
"Ah ya... benar katamu Anna, mereka bertiga selalu siap sedia dan menjagaku dengan baik. Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu." Tira buru-buru mendukung perkataan Anna, untuk mencegah Anna melanjutkan niatnya ingin menemaninya tidur di apartemen untuk beberapa waktu ini.
Kata-kata Tira yang tidak diketahui oleh Anna memiliki maksud sedang mencegahnya mati-matian agar Anna tidak tinggal bersamanya, justru membuat Anna tersenyum lega, berpikir kalau Tira pasti memang jauh lebih aman bersama dengan Ernest, Edi dan Steven.
"Kalau begitu Ernest... tolong jaga Tira dengan baik ya. Jangan sampai terjadi apa-apa pada Tira...." Kata-kata Anna membuat Ernest maupun Tira tersenyum.
"Kamu tidak perlu khawatir, tanpa diperinta dan diingatkan siapapunh, aku akan selalu ingat bahwa tugas utamaku datang ke Amerika adalah untuk menjaga dan melindungi Tira." Jawaban Ernest membuat Anna tersenyum lebar, sedang Tira sedikit memalingkan wajahnya karena dadanya yang kembali berdetak kencang karena kata-kata Ernest yang membuat hatinya berdesir karenanya.
Bagi Anna kata-kata itu mungkin hanya sebuah pernyataan tentang apa yang sudah menjadi tugas Ernest sebagai pengawal pribadi Tira yang dikirimkan dari Amerika, tapi bagi Tira yang sedang jatuh cinta pada Ernest, kata-kata itu terdengar begitu romantis baginya, pernyataan Ernest untuk selalu ada untuknya, seperti yang dinyatakan Ernest melalui lagu only one call away yang pernah dinyanyikan Ernest ketika latihan.
"Lalu, bagaimana dengan orang yang sudah berani-beraninya menyebarkan foto Tira di media sosial, dan berusaha untuk menggiring opini banyak orang agar memberikan penilaian negatif terhadap Tira?" Anna yang ingat dengna bagaimana hebohnya berita tentang Tira tadi malam di media sosial langsung berkata dengan wajah terlihat penasaran.
"Kemarin aku melihat Janeta mengambil foto kita ketika kita makan siang bersama di cafe." Anna langsung menoleh ke arah Ernest begitu mendengar kata-kata Ernest tersebut.
"Kapan?"
__ADS_1
"Ketika dia meminta ijin untuk pergi ke toilet. Diam-diam dia mengambil foto kita."
"Ah, benar...." Anna bergumam pelan.
"Sepertinya memang dia yang sudah mengupload foto-foto itu, karena kalau dilihat dari posisi fotonya sebagian memang terlihat diambil dari arah toilet cafet itu." Dengan suara terdengar sedikit bersemangat, Anna berkata.
"Sayangnya sepertinya bukan dia yang sudah mengupload foto-foto di cafe itu. Dan menurut analisa kami semalam, yang mengupload foto-foto itu bukan hanya satu orang, karena beberapa foto yang diupload diambil dari rekaman cctv." Ernest menghentikan kata-katanya sebentar sambil melirik ke arah Tira yang tampak termenung.
"Eh, begitu ya?" Anna bertanya dengan sikap bingung, karena dia sebenarnya tidak terlalu memperhatikan perbedaan darifoto-foto itu karena terlalu emosi begitu memikirkan ada yang berusaha untuk menjatuhkan teman baiknya.
"Mungkin memang seperti itu. Bersyukurnya, dari semua komentar yang aku baca sampai pagi tadi, pada akhirnya orang banyak yang justru membela Tira. Sepertinya mereka tidak terpengaruh dengan komentar-komentar yang berusaha memojokkan Tira...." Anna berkata pelan sambil tersenyum ke arah Tira.
"Karena sepertinya teman-teman kita cukup mengenal Tira yang memang tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, sehingga mereka tidak begitu saja percaya dengan pemberitaan itu. Untuk saja mereka berpikir cerdas, tidak mudah tersulut gosip." Anna melanjutkan kata-katanya kembali dengna wajah senang karena dari kejadian kemarin, teranyata jauh lebih banyak orang yang mendukung Tira daripaada yang menghujatnya.
"Benar, apalagi Tira didukung oleh komentar beberapa pria yang dulu pernah ditolaknya. Mereka mengatakan bahwa Tira tidak pernah mengatakan hal buruk dan kasar saat menolak mereka. Bahkan sampai sekarang mereka yang awalnya merupakan teman Tira, tetap berteman baik dengan Tira." Kata-kata Anna membuat Ernest menarik nafas panjang, sadar sepenuhnya bahwa gadis yang dipujanya itu memiliki begitu banyak penggemar, bahkan seorang psikopat.
__ADS_1
"Apa kalian melihat? Teman-teman dan dosen kita tadi bahkan mendukung kalian seperti itu, sehingga justru memberikan kesempatan pada kalian untuk saling menunjukkan tindakan mesra. Ha ha ha." Anna mengakhiri kata-katanya dengan tawa keras, membuat Tira hanya bisa meringis melihat temannya yang suka asal bicara dan cenderung tidak bisa menahan diri untuk bicara.
"Tapi...." Tiba-tiba Anna berhenti tertawa karena ingat tentang sesuatu.
"Kenapa Anna?" Pertanyaan Ernest membuat Anna menoleh ke arahnya.
"Itu... selain Janeta siapa yang bisa jadi tersangka pengunggah foto-foto itu?"
"Angel...." Baik Tira maupun Anna langsung memandang Ernest dengan tatapan tidak percaya begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ernest.
"Kenapa kamu yakin sekali tentang hal itu Ernest?"
"Karena Edi kemarin melihat kalau Janeta melakukan pertemuan dengan Angel setelah selesai dengan acara makan siangnya bersama kita. Janeta terlihat jelas sedang menyodorkan sesuatu pada Angel yang menggantinya dengan sebuah amplop, yang kemungkinannya berisi uang...." Ernest terdiam sebentar sambil melirik ke arah pintu masuk ruang kelas itu, untuk memastikan kalau tidak ada orang yang masuk ke tempat itu.
"Itu artinya... bisa jadi yang mengupload foto-foto tadi malam, salah satunya adalah Angel... untuk yang lain, masih dalam penyelidikan kami. Semoga segera ada titik terang." Ernest berkata sambil teringat tentang topi dengan bordiran inisial TL yang dia temukan pada tersangka pelaku perusakan saxsofonnya lewat rekaman cctv.
__ADS_1