
“Dari apa yang dilakukannya, Elenora menemukan bahwa pesan-pesan teror yang diterima oleh Tira, sepertinya memang berasal dari dua orang yang sama….” James menghentikan sejenak kata-katanya, seolah mencoba mengingat apa yang tadi dikatakan oleh Elenora padanya.
“Seperti biasa, Cladia membantu Elenora untuk merapikan data-data temuannya, sehingga mereka berdua dapat menyimpulkan, bahwa meskipun mereka berdua melakukan teror terhadap Tira, terdapat dua hal yang sangat berbeda yang sudah mereka lakukan.” Lagi-lagi James menghentikan kata-katanya sejenak.
“Setelah mereka menemukan pola dimana akhirnya pesan-pesan itu bisa dibedakan siapa yang menuliskan pesan itu, Elenora dan Cladia menyimpulkan bahwa pesan-pesan yang berisi ancaman kekerasan terhadap orang lain, cenderung dilakukan oleh Luis, sedangkan pesan-pesan dari Robin, hanya sekedar pernyataan cinta dan menunjukkan bagaimana terobesinya dia terhadarp Tira….”
“Memang beberapa kali Robin sempat menyatakan ketidaksukaannya terhadap para pria yang berusaha mendekati Tira, tapi dia tidak pernah menuliskan ancaman yang mengerikan seperti akan membunuh atau menyakiti pria yang menyukai Tira itu, sangat berbeda dengan pesan-pesan yang dituliskan oleh Luis yang tidak segan-segan langsung memberikan ancaman untuk mencelakakan bahkan membunuh orang yang menyukai Tira.” Perkataan James ini, sungguh membuat dada Janeta berdebar keras dengan bulu kuduk yang merinding, ditambah dengan keringan dingin yang tampak mulai membasahi keningnya.
Apa itu artinya… benar-benar bukan suatu kebetulan, semua hal buruk yang menimpa para pria yang terliaht menyukai dan berusaha mendekati Tira selama ini?
Janeta berkata dalam hati sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya, seperti orang yang kedinginan, karena rasa takut yang tiba-tiba menyergap dirinya.
Kalau pak Luis bisa bersikap kejam terhadap orang-orang itu, berarti… dia juga bisa bersikap kejam kepadaku. Aku… sepertinya… benar-benar dalam bahaya… karena pernah terlibat dengan pak Luis sejauh itu. Dia... sepertinya bukan orang yang akan dengan mudah memaafkan dan melepaskan orang lain yang dianggapnya sudah menyinggungnya.
Dengan pikiran kalut, Janeta kembali berkata dalam hati, dengan dada yang berdetak semakin kencang.
“Jika melihat ke bagian lain tentang hadiah-hadiah yang kamu dapat, sepertinya… beberapa diantaranya yang terlihat mengerikan, berasal dari Luis, sedangkan Robin seringkali mengirimkan hadiah berupa hal-hal umum seperti bunga, atau boneka dan souvenir yang umum diberikan seorang pria pada wanita yang disukainya. Aku berani mengatakan itu, setelah berhasil mengumpulkan data darimana benda-benda itu berasal dan melakukan penyelidiakn siapa yang sudah membeli barang-barang seperti itu.” Tira hanya bisa diam mendengar apa yang dikatakan oleh James barusan.
Bukan hanya kaget bahwa Luis dan Robin ternyata berbeda dalam melakukan terornya, tapi juga kaget menyadari bagaimana Elenora dan Cladia bisa mengumpulkan data hingga bisa mendapatkan kesimoulan sepenting itu.
__ADS_1
“Orang seperti Robin, sepertinya masih bisa diarahkan, tapi Luis, akan menjadi hal yang sulit karena dia tipe seorang psikopat sejati dengan darah dingin yang mungkin tidak akan berkedip melihat orang tergeletak mati di depannya dengan bersimbah darah.” Kata-kata James kali ini bukan hanya membuat Janeta semakin ketakutan, tapi Tira pun merasa tidak nyaman.
“Eh, sebaiknya kalian lanjutkan rencana kalian, Aku hanya ingin mengatakan hal itu, agar saat kalian menjalankan rencana kalian untuk menjebak Luis, kalian benar-benar harus siaga dan berhati-hati karena yang kalian hadapi, adalah orang yang kejam, tapi dia juga punya perhitungan yang sangat matang dalam melakukan segala sesuatu.” Kata-kata James membuat Ernest langsung menganggukkan kepalanya, sedangkkan Tira maupun Janeta, tampak diam mematung sebelum akhirnya bergerak setelah Ernest mengajak mereka pergi.
