
Tiba-tiba saja, Janeta menemukan sebuah ide yang baginya, mungkin bsia membuatnya selamat dan mengatasi masalahnya saat ini.
Meskipun mungkin ini belum tentu berhasil… aku harus mencobanya... kenapa tidak? Kenapa aku tidak mencoba untuk meminta bantuan Tira dan Ernest? Aku pernah mendengar bahwa keluarga Tira dan Ernest cukup kaya dan terpandang di Gracetian, syukur-syukur kalau mereka kenal dekat dengan para bangsawan yang ada di sana, sehingga mereka bisa melindungi diri mereka dengan baik dan juga… melindungiku dari ancaman orang itu.
Dengan semangat yang tiba-tiba muncul dalam dirinya, Janeta berkata dalam hati.
Jika aku mendekati mereka, pasti orang yang memerintahkanku dengan menyembunyikan diri itu akan berpikir bahwa aku sedang berusaha untuk memisahkan mereka, sesuai dengan permintaan orang itu. Dia tidak akan curiga jika aku seirng-sering dan berlama-lama berada di sekitar Ernest dan Tira.
Saat itu, aku akan mencari kesempatan untuk mengatakan kepada Ernest dan Tira tentang apa yang sudah terjadi padaku. Aku tidak perduli meskipun harus bersimpuh dan meminta maaf pada Tira untuk semua hal buruk yang pernah aku lakukan secara diam-diam padanya, sehingga Tira dan Ernest pun dalam kondisi berbahaya sekarang.
Seolah mendapatkan harapan baru, Janeta terus berkata sambil menghela nafas lega.
“Kalau begitu, lebih baik aku segera mencari info tentang keberadaan Tira dan Ernest sekarang juga.” Janeta bergumam pelan dengan sikap optimis sehingga wajahnya kembali terlihat ceria.
# # # # # #
“Sampai di sini dulu kelas kita hari ini. Jangan lupa untuk mempersiapkan tugas grub band yang harus kalian tampilkan sebentar lagi.” Kata-kata penutup Romeo untuk mengakhiri kuliahnya hari ini, membuat beberapa dari para mahasiswa yang mengambil kelas itu langsung saling berpandangan.
“Oke kalau begitu. Selamat siang semuanya….” Romeo berkata sambil meraih tas kerjanya dan berjalan ke arah pintu keluar ruangan itu.
__ADS_1
“Selamat siang Pak….” Semua yang hadir di sana, langsung membalas ucapan selamat siang dari Romeo.
Meskipun Romeo sudah meninggalkan kelas, banyak dari antara mahasiswa yang menghadiri kelasnya tampak tetap duduk di dalam kelas, mulai membahas rencana latihan dan penampilan mereka dengan anggota grup band yang sudah mereka bentuk beberapa waktu lalu.
Mereka langsung terlihat sibuk mencari anggota grupnya masing-masing, termasuk Bram yang tadinya duduk di bangku paling depan, yang akhirnya berjalan mendekat ke arah Tira dan Ernest yang ada di bangku tengah, sehingga membuat Bram harus menaiki beberapa tangga untuk bisa mendekat ke arah posisi Tira dan Ernest yang duduk di kursi kelas yang dibentuk seperti tribun penonton.
Di salah satu sudut kelas, tampak Janeta adalah satu-satunya orang yang tampak tidak terlalu perduli dengan grupnya, karena baru saja notifikasi pesan masuk ke dalam handphonenya.
Sejak berita tentang Robin yang ternyata merupakan seorang peneror dan sedang berada dalam penjara. Peneror mengerikan yang bahkan sebelumnya sedang merencanakan untuk melakukan hal buruk pada Tira sebelum tertangkap oleh Luis, Janeta jadi seperti orang yang paranoid terhadap suara notifikasi pesan baru yang masuk ke handphonenya, apalagi jika dilihatnya itu berasal dari nomer yang tidak dikenalnya, dan tidak tersimpan dalam kontaknya.
