
“Hah….” Erich mendess…ssahhh pelan, dengan dada yang ikut terasa sesak, seolah dia bisa ikut merasakan apa yang sedang diraskan oleh Ernest saat ini.
Erich yang tahu bagaimana cintanya Ernest kepada Tira sejak lama, meskipun saudara kembarnya tidak pernah mengatakannya secara terus terang tentang perasaannya itu di depannya ataupun orang lain.
Dari beberapa kali peristiwa yang pernah dilihat oleh Erich, laki-laki itu bisa melihat bagaimana pandangan mata Ernest yang selalu terpaku pada sosok Tira, saat putri cantik itu sedang bereada dalam jangkauan matanya, dan itu sudah menunjukkan bagaimana kalau Ernest begitu tertarik dan mencintai Tira sejak waktu yang sangat lama.
Karena itu, Erich tahu dia harus menghentikan semuanya sebelum terlambat, sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada Ernest ke depannya.
“Erich… tolong… beri aku waktu sedikit saja. Aku sendiri yang akan maju ke yang mulia Alvero, saat waktunya tepat…. Maaf Erich, sekali ini saja, tolong beri aku waktu untuk aku bisa bernafas lega… beberapa waktu ini saja…. Aku mohon….” Suara Ernest yang tampak jelas sedang begitu memohon padanya saat ini, membuat Erich menarik nafas dalam-dalam.
Dari suara yang didengarnya, Erich bisa menebak kalau saat ini Ernest pasti sedang menahan tangisnya dan kata-katanya barusan dia ucapkan dengan bibir yang bergetar.
Ernest… kalau kamu bersikap seperti ini, aku harus bagaimana untuk bisa menolongmu? Kamu benar-benar membuat keadaan semakin rumit. Aku tahu putri Tira adalah gadis yang lembut dan baik hati, tapi tidak bisakah, kamu memberikan hatimu kepada gadis lain selain putri?
__ADS_1
Erich berkata dalam hati sambil mengepalkan salah satu tangannya yang tidak sedang memegang handphonenya.
Seorang knight seperti kita… jatuh cinta pada seorang putri? Apalagi kita adalah pengawal pribadi yang mulia Alvero? Kita bisa benar-benar dianggap sebagai pemberontak dan pengkhianat.
Erich kembali berkata dalam hati tanpa mengucapkannya kepada Ernest, yang dia tahu, seperti dirinya, Ernest tahu dengan begitu jelas semua aturan yang ada tentang hukum dan istiadat, juga segala aturan yang ada di kerajaan Gracetian.
“Ernest….”
“Kumohon Erich, sebentar saja… beri aku waktu sebentar saja… untuk aku dapat berpikir jernih, dan menyelesaikan masalahku.” Ernest yang kembali memohon padanya, membuat Erich terdiam seribu bahasa, dengan hati yang ikut bergejolak hebat.
“Hanya sekali ini… sekali ini hanya Ernest…. Anggap hari ini kita tidak berbicara tentang masalah ini. Tapi berjanjilah padaku untuk segera menyelesaikan masalah hatimu itu, sebelum kamu, ataupun orang yang kamu cintai terluka.” Erich berkata dengan berusaha tidak menyebutkan nama Tira, meskipun dia tahu jelas, siapa gadis yang dicintai oleh Ernest saat ini.
“Terimakasih Erich….”
__ADS_1
“Mmmm… ya.” Erich menjawab perkataan Ernest dengan singkat, karena untuk saat ini, dia juga tidak tahu harus bersikap dan mengatakan apa kepada Ernest.
“Lebih baik kamu beristirahat sekarang, menenangkan pikiran dan hatimu. Masih banyak hal yang harus aku lakukan sekarang. Aku juga harus segera menghadap yang mulia Alvero sebelum beliau beristirahat.” Erich mengucapkan kalimat terakhirnya sebelum benar-benar memutus sambungan teleponnya pada Ernest, yang setelah pembicaraannya dengan Erich, tampak tetap diam termenung di tempatnya berdiri, dengan matanya menatap lurus ke arah dinding kamarnya yang memisahkan antara dia dan Tira.
Dengan langkah pelan, Ernest berjalan ke arah dinding itu dan menempelkan tangannya ke dinding yang memisahkan kamarnya dan kamar Tira.
“Putri… aku sungguh sangat mencintaimu, dan rasanya, setelah kita melalui hari ini berdua, aku semakin tahu, kalau aku… tidak bisa berpisah darimu… aku… tidak akan sanggup jika harus kehilangan dirimu.” Ernest berkata pelan, seolah saat ini Tira sedang berada di hadapannya, dan bisa mendengar apa yang dikatakannya barusan.
Sebuah notifikasi pesan masuk di handphonenya, membuat Ernest menghela nafas sebelum membuka pesan itu.
Ernest… apa kamu sudah tidur? Aku merindukanmu, terimakasih untuk hari yang membahagiakan ini. Semoga kamu benar-benar memimpikanku malam ini. I love you Ernest, really really love you.
Pesan dari Tira yang diakhiri dengan emoji berbentuk hati, membuat Ernest tersenyum, seolah pesan itu adalah senjata untuk membuatnya bisa lebih kuat ke depannya untuk menghadapi kenyataan dan mempertahankan Tira di sisinya
__ADS_1
“I love you too my love….” Ernest berbisik pelan sambil mencium kayar handphonenya, sebelum akhirnya dia membalas pesan Tira, dan mencoba memejamkan matanya setelah itu, berharap di dalam mimpinya, dia bisa menemukan jalan keluar untuk masalah hubungannya dengan Tira.