
Erich yang selalu bisa menebak apa yang ada di pikiran Ernest, dan apa yang dirasakan oleh Ernest, mencoba memberanikan diri untuk maju selangkah, mendekat ke arah Alvero.
"Yang Mulia.... apa Yang Mulia tidak salah memilih Ernest untuk pergi?" Dengan sikap tenang dan wajah dingin, Erich langsung bertanya kepada Alvero yang matanya masih menatap tajam ke arah Ernest.
"Memang apa salahnya kalau aku memilih Ernest untuk pergi ke Amerika menjadi pengawal pribadi Tira?" Alvero menghentikan akta-katanya sebentar, menoleh ke arah Victor dan Ava yang tampak tidak menunjukkan sikap penolakan.
Tira sendiri langsung tersenyum mendengar ide Alvero, karena bagi Tira yang cukup tahu tentang kinerja Ernest dan cerita tentang kehebatannya selama menjabat sebagai pengawal pribadi Alvero, membuat Tira justru merasa senang.
Apalagi satu hal yang pasti, yang Tira tahu tentang Ernest, bahwa laki-laki tampan itu bukanlah orang yang cerewet dan tidak sabaran.
Justru begitu susahnya menjadi pegnawal Alvero yang kemauannya kadang aneh dan sulit untuk dituruti, Tira tahu Ernest cukup terlatih dan sabar untuk menghadapi orang sulit.
"Ernest sudah terlatih dalam menghadapi musuh... keahlian beladirinya jauh lebih bagus dari pengawal yang lain. Kemampuannya menggunakan berbagai senjata tajam maupun senjata api tidak perlu diragukan lagi. Dia bukan orang yang suka mengatur orang lain dan cerewet. Bukannya itu akan membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk mengemban tugas ini?" Alvero berkata sambil menaikkan bahunya, dengan wajah meminta masukan dari yang lain.
Perkataan Alvero membuat Erich langsung melirik ke arah Ernest dengan tajam, karena dia tahu, jika saja dia menyentuh tangan Ernest saat ini, Erich yakin telapak tangan saudara kembarnya itu pasti dingin, dengan dadanya yang berdebar-debar karena pembicaraan ini.
__ADS_1
Jika Ernest benar-benar pergi ke Amerika untuk mengawal putri Tira, itu akan berbahaya sekali untuk Ernest jika sampai dia tidak bisa mengendalikan hati dan pikirannya saat berada di dekat putri Tira....
Erich langsung berkata dalam hati dengan perasaan khawatir.
Dengan kondisi dimana mereka akan lebih sering bertemu dari sebelum-sebelumnya, aku khawatir akan sulit bagi Ernest untuk perasaannya tidak berkembang dari rasa kagum menjadi rasa suka pada putri Tira. Aku tidak mau Ernest yang belum pernah memiliki hubungan dekat dengan gadis manapun harus menelan pil pahit di kemudian hari karena menjadi pungguk yang merindukan bulan.
Erich kembali berkata dalam hati sambil menahan nafasnya.
(Pungguk adalah burung elang malam (burung hantu) yang suka memandang bulanBagai pungguk merindukan bulan artinya mengharapkan sesuatu yang mustahil dapat dicapai. Mengharapkan sesuatu yang sulit atau hampir tidak dapat diraih bila dilihat dari kondisi yang ada. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti seperti pungguk merindukan bulan adalah seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas).
Dengan gerakan cepat dan wajah kaget, Ernest langsung menoleh ke arah Erich, yang dia tahu paling anti untuk berada di dekat makluk bernama wanita, karena bagi Erich, wanita adalah makluk yang merepotkan, tentunya kecuali Cleosa yang sudah berhasil membuatnya cinta mati, dan menjadi orang yang lebih hangat saat bersama gadis itu, menunjukkan sisi perhatiannya.
Meskipun lambat laun, dengan berjalannya waktu, Erich mulai bertemu wanita-wanita hebat yang membuatnya harus mengakui bahwa tidak semua wanita bisa dikatakan manja dan merepotkan.
Sosok Deanda bersama dengan para teman-teman wanitanya yang merupakan wanita hebat dengan latar belakang yang berbeda-beda, membuka pemikiran Erich tentang sosok wanita.
__ADS_1
Hanya saja, untuk kasus Ernest, bagi Erich, perbedaan status sosial yang cukup jauh antara Ernest dan Tira, membuat Erich berpikir bahwa seharusnya Ernest menghindari keberadaan Tira sebisa mungkin, bukan justru berada di dekat putri cantik itu, dan membuatnya terjebak dengan perasaan yang tidak bisa dia selesaikan dengan baik di masa depan.
Bahkan Erich takut jika suatu saat nanti Ernest megnalami hal buruk dalam hidupnya karena perasaan cinta tak berbalas.
“Jangan bercanda Erich! Kamu sedang mempersiapkan pernikahanmu dengan Cleosa. Mana bisa aku mengirimmu ke Amerika? Apa kamu ingin membatalkan pernikahanmu dengan Cleosa?” Alvero langsung menentang ide Erich untuk menggantikan Ernest.
Astaga! Huft… untunglah kak Alvero langsung menolak keinginan Erich, kalau tidak, aku pasti tidak akan tahan berada di dekat si muka kulkas itu untuk waktu lama. Sampai sekarang aku masih tidak habis pikir bagaimana nona Cleosa yang cantik dan ramah itu mau menikah dengan pria sedingin kutub utara itu. Tapi yah… mungkin itu yang dinamakan jodoh. Tidak ada yang tahu kapan dan kepada siapa kita jatuh cinta.
Tira berkata dalam hati.
Dan tanpa diketahui siapapun, Tira menarik nafas lega karena Alvero yang langsung menolak usulan dari Erich.
“Bukannya begitu Yang Muliha, hanya saja….”
“Tidak, aku tetap tidak akan setuju jika kamu yang pergi ke Amerika. Aku tidak mau kamu membiarkan Cleosa menyiapkan pernikahan kalian sendiri saja. Kalian harus mempersiapkannya bersama-sama, karena itu acara besar kalian berdua, bukan salah satu diantara kalian.” Alvero langsung memotong perkataan Erich.
__ADS_1
“Sudah aku putuskan… Ernest yang akan berangkat ke Amerika bersama dengan 2 pengawal lain, yang bisa dia pilih sebagai temannya di sana, untuk menjadi pengawal pribadi Tira.” Alvero berkata sambil memandang ke arah Tira, Victor dan Ava secara bergantian untuk mengecek apakah ada penolakan dari mereka atas keputusannya tersebut.