MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
BERHASIL LOLOS


__ADS_3

Untuk beberapa saat lamanya, Ernest tetap berdiri termenung di samping tempat Tira terbaring, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengelilingi apartemen Tira, untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman, sambil menunggu Tira tersadar kembali, karena efek dari obat bius itu bisa saja sebentar, tapi juga bisa berjam-jam tergantung seberapa banyak yang sudah dihirup oleh Tira, dimana Ernest juga tidak mengetahuinya dengan pasti.


# # # # # #


"Steven...." Suara panggilan Ernest yang membuka pintu apartemen Tira, membuat Steven langsung menoleh ke belakang.


"Tuan Ernest...." Dengan sikap hormat, Steven membalas panggilan Ernest, yang baru saja selesai memeriksa seluruh sudut apartemen Tira, dan juga membersihkan bekas pecahan keramik di lantai kamar Tira.


"Bagaimana keadaan di sekitar tempat ini? Apa kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan?" Ernest berkata sambil memberikan kode kepada Steven melalui tangannya, agar Steven masuk ke dalam apartemen Tira.


"Tidak Tuan Ernest, semuanya terlihat baik-baik saja di tempat ini. Hanya saja, sepertinya Edi yang menemukan orang yang mencurigakan, hanya saja...." Steven menghentikan akta-katanya sejenak.


"Apa dia tidak berhasil menangkapnya?" Ernest yang seolah-olah bisa langsung menebak apa yang akan dikatakan oleh Steven, langsung bertanya kepadanya.


"Sebenarnya tadi Edi terus melakukan pengejaran, hanya saja... sepertinya orang mencurigakan itu tahu betul dengan seluk beluk sekitar apartemen dan daerah ini, dan Edi saja mengabarkan kalau dia kehilangan jejak orang itu." Steven berusaha menjelaskan itu dengan suara terdengar ragu.

__ADS_1


“Bagaimana dengan kondisi putri Tira Tuan Ernest? Apa belaiau masih belum sadarkan diri sampai saat ini?” Steven yang teringat akan Tira, langsung bertanya kepada Ernest yang tampak menahan nafasnya sekilas, dengan wajah yang terlihat merasa bersalah, karena pertanyaan Steven membuatnya teringat dia telah gagal menjaga Tira dengan baik.


“Seperti yang kamu tahu, Chlorophyll spray bisa membuat orang pingsan bahkan dalam hitungan jam. Putri masih belum sadarkan diri.” Jawaban Ernest membuat Steven menghela nafas panjang, ikut merasa berasalah dengan kejadian hari ini.


“Semoga putri cepat sadar, dan kondisinya baik-baik saja…”


“Yang terpenting, semoga dia tidak merasa trauma dan paranoid dengan orang dna lingkungan sekitarnya. Kamu tahu di istana, putri Tira merupakan sosok putri yang paling lemah diantara yang lainnya.” Ernest berkata dengan nada penuh harap.


"Minta Edi untuk segera kembali dan langsung ke apartemen tuan putri. Sebelum putri sadar kembali, sebaiknya kita membicarakan kejadian ini di tempat ini." Perkataan Ernest disambut dengan anggukan kepala oleh Steven yang langsung menghubungi Edi, dan memintanya untuk melakukan apa yang baru saja dikatakan Ernest.


"Saya sudah berusaha menelitinya tuan Ernest. Kamera cctv ke arah loker mahasiswa, kelihatannya sengaja dirusak oleh pelaku. Dia benar-benar sudah mempersiapkannya dengan matang." Perkataan Steven membuat dahi Ernest mengernyit.


"Dia bukan orang sembarangan. Dia pasti orang yang memiliki akses atau pengaruh di kampus sehingga dia bisa merusak cctv itu dengan waktu yang begitu singkat. Karena jarak kejadian perusakan dengan kejadian ketika aku meletakkan saxsofonku di loker, tidak lebih dari 2 jam, waktu yang sangat singkat untuk membuat orang bisa merusak cctv dan juga mencari waktu yang tepat, dimana tidak ada orang yang melihat tindakannya, sedangkan loker mahasiswa boleh dibilang sangat jarang terlihat sepi oleh para mahasiswa yang berlalu lalang di sana.” Ernest berkata sambil mulai mengerucutkan nama-nama orang yang dicurigainya diantara nama-nama yang pernah dia sebutkan bersama dengan Steven dan Tira waktu itu.


“Kalau dilihat dari pemikiran Tuan Ernest, sepertinya saya juga menduga bahwa orang itu mungkin orang yang bekerja di kampus sehingga memiliki akses dan pengaruh seperti yang Tuan Ernest katakan barusan.” Steven berkata sambil mengingat nama Romeo, Lena dan juga Luis.

__ADS_1


“Itu hanya perkiraanku saja, jangan lupakan Robin yang memiliki hubungan saudara dengan para petinggi kampus ini.” Ernest berkata sambil mengingat bagaimana dari hasil pemeriksaan lanjutan, dia mendapatkan info tentang paman dan juga sepupunya ada yang bekerja di kampus itu.


Perkataan Ernest membuat Steven terdiam sesaat, ikut berpikir keras untuk bisa menebak siapa sebenarnya orang yang sudah meneror Tira dengan begitu kurangajarnya.


# # # # # #


“Lanjutkan analisa kalian berdua, aku akan melihat kondisi putri Tira.” Ernest yang sedari tadi sibuk melakukan analisa kembali bersama dengan Steven dan Edi yang sudah kembali ke apartemen, dan bergabung dengan mereka, berkata sambil bangkit dari duduknya.


“Semoga putri cepat sadar Tuan Ernest.” Edi yang tampak menyesal karena tidak berhasil menangkap orang mencurigakan tadi berkata dengan penuh harap, seperti yang tadi dilakukan oleh Steven.


“Lebih baik kalian kembali ke apartemen kalian, dan melakukan penyelidikan di sana, karena data-data kalian ada di sana. Steven, coba kamu cari rekaman cctv di sekitar lokasi loker mahasiswa. Pelaku perusakan mungkin merusak cctv yang mengarah langsung ke loker, tapi dia tidak mungkin merusak semua cctv di seluruh tempat yang ada di kampus. Temukan orang dengan gaya mencurigakan yang berjalan ke arah loker mahasiswa selama waktu aku meninggalkan saxsofonku di loker sampai aku menemukan kondisi saxsofonku yang rusak.” Ernest memberikan perintah selanjutnya kepada Steven dan Edi sebelum akhinya melangkah ke arah kamar Tira kembali.


Dengan berusaha sepelan mungkin, tidak menimbulkan suara, Ernest membuka pintu dan berjalan masuk ke kamar Tira yang masih tampak terbaring di tempat tidur.


Sebuah gerakan tangan dari Tira meskipun pelan, membuat Ernest langsung berlari mendekat ke arah tempat tidur, karena bagi Ernest itu adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Tira akan segera sadar dari pingsannya.

__ADS_1


__ADS_2