MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEMARAHAN ANGEL


__ADS_3

Ernest justru dengan sengaja membuat Tira dan Anna tidak memperhatikan ke arah Janetta dengan menanyakan menu apa saja yang sudah merkea pesan untuk makan siang, dan seolah-olah merasa tertarik dengan menu makanan serta minuman yang disediakan di café itu.


Aku harus mendapatkan beberapa foto menarik kali ini, karena saat ini aku adalah satu-satunya orang yang memiliki kesempatan untuk menyaksikan peristiwa ini. Karena jika itu Anna, dia pasti tidak akan terpikir untuk mengabadikan momen ini.


Dengan senyum menyeringai di bibirnya, Janetta berkata dalam hati.


Janetta yang tidak menyadari pengamatan Ernest padanya, beberapa kali sengaja mencuri foto-foto Tira dan Ernest, lalu dengan terburu-buru berpura-pura melangkah ke arah kamar mandi.


Semoga dengan beberapa foto ini bisa memuaskan mereka, sehingga membawa keuntungan lebih besar untukku. Aku yakin tidak butuh waktu lebih dari 24 jam seluruh isi kampus akan dihebohkan oleh kejadian antara Ernest dan Tira. Apalagi, bukan hanya kejadian tadi pagi, siang ini Ernest juga memberikan kejutan lagi untuk Tira.


Janetta kembali berkata dalam hati dengan sikap puas setelah dia melihat ke arah layar handphonenya, dimana beberapa foto yang menunjukkan Ernest dan Tira yang sedang duduk ebrsama dengan buket bunga mawar merah terlihat tergeletak diantara mereka berdua terlihat di layar handphonenya itu.


Bahkan Janetta langsung tersenyum lebar beegitu melihat salah satu foto itu menunjukkan bagaimana Tira yang sedang menundukkan kepalanya memandang ke arah rangkaian bunga mawar itu, sedang Ernest sedang menatap ke arahnya dengan pandangan terlihat lembut dan penuh cinta.


“Janetta sudah tidak terlihat sekarang. Jadi Ernest… bagaimana dengan pertanyaanku tadi?” Begitu sosok Janetta tidak terlihat, Anna langsung menyerang Ernest kembali dengan pertanyaannya, dan membuat mata Tira sedikit melotot karena kaget, tidak menyangka Anna akan ekmbali bertanya tentang itu setelah Janetta pergi.


“Pertanyaan yang mana maksudmu Anna?” Pertanyaan balik dari Ernest yang berpura-pura bodoh dan tidak tahu membuat Anna meringis.

__ADS_1


“Tentu saja pertanyaan tentang apa yang sudah kamu lakukan pada Tira. Apa tindakanmu tadi pagi dan siang ini hanya sekedar akting, atau kamu sebenarnya memang benar-benar menyukai Tira? Apa mungkin…. Auw….” Belum lagi Anna melanjutkan kata-katanya, tangan Tira langsung meencubit pinggang Anna agar dia berhenti melanjutkan pertanyaannya pada Ernest.


“Aduh Tira… sakit….” Anna berkata dengan nada terdengar merengek sambil mengelus-elus pinggangnya yang memang terasa sakit hasil cubitan Tira barusan.


“Siapa suruh kamu bertanya kepada Ernest tentang hal seperti itu?” Tira berkata dengan sedikit memalingkan wajahnya yang memerah karena cukup malu dengan pertanyaan Anna pada Ernest.


“Kalau bukan aku yang bertanya, apa mungkin kamu berani bertanya hal seperti itu pada Ernest?” Tanpa merasa bersalah Anna tetap ngotot bahwa tidak ada salahnya menanyakan hal seperti itu, tanpa menyadari bahwa Tira benar-benar sudah jatuh cinta pada Ernest, sehingga pertanyaan Anna sungguh membuatnya merasa canggung sekarang.


Aduh Anna, meskipun aku tidak kalah penasarannya denganmu tentang hal itu, tapi tidak seharusnya kamu bertanya hal itu pada Ernest. Bagaimana kalau jawaban Ernest itu semua karena demi tugas. Aku belum siap mendengar jawaban seperti itu dari bibir Ernest.


Tira hanya bisa mengomeli Anna dalam hati.


“Lupakan saja protes Tira barusan Ernest…. Jadi bagaimana? Apa semua tindakan manis dan romantismu itu menunjukkan isi hatimu yang sebenarnya atau hanya karena sekedar akting?” Pertanyaan Anna disambut dengan sebuah senyum tipis oleh Ernest sebelum menjawabnya.


“Maaf Anna, status dan posisiku di sini, tidak dalam kondisi berhak untuk menjawab pertanyaan seperti itu.” Jawaban bijak dari Ernest membuat Anna terdiam, sedangkan Tira berusaha menahan senyumnya.


Ernest memang memiliki banyak cara untuk menghindar, dan caranya sungguh terlihat elegan.

__ADS_1


Dalam hati, Tira diam-diam mengagumi jawaban bijak dari Ernest, dan membautnya semakin kagum pada laki-laki itu.


“Tolong jangan bahas masalah seperti itu di tempat umum Anna.” Tira berkata sambil menoleh ke arah lorong menuju toilet, yang kebetulan baru saja terlihat sosok Janetta yang keluar dari sana, berjalan ke arah meja mereka.


Hah… untung saja Janetta segera kembali. Rasa ingin tahu Anna ini sungguh terlalu besar. Jika di Gracetian, sikapnya yang seperti itu bisa membawa masalah serius, apalagi jika itu berkaitan dengan keluarga kerajaan. Untung saja dia tinggal di Amerika, dengan segala kebebasannya.


Ernest berkata dalam hati sambil mengarahkan matanya kembali pada buku menu untuk memilih apa yang ingin dia makan siang ini.


# # # # # # #


“Benar kan? Seperti kata-kataku tadi siang, Tira benar-benar sok baik dan polos!” Angel melempar handphone di tangannya ke atas kasur, lalu dengan wajah geram, gadis itu menghempaskan tubuhnya, untuk duduk di atas tempat tidurnya.


Foto-foto yang dikirimkan Janetta padanya barusan, sungguh membuatnya emosi dan merasa semakin kesal dengan Tira.


Sejak awal, kehadiran Tira yang dianggapnya pesaing kepopulerannya di kampus sudah membuatnya merasa begitu terganggu, dan dia sengaja berpura-pura mendekati Tira karena kehadiran Ernest yang cukup membuat hatinya tertarik.


Melalui Tira, Angel berharap Ernest yang sama-sama berasal dari Gracetian seperti Tira, bisa dia dekati dan dia raih hatinya.

__ADS_1


Sikap diam Tira ketika Angel meminta bantuan padanya, memang disalah artikan oleh Angel bahwa Tira setuju untuk membantunya mendekati Ernest, sehingga begitu melihat Ernest justru pada akhirnya menunjukkan rasa sukanya, Angel merasa dikhianati oleh Tira, dan emosinya langsung meledak-ledak.


__ADS_2