(Paranoid adalah masalah psikologis yang ditandai dengan munculnya rasa curiga dan takut berlebihan. Orang yang paranoid cenderung sulit atau bahkan tidak bisa memercayai orang lain dan memiliki pola pikir yang berbeda dari kebanyakan orang. Gangguan kepribadian paranoid umumnya muncul akibat trauma psikologis pada masa lalu).
Janeta yang baru saja mendapatkan pesan berisi perintah untuk memisahkan Tira dan Ernest, sedikit membeliakkan matanya.
Dengan cepat Janeta menghitung jumlah angka 0 yang ada dibelakang angka 5 di posisi dari depan.
Berapa kalipun Janeta berusaha menghitung angka 0 itu, tetap saja tulisan itu menyebutkan angka 500 juta, sebuah angka yang terlihat fantastis.
Sayangnya kali ini, Janeta tidak tertarik pada sejumlah uang yang ditawarkan padanya, dia justru merasa takut melihat banyaknya angka yang tertera, yang baginya justru terasa begitu mencurigakan.
__ADS_1
Hanya untuk memisahkan Ernest dan Tira, dia akan mendapatkan uang sebanyak itu, justru membuat Janeta curiga bahwa orang itu sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar daripada hanya sekedar memisahkan Tira dan Ernest, yang bisa saja akan kembali menjalin hubungan jika mereka berdua menyadari ada yang tidak beres saat mereka berdua putus.
Eh… ternyata Ernest dan Tira sedang bersama dengan Bram. Mereka pasti sedang membicarakan rencana latihan dan tampil. Sebaiknya aku ikut kesana, dan mencari kesempatan untuk meminta waktu berbicara bertiga saja dengan Ernest dan Tira.
Janeta berkata dalam hati sambil memandang ke arah Ernest dan Tira yang sedang berbicara serius dengan Bram terkait rencana tampilnya mereka sebagai grup band.
Melihat itu, Janeta segera membereskan buku-bukunya yang sedari tadi tidak dalam pikirannya, dan berjalan mendekat ke anggota grupnya, dan mulai melaksanakan rencananya.
Tanpa sadar, Janeta merasa begitu beruntung karena saat ini dia berada dalam satu kelompok tugas dnegan Ernest dan Tira, membuatnya memiliki cukup alasan untuk berada di dekat mereka tanpa membuat yang lain curiga.
Janeta tahu, untuk saat ini dia harus bertindak sangat hati-hati agar tidak membuat orang yang sudah memberinya perintah itu sadar kalau sekarang dia dengan diam-diam sedang mencari cara untuk dapat melepaskan diri dari orang itu.
Dan Janeta yakin, bahwa orang itu pasti tidak akan menyangka bahwa dia akan meminta bantuan dari Ernest dan Tira, yang artinya Janeta sedang bersiap agar bisa menghadapi orang itu, yang pastinya tidak akan pernah terima karena Janeta berniat mengkhianatinya.
“Maaf aku terlambat, ada beberapa pesan penting yang masuk ke handphoneku.” Dengan sikap ramah Janeta berkata dan langsung mengambil posisi duduk di samping Bram, yang posisi awalnya duduk di bagian paling pinggir, di samping kiri Ernest, dimana Tira duduk sebelah kanan Ernest.
“Tidak masalah, kami juga masih berusaha menemukan jadwal latihan yang bisa sesuai dengan semua anggota band kita.” Ernest berkata sambil tangannya meraih bahu Tira kembali, memeluknya dan menariknya mendekat ke arah tubuhnya.
Ernest sengaja melakukan itu ketika dilihatnya tanpa sengaja, sosok Luis yang juga baru saja mengajar, berjalan melewati ruangan tempat Ernest dan Tira berada.
__ADS_1
Dengan sengaja, Ernest melakukan hal itu di depan Luis dan tidak memberitahukan apapun kepada tira, yang kebetulan tidak sadar dan tidak tahu kalau Ernest sengaja melakukan itu karena meihat sosok Luis yang bagi Ernest terlihat jelas seperti orang yang sedang mencari kesempatan untuk diam-diam mengamati Tira.