
"Ooo, ya, Nona. Mungkin memang butuh waktu untuk menyesuaikan diri di tempat baru." Mengetahui Tira yang menyebutkan Steven sebagai saudaranya, membuat salah satu orang di dalam lift yang tadi membicarakan Steven mewakili yang lain untuk menanggapi perkataan Tira.
“Iya, terimakasih untuk pengertiannya.” Tira berkata dengan lembut dan senyum di wajah cantiknya, yang pastinya membuat orang lain sulit untuk tidak berkata tidak pada gadis cantik itu.
Begitu lift berhenti dan pintu lift terbuka, dengan sengaja Tira tetep berdiri di tempatnya, memberikan kesempatan kepada yang lain untuk keluar dari lift terlebih dahulu, hingga tinggal di dan Steven di dalam lift.
"Steven...." Begitu Tira keluar dari lift diikuti dengan Steven, Tira langsung memanggil Steven.
"Jangan memanggilku tuan putri atau putri, pokoknya yang berkaitan dengan status asliku di Gracetian." Tira langsung berkata begitu Steven berada cukup dekat dengannya, sehingga bisa mendengar kata-kata yang diucapkannnya dengan suara pelan.
"Kenapa harus begitu Tuan Put...." Dengan sikap polos, Steven yang memang dikenal begitu taat dengan aturan itu langsung bertanya kepada Tira.
"Stop!" Tira langsung memotong perkataan Steven sambil mengarahkan telapak tangannya ke wajah Steven yang langsung menghentikan bicaranya.
"Dengar ya Steven. Setelah kita keluar dari Gracetian, di Amerika ini, cukup panggil namaku saja, tanpa perlu menyebutkan statusku sebagai seorang putri...."
__ADS_1
"Tapi bagaimana bisa saya melakukan hal tidak sopan seperti itu kepada Anda Putr...."
"Ah, begini saja. Aku akan mengajak Ernest bicara tentang hal ini. Biar Ernest yang menjelaskannya padamu kenapa di sini kamu harus melupakan tata cara kita hidup di Gracetian. Kamu tinggal turuti saja perintah Ernest." Akhirnya Tira memilih untuk berbicara pada Ernest, daripada kepada Stevent yang sosoknya memang sangat kaku dan dingin seperti Erich, yang selalu melakukan sesuatu sesuai protokol yang berlaku di negara Gracetian dengan sistem pemerintahan monarki absolutnya.
(Protokol adalah tata cara (upacara dan sebagainya) yang secara internasional berlaku dalam hubungan diplomatik. Protokol juga erarti: peraturan upacara di istana kepala negara atau berkenaan dengan penyambutan tamu-tamu negara dan sebagainya. Menurut Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Protokol adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintah, atau masyarakat).
"Ya Putr...."
"Cepat susul Edi, aku juga harus segera berangkat ke kampus untuk mengikuti kelasku." Dengan buru-buru Tira memotong perkataan Steven yang tetap saja hampir menyebutkan status Tira sebagai seorang putri.
Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh apartemen itu adalah jasa valet yang membuat para penghuni apartemen tidak perdul susah payah mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, maupun mengambil mobil dari tempat parkir yang memang ada merupakan parkiran basement.
(Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau sebagian terletak di bawah tanah. Basement adalah ruang bawah tanah yang merupakan bagian dari bangunan gedung. Pada masa ini basement dibuat sebagai usaha untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang semakin padat dan mahal.
Basement biasanya digunakan sebagai ruang utilitas untuk bangunan, tempat ruang utilitas seperti boiler, pemanas air, panel pemutus atau kotak sekering, tempat parkir, dan sistem pendingin udara. Begitu juga fasilitas seperti sistem distribusi listrik dan titik distribusi televisi kabel).
__ADS_1
“Selamat pagi Nona Tira. Mobil Anda sudah siap di depan.” Dengan sikap sopan petugas front office segera menjawab pertanyaan Tira.
“Terimakasih.” Begitu mengucapkan terimakasihnya, Tira segera berjalan keluar dari gedung apartemen mewah itu, dimana di depan seorang petugas valet langsung menyerahkan kunci mobil kepada Tira yang langsung mengemudikan mobilnya sendiri untuk pergi ke kampusnya, sedang Edi yang berada dalam satu mobil dengan Steven segera mengikutinya tepat di belakang mobil Tira.
Sepanjang perjalanan, sesekali Tira melirik kea rah spion, dimana dengan jelas, tepat di belakangnya mobil yang ditumpangi Edi dan Steven terus mengikutinya.
“Kalau begini caranya, mereka akan terlihat mencolok sekali. Aduh… aku jadi tidak nyaman harus hidup diikuti oleh para pengawal itu, apalagi cara berpakaian dan juga sikap mereka terlihat begitu mirip dengan bodyguard para orang penting.” Tira bergumam pelan sambil menatap kembali ke arah jalanan di depannya.
“Tapi mereka memang pengawal istana, tidak salah juga mereka bersikap dan berdandan seperti itu. Aku saja yang merasa tidak nyaman. Lebih baik nanti aku bicarakan masalah ini dengan baik pada Ernest.” Tira kembali bergumam pelan sebelum menambah kecepatan mobilnya, karena dia merasa risih dengan apa yang dilakukan Steven dan Edi saat menjalankan tugasnya sebagai pengawal.
# # # # # #
“Tira!” Sebuah panggilan kepada Tira yang baru saja turun dari mobilnya membuat Tira langsung menoleh.
Dari arah sumber suara yang baru saja menyebutkan namanya, tampak Anna sedang berlarian ke arahnya dengan senyum lebar menghiasi wajahnya, membuat Tira sedikit mengernyitkan dahinya dan mulai bertanya-tanya dalam hati hal menyenangkan apa yang sedang terjadi pada sahabatnya itu.
__ADS_1
“Ayo ikut denganku! Ada kejadian heboh di kampus pagi ini! Di dekat bangunan jurusan musik kita! Ada yang baru di sana!” Tanpa memberikan kesempatan kepada Tira untuk bertanya atau mengeluarkan suara sedikitpun, Anna langsung menarik tangan Tira, dan mengajaknya meninggalkan tempat parkir.