MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
ERNEST YANG TERPANCING


__ADS_3

“Silahkan Putri….” Dengan sikap hormat dan sopan Ernest mempersilahkan Tira untuk masuk ke dalam mobil, setelah Ernest membukakan pintu mobil untuknya.


Sekilas Tira melirik ke arah Ernest, yang terlihat menjadi sedikit pendiam dengan wajah seriusnya, tidak seperti biasanya, setelah mendengar pembicaraan antara Tira dan Evelyn tadi.


“Terimakasih.” Sambil mengucapkan terimakasihnya, Tira masuk ke dalam mobil, dan mengambil posisi duduk yang berseberangan dengan posisi pengemudi, sehingga dari arah belakang, Tira bisa lebih bebas mengamati wajah Ernest nantinya.


Setelah menutup kembali pintu di bagian penumpang, tanpa mengatakan apapun, Ernest langsung menuju posisi pengemudi, dan melajukan mobil tersbut tanpa banyak bicara.


Bahkan 10 menit lewat dari saat mereka meninggalkan mansion keluarga Shaw, antara Tira dan Ernest, tidak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir mereka, membuat saat ini mereka seperti dua orang yang sedang bermusuhan.


Tira sengaja untuk beberapa menit pertama setelah pergi berdua dengan Ernest, tidak ingin membicarakan hal apapun dengan Ernest, hanya mengamati perubahan apa yang terjadi pada Ernest.


Sedangkan Ernest sendiri, baik hati dan pikirannya tidak bisa tenang setelah mendengar pembicaraan antara Tira dan Evelyn yang membahas tentang rencana Victor untuk menjodohkan Tira dengan salah satu pangeran yang berasal dari Gracetian.


Apa rencanaku bersama Evelyn akan berhasil? Semoga saja pembicaraan kami berdua tadi, benar-benar bisa memancing Ernest untuk mengatakan hal yang sebenarnya tentang isi hatinya selama ini padaku.


Tira berkata dalam hati sambil melirik ke arah Ernest, dimana Tira bisa melihat aura mendung di wajah Ernest sejak laki-laki tampan yang dicintainya itu masuk ke dalam mobil.


Ernest yang biasanya terlihat ramah, dan pasti akan mengajaknya membicarakan hal apapun untuk menghidupkan suasana, tapi saat ini terlihat begitu jelas bagaimana sosok Ernest yang tiba-tiba menjadi begitu pendiam dengan wajah terlihat tegang.


Sejak memutuskan untuk memancing agar Ernest mau jujur dengan perasaannya, Tira sengaja meminta bantuan Evelyn untuk berpura-pura membicarakan tentang rencana perjodohan dari Victor untuknya.

__ADS_1


Meskipun untuk hal itu Tira harus mengatakan sejujurnya tentang perasaan cintanya kepada Ernest di hadapan Evelyn, akan tetapi Tira yang yakin Evelyn bisa menjaga rahasinya, memilih untuk mengambil resiko dan meminta bantuan Evelyn untuk berpura-pura mencegatnya ketika dia berencana pulang bersama Ernest tadi.


Sedari awal, begitu Evelyn dan dia menjalankan rencananya, Tira terus saja mengamati perbubahan yang terjadi pada Ernest, entah ekspresi wajah ataupun gerak gerik tubuhnya.


Dan dari pengamatannya tadi, Tira sedikit yakin kalau memang benar, Ernest memiliki perasaan khusus padanya, apalagi sampai detik ini, Tira bisa melihat bagaimana murungnya wajah Ernest sepanjang perjalanan mereka menuju apartemen.


“Ernest…” Suara lembut dari Tira yang memanggil namanya, membuat Ernest yang sedikit melamun tersentak kaget.


“Ya Putri… ada apa?” Dengan sopan Ernest menjawab panggilan Tira yang dalam hitungan detik sudah berhasil membuat dadanya berdetak dengan keras.


Bagaimana tidak? Suara lembut itu, adalah suara yang begitu dia rindukan selama beberapa hari ini, dan selalu memenuhi pikiran dan hatinya.


Hari ini setelah Ernest merasakan begitu bahagia membayangkan bisa bertemu dan berkomunikasi lagi dengan Tira, pembicaraan antara Tira dan Evelyn tadi sungguh membuatnya tidak tenang.


Akan tetapi, di sisi lain, sebagai pria yang begitu mencintai Tira, ada rasa cemburu yang begitu besar sedang menerpanya, dan rasanya Ernest ingin sekali memberontak dan membiarkan dunia tahu bahwa dia begitu mencintai Tira dan juga ingin memiliki gadis itu sebagai kekasihnya.


