
Apa yang sedang terjadi sebenarnya, kenapa aku merasa ada sesuatu yang sudah terjadi antara Ernest dan putri Tira? Apa mungkin mereka berdua….
Erich segera menghentikan kata-katanya dalam hati sambil menahan nafasnya, berharap kalau yang dipikirkannya tentang Ernest dan Tira saat ini benar-benar tidak terjadi.
Tira… sepertinya kamu memiliki perasaan yang istimewa terhadap Ernest, seperti dugaanku sebelumnya. Kamu tidak begitu pandai menutupinya, beda dengan Ernest. Semoga kalian bisa menghadapi apapun yang akan menjadi tantangan kalian ke depannya jika memang kalian memutuskan untuk menjalin hubungan.
Deanda berkata dalam hati sambil melirik ke arah Alvero, dimana Deanda bisa merasakan kalau suaminya itu sedang memikirkan sesuatu meskipun tidak mengatakan apapun padanya.
Perkataan Enzo sepertinya bukan sekedar sebuah candaan, dan jika itu benar, sepertinya aku benar-benar harus segera menarik Ernest kembali ke Gracetian, atau uncle Victor tidak akan mengampuni Ernest karena sudah berani menggoda putri kesayangannya. Kenapa kalian berdua harus terlibat dalam masalah percintaan yang rumit untuk kalian seperti ini?
Alvero berkata dalam hati dengan kepalanya yang terasa sedikit pusing karena memikirkan tentang apa yang baru saja dikatakannya itu.
Di satu sisi, Tira adalah sepupunya dimana hubungan mereka yang dekat membuat Alvero harus mendukung orantua Tira yang merupakan pamannya.
__ADS_1
Di sisi lain, Ernest adalah pengawal pribadinya dengan segudang prestasi, dimana selama ini dia sudah begitu banyak melakukan hal besar untuk Gracetian, namun dengan semua aturan ketat di Gracetian yang memang sampai saat ini masih memegang teguh tentang status sosial yang berbeda, berarti memiliki kemudahan dan juga wewenang yang berbeda, membuat Alvero tidak bisa begitu saja membiarkan Ernest mendekati gadis dengan status sosial yang berbeda.
Entah itu Tira ataupun Ernest, Alvero sama-sama tidak ingin mereka berdua terluka satu dengan yang lain karena perbedaan status mereka yang begitu jauh pasti akan menjadi dinding penghalang yang tinggi jika mereka ingin bersatu dalam masalah percintaan.
# # # # # # #
“Tira. Kamu sudah dijemput oleh Ernest?” Suara Evelyn yang menyapanya, membuat Tira menghentikan langkah-langkah kakinya dan langsung menoleh ke arah Evelyn.
“Kenapa sepagi ini kamu sudah berencana kembali ke apartemen? Padahal masih banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Kamu tahu sendiri, beberapa hari ini aku begitu sibuk membantu persiapan persta ulang tahun papa, jadi meskipun kita tinggal di mansion ini, tapi kita belum mendapatkan kesempatan untuk mengobrol banyak.” Evelyn yang berusaha untuk menahan kepergian Tira berkata sambil memandang ke arah Ernest yang langsung tersenyum ke arah Evelyn samabil menganggukkan kepalanya dengan sikap sopan.
“Sayagnya aku harus kembali sekarang. Kalau sudah selesai aku akan segera kembali kesini. Kalau tidak bisa hari ini, besok pagi aku akan berusaha untuk bisa kembali ke tempat ini.” Perkataan Tira membuat Evelyn menghela nafas panjang.
“Padahal, aku ingin menanyakan padamu tentang rencana papamu menjodohkanmu dengan salah satu pangeran Gracetian.” Kata-kata Evelyn, sontak membuat Ernest tersentak kaget, dengan dada yang berdetak dengan begitu cepat karena mendengar kata-kata itu.
__ADS_1
Per… perjodohan? Apa benar… pangeran Victor berencana menjodohkan putri Tira dengan pangeran dari Gracetian? Siapa pangeran itu? Kenapa tiba-tiba ada rencana seperti itu? Lalu bagaimana dengan….
Puluhan pertanyaan langsung berlalu lalang di pikiran Ernest dan membuat hatinya terasa begitu kacau sekaligus galau.
“O, masalah itu ya? Nanti setelah aku kembali ke mansion, kita bisa membahasnya.”
“Aku harap kamu bisa segera kembali ke sini secepatnya, karena aku tidak sabar mendengar cerita tentang siapa pangeran yang akan dijodohkan denganmu. Siapa nama pangeran itu? Apa dia tampan? Apa kamu sudah pernah bertemu dengannya? Apa kamu punya foto-fotonya?” Evelyn mengucapkan pertanyaannya kepada Tira secara bertubi-tubi tanpa perduli dengan perubahan wajah Ernest yang terlihat begitu tegang saat ini karena setiap pertanyaan Evelyn itu membuat dadanya terasa sesak, dan juga… sakit.
“Ist… banyak sekali pertanyaanmu. Sepertinya akan butuh waktu berjam-jam untuk menjelaskannya padamu, dan kalau aku memulainya sekarang, bisa-bisa aku benar-benar mendapatkan nilai E karena gagal menyelesaikan tugasku hari ini.” Tira menghentikan kata-katanya sejenak sambil tersenyum lebar.
“Kalau begitu… cepatlah pergi, supaya kamu juga bisa cepat kembali ke tempat ini. Aku akan menunggumu. Beritahu aku kalau kamu sudah datang kembali ke tempat ini.” Evelyn berkata sambil mendorong punggung Tira, seolah-olah sedang berusaha untuk membuat Tira segera kembali ke apartemennya, mengerjakan tugasnya, agar bisa kembali lagi ke mansion keluarga Shaw itu dengan cepat.
“Oke, sampai nanti atau besok pagi paling lambat.” Tira berkata sambil menepuk bahu Evelyn, sebelum dia benar-benar pergi menuju pintu keluar mansion.
__ADS_1