“Ayo kita kembali ke dalam.” Setelah Ernest dan yang lainnya pergi menjauh, Ornado segera mengajak James untuks egera kembali masuk ke dalam mansion.
“Eh Ad… setelah aku melihat beberapa kali Elenora bekerja dengan Cladia, sepertinya… mereka akan menjadi pasangan yang hebat dalam hal penyelidikan dan pasti akan banyak membantu tim keamanan kita. Bagaimana kalau….”
“Tidak!” Dengan sikap dan suara tegas, Ornado langsung menjawab pertanyaan dari James, yang bahkan belum selesai diucapkannya.
“Kenapa?”
“Tapi Cladia sepertinya hebat juga dalam melakukan analisa… tidak bisakah…”
“Tidak bisa! Kalau dia bersama dengan Elenora, pasti waktunya akan banyak dia berikan untuk itu. Sekarang saja aku merasa waktuku bersamanya saja sudah begitu kurang karena kesibukan kami berdua. Pokoknya… tidak bisa!” Ornado kembali memotong perkataan James, dan melangkah dengan lebih cepat, meninggalkan James di belakangnya.
“Dasar Ad! Dia benar-benar sudah tidak tertolong bucinnya kepada Cladia. Sungguh….” James berkata sambil berlari mengejar Ornado di depannya.
“Kalau begitu Ad…. Bagaimana kalau….” James masih saja berusaha melakukan negosiasi dengan Ornado, setelah melihat bagaimana kompaknya Elenora dan Cladia, membuat pekerjaan Elenora jadi jauh lebih cepat selesai dibandingkan dia harus bekerja seorang diri tanpa bantuan Cladia.
__ADS_1
Apalagi, kedekatan Elenora dengan Cladia, bagi James membawa aura positif bagi Elenora untuk bisa tampil semakin percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki, yang selama ini terus dipendam dan disembunyikannya.
“Apapun itu, tidak akan kuijinkan kalau itu berkaitan dengan merepotkan Cladia.” Dengan cepat Ornado menjawab perkataan James tanpa menoleh ke arah James dan tetap berjalan dengan langkah-langkah lebar, agar bisa segera menemui Cladia, kekasih hati yang selalu menjadi pusat perhatian dan hidupnya.
# # # # # # #
“Ernest… Tira….” Pada akhirnya, Janeta yang sedari tadi merasa hatinya tidak tenang setelah mendengar perkataan James tentang Robin dan Luis, memberanikan diri untuk memanggil nama Tira dan Ernest, setelah mereka keluar dari lingkungan mansion keluarga Shaw.
“Kenapa Janeta? Apa ada yang ingin kamu bicarakan tentang rencana kita besok?” Ernest berkata sambil melirik wajah Janeta ynag tampak bingung dari arah spion mobil yang dikendarainya.
“Eh… sebenarnya… apa yang dikatakan oleh orang yang tadi menemuimu sebelum kita pergi….” Dengan sengaja Janeta tidak menyebutkan nama James, karena tadi dia memang tidak memperkenalkan diri di hadapan Janeta, meskipun tadi Janeta sempat mendengar bagaimana Tira memanggilnya dengan sebutan “kak James.”
“Kata-katanya, membuatku ingat dengan beberapa kejadia di kampus, yang setelah aku pikir-pikir, mungkin memang itu perbuatan pak Luis.” Perkataan Janeta yang diucapkannya dengan suara ragu, langsung membuat Tira yang duduk di samping Ernest, menggerakkan tubuhnya ke samping, dan menolehkan kepalanya ke arah Tira.
“Apa maksudmu Janeta? Kejadian yang mana yang kamu maksudkan?” Tira langsung bertanya dengan wajah terliaht begitu penasaran.
“Tira, apa kamu ingat tentang kakak senior kita waktu itu, si….”
Dengan perlahan, Janeta menceritakan datu persatu tentang kejadian yang pernah dilihat dan diingatnya, yang tampaknya memang berhubungan dengan Luis, dan Janeta semakin yakin dengan itu setelah mendengar perkataan James tadi di mansion.
__ADS_1