tadi, sampai mereka kembali, rasanya Steven tidak menemukan adanya sebuah petunjuk baru.


"Sebelum kamu beristirahat, tolong kirimkan semua file dan dokumen yang sudah kita dapat beberapa waktu ini." Perintah Ernest membuat Steven memandang ke arah Ernest dengan tatapan bingung.


"Apa Tuan Ernest berniat memeriksa sendiri file-file dan dokumen itu sendiri?"


"Bukankah dua pasang mata lebih baik dari sepasang mata, dan dua otak lebih baik dari satu otak saat memikirkan satu hal penting? Kirimkan saja padaku, aku akan menunggu di kamar. Tenang saja... aku akan melakukannya dengan santai, tidak akan memaksakan diri. Apalagi mataku belum selelah dirimu yang setiap waktu harus berada di depan layar monitor seperti itu." Ernest kembali berkata sambil berlalu pergi dari Steven yang pada akhirnya melakukan apa yang diperintahkan oleh Ernest padanya.


# # # # # #


Tuan Ernest memintaku untuk menyampaikan pada putri tentang kesanggupannya untuk menjemput putri tiga hari lagi di mansion keluarga Shaw.

__ADS_1


Pesan dari Edi untuknya membuat Tira menghela nafas cukup panjang, sehingga Deanda yang sedang duduk di depannya bersama dengan Laurel dan Cladia juga Elenora memandangnya dengan sedikit mengernyitkan dahinya.


Seperti biasanya, setiap kali mereka bertemu pasti ada saatnya mereka berkumpul bersama, dimana para wanita berkumpul dengan wanita, sedang para suami mereka berkumpul sendiri, meskipun Evelyn tidak tampak di sana karena sedang sibuk membantu persiapan menu yang akan disuguhkan saat pesta ulang tahun papanya nanti, ditemani oleh Leo yang tidak mau terpisah sedikitpun dari sisi Evelyn menjelang acara pernikahan mereka yang sedang disiapkan.


Jika para wanita saat ini sedang bersantai di pinggir kolam sambil menikmati waktu santai mereka di dekat kolam renang, para pria sedang sibuk berenang sambil bersenda gurau di dalam kolam.


Alvero dan Ornado yang sedari tadi sibuk berusaha untuk saling mengalahkan satu dengan yang lain saat berenang membuat yang lain tertawa melihat bagaimana dua orang hebat itu saling bersaing.


James dan Enzo sibuk berteriak memberikan semangat kepada Ornado dan Alvero yang saling memperebutkan posisi pertama dan tercepat untuk mencapai ujung kolam.


Untung saja sejak Evan menikah dengan Alaya, putri cantik yang dulunya juga memiliki pengalaman kerja di perusahaan Adalvino dan memiliki prestasi besar dalam pekerjaannya memutuskan untuk berpindah dan bekerja di perusahaan Carsten untuk membantu Evan.


Dengan adanya Alaya, Evan bisa merasa lebih tenang terhadap nasib perusahaan dan dia sendiri lebih fokus dalam menjalankan tugas di dunia militer yang begitu dicintainya itu.

__ADS_1


Apalagi status Evan sekarang yang merupakan saudara ipar dari Alvero, dengan mudah dia mendapatkan bantuan dari Alvero saat dia merasa membutuhkan seseorang yang bisa dia mintai pendapat yang berkaitan dengan perusahaan maupun militer, dimana di kedua bidang itu Alvero memang menguasainya dengan baik, sehingga antara dia dan Alvero bisa saling bertukar pikiran dan menemukan jalan terbaik bagi masalah yang timbul.


"Kenapa denganmu Tira? Apa ada hal yang terjadi lagi setelah penangkapan Robin tadi?" Pertanyaan Deanda membuat Tira langsung mendongakkan kepalanya, dan memandang ke arah Deanda setelah di meletakkan hanpdhone di tangannya.


Apa aku bisa menghadapi Ernest 3 hari ke depan? Apa aku bisa mendapatkan hati Ernest sepenuhnya? Apa aku bisa membuatnya mengakui perasaannya padaku?


Tira berkata dalam hati sebelum menanggap pertanyaan Deanda yang membuat para wanita yang lain menoleh ke arahnya, dan ikut menunggu jawaban dari Tira.


"Eh... memang kenapa denganku Kak Deanda?" Tira berkata sambil tersenyum ke arah Deanda yang sedang duduk dengan posisi sedikit berselonjor karena akhir-akhir ini pinggangnya terasa tidak nyaman, apalagi setelah dia sempat melakukan perjalanan udara di untuk bisa sampai di tempat ini.


"Meskipun penerormu sudah tertangkap, sepertinya kamu masih terlihat tidak tenang. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu masih takut peneror itu melakukan sesuatu yang buruk padamu?" Pertanyaan Deanda pada Tira membuat Cladia yang duduk di samping Laurel tampak ikut terlihat khawatir.


Beberapa waktu lalu Deanda memang sudah menceritakan kepada para sahabatnya tentang apa yang sedang dialami oleh Tira di Amerika.

__ADS_1


Saat itu bahkan Laurel sempat menawarkan bantuan karena di Amerika ada beberapa kerabat dekat Dave yang pastinya memiliki akses lebih terhadap pemerintahan di Amerika karena keberadaan keluarga Shaw sebagai salah satu keluarga konglomerat yang tinggal di sana.


Akan tetapi waktu itu Alvero langsung menolak permintaan Dave, karena dia sudah mengirimkan Ernest dan timnya ke Amerika untuk melindungi Tira, apalagi Alvero tahu berbeda dengan Ornado, meskipun keluarga Shaw di Amerika memiliki kemampuan untuk memiliki akses ke pemerintahan setempat dan juga pengawal keluarga, tapi pengawal mereka bukanlah orang yang profesional dalam menghadapi pelaku kejahatan, tidak seperti para pengawal Ornado yagn bahkan bisa menghadapi para pemberontak maupun kelompok mafia sekalipun.


__ADS_2