MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERTANYAAN TIRA


__ADS_3

Walaupun Alvero tahu kemampuan pasukan milik Ornado waktu itu Alvero memutuskan untuk mengirimkan Ernest, karena dia merasa Ernest cukup mampu menghadapi peneror itu tanpa harus merepotkan Ornado, yang sudah berhasil membuat banyak orang berhutang budi padanya.


"Kalau itu yang kamu khawatirkan, jangan merasa khawatir karena kakakmu Alvero tidak akan membiarkan itu terjadi padamu. Kamu tahu bahkan Ernest sebagai pengawal pribadinya saja dia pinjamkan padamu. Dan Ernest pasti akan menjagamu dengan baik." Deanda melanjutkan bicaranya untuk menenangkan Tira.


"Aku harap setelah ini tidak adalagi teror terhadapmu. Aku tahu hal yang dilakukan orang atas nama cinta tapi tidak bertanggungjawab itu sungguh mengerikan." Laurel berkata sambil mengingat bagaimana di masa lalu dia juga pernah mendapatkan teror berupa kiriman bunga-bunga tulip dari penggemar rahasianya.


"Aku juga berharap seperti yang dikatakan Laurel. Semoga setelah ini, hidupmu bisa tenang. Orang-orang itu dengan seenaknya memaksakan cinta mereka tanpa sadar bahwa itu bukan lagi cinta tapi sebuah kejahatan. Harusnya, saat kita jatuh cinta, hal paling menyakitkan adalah melihat orang yang kita cintai menderita dan disakiti. Akan tetapi mereka justru ingin memisahkan kita dari orang yang kita cintai tanpa perduli penderitaan kita terpisah dan melihat orang yang kita cintai menderita karena kita." Cladia yang biasanya tidak banyak bicara, ikut memberikan pendapatnya dan membuatnya bicara panjang lebar.


Bukan hanya Laurel, Cladia yang bahkan pernah mengalami penculikan karena adanya orang yang begitu terobsesi padanya masih saja bergidik saat pikirannya teringat tentang kejadian hari itu, apalagi Cladia memiliki trauma tersendiri terhadap sosok pria, sehingga membuatnya tidak bisa bersentuhan secara fisik dengan pria meskipun hanya sekedar berjabat tangan, kecuali dengan Jeremy dan Ornado.


Entah kasus penculikan dirinya oleh Robi ataupu Dario, semuanya membuat Cladia masih saja berdebar-debar dan merasa ketakutan jika mengingat kejadian yang hampir saja memisahkannya dengan Ornado yang baginya sekarang adalah separuh dari nafas dan jiwanya, dimana Cladia begitu mencintai pria yang begitu melindungi dan juga mencintainya tanpa batas itu.


Sosok Ornado juga yang membuat Cladia pada akhirnya mampu menghadapi ketakutannya terhadap pria, meskipun trauma itu belum hilang dan masih membuatnya tidak bisa dekat dengan makhluk bernama laki-laki.

__ADS_1


Tapi paling tidak, dengan adanya Ornado, Cladia mulai bisa menikmati kehidupan dunia luar dan keindahannya dengan Ornado yang selalu berada di sampingnya dan melindunginya dari trauma itu.


Cladia yang mulai terpikirkan tentang kejadian di masa lalu yang membuatnya merasa merinding itu langsung mengarahkan pandangan matanya ke arah Ornado yang baru saja keluar dari kolam bersamaan dengan Alvero, membuat tubuh mereka berdua yang atletis dengan otot-oto tubuh mereka yang terbentuk sempurna, membuat para pelayan yang sempat berada di sekitar kolam untuk melayani mereka terlihat saling berbisik dengan pandangan mata kagum menatap ke arah deretan para pria tampan dan bertubuh sempurna yang sednag berkumpul di tepi kolam renang.


Cladia sendiri begitu menatap sosok suami yang dicintainya itu langsung amenyunggingkan senyumnya dengan perasaan yang langsung merasa tenang karena keberadaan Ornado.


Di tempat dimana banyak orang, terutama pria, asal Ornado masih dalam jangkauan matanya, Cladia akan merasa tenang dan aman.


"Ah... aku tidak memikirkan itu kok. Aku yakin Ernest dan yang lain selalu bisa melindungiku dengan baik. Dan lagian, untuk apa aku memikirkan tentang pelaku teror yang sudah berhasil ditangkap itu?" Tira berkata sambil berusaha melebarkan senyum di bibirnya agar tidak membuat yang lain khawatir.


Mereka semua adalah orang-orang yang sudah berhasil mendapatkan cinta sejati mereka dengan berbagai kisah cinta yang berbeda. Jadi... tidak ada salahnya kan kalau aku bertanya tentang pendapat mereka untuk masalah yang sedang aku hadapi bersama Ernest saat ini? Semoga aku bisa mendapatkan ide saat mendengar kisah cinta mereka.


Tira berkata dalam hati sambil memandangi semua perempuan cantik yang sedang duduk bersamanya, yang pastinya untuk saat ini mereka semua adalah wanita yang sudah hidup bahagia dengan pria yang dicintainya sebagai suami mereka.

__ADS_1


“Kak Deanda, kapan kak Alvero menyatakan cintanya kepada Kakak? Dan bagaimana cara Kak Alvero menyatakan cintanya pada Kakak?”


“Eh?” Pertanyaan tiba-tiba dari Tira sungguh membuat Deanda kaget dengan wajahnya yang memerah.


Pertanyaan Tira membuat dada Deanda berdetak, karena bagaimana dia bisa melupakan saat dimana Alvero menyatakan cintanya saat bulan madu mereka di pantai Tavisha.


Sebuah pernyataan cinta yang saat itu membuat Deanda masih saja tidak percaya kalau orang sehebat Alvero benar-benar telah jatuh cinta padanya.


“Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal seperti itu pada Deanda? Apa ada seseorang yang kamu suka dan kamu mengharapkan pernyataan cinta darinya Tira?” Laurel bertanya sambil menatap ke arah Tira.


“Jangan khawatir Kak Laurel, setelah ini giliran Kak Laurel, Kak Cladia, dan juga Elenora untuk menjawab pertanyaanku.”


“Lho… aku juga?” Dengan wajah cantiknya, tapi dengan sikap polos Elenora bertanya sambil menunjuk pada dirinya sendiri, dan dijawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Tira, membuat Elenora langsung melirik ke arah Laurel maupun Cladia yang wajahnya tidak kalah kaget dengan Deanda maupun Elenora.

__ADS_1


“Aku ingin mendengar beberapa versi pernyataan cinta dari orang-orang di sekitarku, jadi kalian bisa bersiap-siap untuk menceritakannya padaku. Untuk sekarang kita dengarkan dulu jawaban dari Kak Deanda….” Tira berkata sambil mengarahkan pandangan matanya kepada Deanda yang wajahnya tampak canggung dengan tangan mengelus-elus perut buncitnya, yang sudah disemayami seorang bayi, bukti dari cintanya dengan Alvero.


__ADS_2