MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
RENCANA VICTOR UNTUK TIRA


__ADS_3

Bagi Ava yang boleh dibilang tidak pernah meninggalkan tanah kelahirannya Gracetian untuk waktu yang lama, bukanlah hal mudah baginya untuk tiba-tiba memutuskan pergi dari Gracetian, dan tinggal di negara asing yang budaya dan kehidupan masyarakatnya cukup jauh berbeda dengan Gracetian sebagai sebuah negara dengan sistem pemerintahan monarki absolute.


Akan tetapi meskipun ada rasa kaget dan sulit untuk menerima apa yang baru saja dikatakan oleh Victor, Ava yang mengerti kalau Victor melakukan itu demi menjaga Tira, hanya bisa terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Apa Uncle berencana pindah ke Amerika untuk selamanya?” Alvero langsung bertanya tentang keputusan Victor yang pastinya juga tidak mudah untuknya yang merupakan pangeran Gracetian, dan memiliki hidup dan usaha besar di Gracetian itu.


“Paling tidak… sampai Tira menemukan jodohnya dan menikah, sehingga laki-laki itu tidak lagi memiliki kesempatan untuk dapat mendekati Tira lagi….” Jawaban Victor cukup untuk membuat Alvero akhirnya ikut terdiam.


Sama sepertinya yang hanya pernah jatuh cinta kepada satu orang wanita, Deanda Federer, Alvero yang begitu mengenal Ernest, yakin bahwa Tira pasti adalah satu-satunya perempuan yang sudah membuat Ernest jatuh cinta.


# # # # # #

__ADS_1


Deanda langsung tersenyum ke arah Tira, berusaha untuk menenangkan gadis cantik yang tampak berantakan penampilannya itu melalui senyumannya.


Melihat kehadiran Deanda, membuat Tira menelan air ludahnya sendiri, antara takut mendengar apa yang akan dikatakan oleh Deanda, tapi di satu sisi, Tira yang tahu bagaimana baiknya sosok kakak iparnya itu, merasa sedikit tenang karena kehadirannya saat ini.


“Mmm….” Deanda bergumam pelan setelah mengambil posisi duduk di samping Tira.


“Apa kamu baik-baik saja?” Deanda berkata sambil meraih bahu Tira, dan memeluknya dari arah samping.


Untuk beberapa saat Deanda membiarkan Tira menangis hingga puas, dengan tangannya yang terus memeluk bahu Tira, dan sesekali bergerak mengelus bahu itu untuk menunjukkan dukungan dan juga rasa empatinya terhadap Tira.


“Kak… kenapa harus ada batasan untuk orang yang saling mencintai?” Setelah tangisnya mereda, Tira mengucapkan kata-kata dengan suara terdengar lirih sekaligus serak.

__ADS_1


“Aku tahu… itu terasa tidak adil bagimu dan Ernest, tapi bagaimanapun kita ini hidup di tengah masyarakat Gracetian dengan banyaknya aturan yang tidak bisa dengan sembarangan bisa kita langgar, meskipun itu terasa tidak adil bagi kalian yang sedang merasakan bagaimana indahnya jatuh cinta.” Deanda berkata lembut kepada Tira.


“Lalu… aku harus bagaimana Kak? Kakak lebih tahu bahkan mungkin lebih tahu dariku, bahwa Ernest, adalah laki-laki baik yang tidak mungkin bisa aku lepaskan begitu saja cintanya….” Tanpa sadar, Deanda langsung menganggukkan kepalanya, karena di dalam hatinya Deanda tahu Ernest memang seorang pria yang baik hati, yang pastinya, siapapun gadis yang dicintainya, adalah seorang perempuan yang akan sangat beruntung.


Selain tampan, Ernest adalah sosok baik hati dan juga dikenal tangguh dan berjiwa ksatria, juga memiliki kekayaan yang tidak sedikit dari hasil kerjanya sebagai pengawal pribadi Alvero sejak masa remajanya, sehingga bagi Deanda tidak heran jika banyak gadis yang jatuh cinta padanya, bahkan gadis dengan level seorang putri seperti Tira.


Bahkan Deanda yakin, jika saja Ernest adalah seorang pangeran, pasti akan begitu banyak putri yang mengantri untuk bisa memiliki kesempatan agar bisa dekat dengannya dan beramai-ramai mendaftarkan diri sebagai calon istrinya, sedangkan selama ini saja sulit bagi para wanita untuk mengabaikan keberadaan Ernest di dekat mereka.


Karena selain masalah status kebangsawanannya yang rendah, sosok Ernest, tidak kalah bila dibandingkan dengan bangsawan yang lain, entah dari segi wajah, wibawa maupun materi yang dimilikinya, meskipun tidak banyak orang yang tahu bahwa pengawal pribadi Alvero yang tampan dan gagah itu memiliki perusahaan tekstil yang besar di Belanda.


“Aku mengerti perasaanmu Tira, tapi untuk saat ini, sepertinya papamu sedang sangat marah. Jadi, lebih baik untuk sementara waktu, kita membiarkan dia tenang terlebih dahulu, dan kamu harus bisa menahan dirimu untuk tidak semakin memancing emosinya.” Deanda berkata pelan, mencoba memberikan nasehat kepada Tira sekaligus membuatnya tenang dan berpikir dengan kepala dingin.

__ADS_1


“Aku yakin, ke depannya kita bisa menemukan jalan keluar terbaik untukmu dan Ernest. Tapi untuk saat ini, lebih baik kamu diam untuk sementara waktu, dan berusaha untuk membuat papamu tidak semakin emosi karena kamu terlihat berusaha menentangnya.” Deanda kembali berkata sambil menggenggam tangan Tira yang terasa dingin.


__ADS_2