“Kamu tadi pasti mendengar apa yang aku bicarakan dengan Evelyn. Bagaimana menurutmu? Siapa kira-kira pangeran yang akan dipilih oleh papa untuk dijodohkan denganku?” Pertanyaan Tira, membuat dada Ernest terasa begitu sakit, dan rasa cemburu yang tadi sudah membakar hatinya, semakin membuat hatinya terbakar, seolah perkataan Tira sudah menjadi bensin yang disiramkan ke dalam api yang sedang berkobar.


“Apa Putri begitu bahagia dan begitu mengharapkan perjodohan itu? Apa Putri sungguh ingin mendapatkan jodoh dengan cara dipaksakan seperti itu?” Perkataan Ernest itu meluncur begitu saja dari bibirnya, membuat Ernest bahkan terkejut dengan dirinya sendiri karena begitu berani mengucapkan kata-kata seperti itu pada Tira.


Astaga! Kenapa bibirku lancang sekali? Bisa-bisanya aku mengatakan hal yang menunjukkan bagaimana aku merasa begitu kesal dengan rencana perjodohan putri itu?

__ADS_1


Ernest yang menyadari dia terlambat menahan bibirnya untuk mengucapkan kata-kata yang tidak sopan itu pada Tira, hanya bisa mengomeli dirinya sendikri dalam hati dengan sikap menyesal.


“Maaf Putri… maaf karena pertanyaan saya barusan.” Akhirnya Ernest berkata sambil melirik ke arah spion, berharap agar wajah Tira tidak menunjukkan aura tersinggung ataupun marah padanya.


Sebuah senyum tipis yang tersungging di bibir Tira, membuat Ernest sedikit menelan ludahnya.


Apa maksudnya ini? Kenapa putri justru tersenyum setelah mendengar apa yang baru saja aku katakan barusan? Bukankah harusnya putri merasa aku sudah bersikap lancang berani menunjukkan rasa keberatan tentang rencana perjodohan itu?


Ernest berkata dalam hati dan mengalihkan pandangan matanya dari spion.


“Tidak masalah Ernest, mungkin kamu sedang ada masalah? Kenapa sedari tadi kamu terlihat murung, dan sikapmu menunjukkan kalau hatimu sedang kacau hari ini? Apa ada yang membuatmu tidak suka hari ini? Apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu?” Bukannya menghentikan bicaranya, Tira justru semakin memancing emosi Ernest.


“Eh… tidak Putri, tidak ada apapun yang mengganggu saya hari ini.” Dengan cepat Ernest berkata, dan tanpa sadar kakinya menginjak gas lebih dalam, sehingga mobil mealju lebih kencang.


Rasanya saat ini Ernest ingin segera sampai di apartemen, agar pikirannya yang kacau tidak membawa akibat buruk yang bisa membuat mereka berdua mengalami kecelakaan di jalan akibat kelalaiannya.


“Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya, karena jujur saja, sejak keluar dari mansion keluarga Shaw, kamu terlihat seperti orang yang sedang banyak beban pikiran. Apa mungkin ada seseorang yang kamu sukai sedang berada di mansion itu, dan hatimu tidak rela meninggalkan dia di sana?” Pertanyaan Tira hampir saja membuat Ernest menginjak rem secara mendadak.


“Tidak Putri, tidak ada. Putri bahkan tahu selain para sahabat yang Mulia Alvero dan keluarga istana Gracetian, saya tidak mengenal orang-orang yang tinggal di mansion itu.” Jawaban Ernest yang diucapkannya dengan nada dan wajah sedikit panik, membuat Tira tersenyum lebar, karena kali ini, dia sudah benar-benar yakin kalau Ernest, sebenarnya sangat menyukainya.


Tinggal sedikit waktu lagi, begitu sampai di apartemen… kali ini aku akan membuatmu mengaku, dan tidak bisa mengelak lagi untuk mengatakan hal yang sebenarnya padaku. Mengatakan bahwa kamu juga sudah jatuh cinta padaku Ernest. Aku tidak akan membiarkanmu menghindar lagi kali ini. Aku akan membuatmu memberikan pengakuan cintamu padaku hari ini.

__ADS_1


Tira berkata dalam hati sambil memandang keluar jendela mobilnya, dimana terlihat mobil yang dia tumpangi saat ini, sudah masuk ke area apartemen, dan meluncur menuju tempat parkir.


__ADS_2