
Setelah itu, beberapa nama yang disebutkan oleh Tira selanjutnya, kembali dianalisa oleh Ernest untuk dia memberikan tanda bintang sejumlah satu, dua atau tiga untuk menentukan penyelidikan selanjutnya terhadap nama-nama tersebut.
“Bagaimana dengan orang dengan naik sepeda yang melemparkan kotak hadiah ke bagian depan kap mobil Putri? Apa Putri mengenal orang ini?” Ernest bertanya sambil jari telunjuknya menunjuk pada gambar orang dengan jaket tebal, topi dan juga masker menutupi wajahnya yang sempat terekam oleh cctv sedang melemparkan sesuatu ke arah mobil Tira.
“Maaf Ernest, sedari tadi aku sudah berusaha untuk mengamati siapa kira-kira orang itu, tapi aku tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun dan bayangan siapa dia sebenarnya.” Tira berkat dengan nada suara terdengar sedikit menyesal karena tidak bisa banyak membantu kali ini, hanya bisaa menyebutkan nama-nama orang yang dia tahu di rekaman itu, dan itupun tidak banyak, hanyak berkisar belasan saja, dari puluhan orang yang terekam dalam cctv tersebut.
“Tuan Putri, mungkin Putri bisa melihat kembali orang-orang dalam rekaman sebelumnya, dimana ada gambaran orang yang lalu lalang sebelum terlihat adanya bunga di atas kap mobil Tira bagian belakang yang berjenis sedan itu.
“Tidak mungkin Putri Tira bisa mengenalinya, karena memang penampilan orang itu sengaja dia buat sulit untuk dikenali. Jaket tebal untuk menutupi postur tubuhnya. Topi untuk menutupi potongan rambutnya, dan juga masker untuk menutupi wajahnya, terlihat begeitu sempurna untuk emnyamarkan kondisi asli orang tersebut.” Ernest langsung menanggapi perkataan Tira maupun Steven scara bersamaan.
__ADS_1
“Steven, apa kamu juga sudah mendapatkan rekaman cctv dari beberapa lokasi di sekitar tempat parkir, sehingga kita bisa menyelidiki kira-kira siapa orang ini?” Ernest bertanya sambil menoleh ke arah Steven yang sedikit menghela nafasnya mendengar pertanyaan itu.
“Sebenarnya sudah Tuan Ernest, hanya saja, ada tiga titik yang ternyata cctvnya tidak berfungsi, sehingga saya kesulitan untuk melakukan deteksi. Dari rekaman-rekaman cctv yang ada, sebenarnya saya bisa melihat bahwa orang dengan sepeda itu keluar dari lorong yang ada di dekat toilet bangunan kampus dekat dengan gedung pertemuan.” Steven menghentikan kata-katanya sejenak.
“Hanya saja, ada dua kamera cctv yang mengarah dari toilet itu ke tempat parkir yang rusak, dan satu kamera di salah satu gedung yang seharusnya dilewati oleh orang yang hendak ke toilet juga rusak….” Steven berkata dengan suara ragu.
“Sepertinya kamera itu sudah cukup lama rusak, dan mungkin karena dianggap berada di titik yang tidak terlalu penting, pihak kampus tidak segera memperbaikinya, membuat adanya blank spot yang tidak terekam oleh cctv….”
“Ah….” Ernest langsung bergumam pelan mendengar penjelasan dari Steveen.
__ADS_1
“Kalau begitu…. Jika bukan peneror itu yang merusak kamera cctv, dia adalah orang yang sangat mengerti dengan kondisi kampus, yang membuat dia bisa tahu adanya daerah yang tidak terjangkau oleh cctv.” Ernest berkata dengan mata kembali menatap ke arah layar komputer dimana rekaman terlihat dia pause, tepat pada rekaman yang menunjukkan seseorang yang tampak melempar sesuatu ke arah mobil Tira.
“Dia pasti bukan orang sembarangan…. Dan kemungkinan besar, dia adalah orang yang memiliki akses ke ruang keamanan sehingga tahu betul ada cctv yang rusak. Selain itu… dia benar-benar menguasai medan yang ada di kampus ini, bahkan jadwal kegiatan atau kebiasaan para mahasiswa dan dosen yang ada di kampus itu, dia kuasai dengan baik.” Ernest kembali berkata-kata sambil menyandarkan punggungnya ke kursi, dan melipat kedua tangannya di depan perutnya, mulai memikirkan cara untuk mengerucutkan data, sehingga bisa mempersempit pencariaannya terhadap siapa yang mungkin menjadi peneror itu.
“Manurut Tuan Ernest, apa yang bisa kita lalukan untuk saat ini?” Pertanyaan Steven tidak langsung dijawab oleh Ernest yang sedang mengetuk-ketukkan ujung penanya di atas meja di depannya, dengan otak yang terus berputar-putar untuk mencari cara agar bisa segera menemukan bukti siapa peneror yang sebenarnya.
Dengan latar belakang keluarga yang cukup kuat, baik Luis, Bram, Robin, maupun Lena dan Angel, serta beberapa nama yang berhasil mereka identifikasi tadi memberikan peluang untuk menjadi peneror itu, entah itu pria atau wanita, dengan semua alibi dan modus yang mereka miliki untuk bisa melakukan semua itu.
“Sepertinya… untuk memperjelas petunjuk yang ada, selain kita harus meengumpulkan semua info tentang orang-orang di sekitar putri, kita harus sedikit memainkan trik agar pelaku terpancing dan keluar yang membuatnya tanpa sadar menunjukkan jati dirinya.” Kata-kata Ernest membuat Tira yang tadinya hanya diam sebagai pengamat, langsung menoleh ke arah Ernest dan meenatapnya dengan senyum di wajahnya, karena baru menemukan sebuah ide bagus karena kata-kata Ernest.
__ADS_1