MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
BENAR-BENAR MENYUSUL


__ADS_3

Astaga… apa yang terjadi dengan putri Tira? Kenapa dia bersikeras untuk ikut melakukan penyelidikan? Padahal dia putri cukup mempercayakannya pada kami bertiga.


Ernest berkata dalam hati sambil sedikit menggerakkan kepalanya ke samping dengan dahi mengernyit, dan berjalan keluar dari apartemen Tira ke apartemen sebelah.


Ketika Ernest keluar dari pintu apartemen Tira, sosok Steven juga terliaht baru saja datang dan terlihat bersiap mendekat ke arah pintu apartemen juga.


Kehadiran Ernest membuat Steven langsung menganggukkan kepalanya dengan sikap hormat ke arah Ernest yang langsung tersenyum membalas salam dari Steven.


“Ayo kita masuk.” Ernest berkata sambil menepuk pelan bahu Steven.


Sebuah tindakan yang seringkali membuat para orang-orang yang bekerja di bawah Ernest selalu merasa nyaman, karena Ernest yang seringkali memperlakukan mereka dengan baik, seperti seorang teman.


Meskipun di saat-saat tertentu, dengan sikap tegas dan aura kepemimpinannya yang kuat, Ernest menunjukkan bahwa dia adalah seorang pemimpin yang handal.


“Ini rekaman cctv yang berhasil saya dapatkan dengan membobol sistem keamanan kampus.” Steven berkata sambil menyerahkan flash disk yang berisi data rekaman cctv.


“Apakah sulit untuk mendapatkan rekaman ini?” Ernest bertanya sambil menerima uluran tangan Steven yang menyodorkan flash disk padanya.


“Tidak Tuan Ernest, karena sistem keamanannya tidak terlalu ketat. Bahkan sangat jauh jika dibandingkan dengan sistem pengamanan data milik istana Gracetian.” Ernest langsung tertawa mendengar komentar dari Steven.


“Tentu saja Steven, keamanan data di istana dibuat langsung oleh tim IT milik grup Xanderson. Rasanya akan sulit bagi orang lain bahkan hacker kelas dunia untuk membobolnya. Apalagi sistem keamanan yang terkahir, sudah disempurnakan oleh nyonya Elenora, istri dari Tuan James, yang dulunya merupakan master hacker yang paling disegani di dunia.” Steven sedikit membeliakkan matanya mendengar penjelasan dari Ernest.

__ADS_1


Pantas saja… kalau sudah tim IT Grup Xanderson yang turun tangan, pasti tidak akan ada orang lain yang bisa meembobol keamanan data di istana. Aku sudah pernah mendengar kehebatan tim IT milik mereka yang sampai saat ini memang berlum terkalahkan. Belum lagi usaha jasa keamanan mereka dikenal yang terbaik juga. Para bodyguard yang mereka miliki memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa, bahkan tidak kalah dengan kemampuan kami yang terbiasa bergelut di dunia militer.


Steven yang memiliki seorang sahabat yang bekerja di salah satu Grup Xanderson yang ada di Italia, berkata dalam hati sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Sekilas… Steven yang waktu itu memang tidak tergabung dalam anggota pasukan khusus karena dia terhitung masih baru menjadi pengawal istana, membayangkan bagaimana kerennya ketika anggota pasukan khusus yang dilatih secara intens oleh Alexis dan anggota pasukan keamanan dari grup Xanderson yang sengaja dikirimkan dari Italia untuk berlatih bersama dengan mereka.


Memang Steven waktu itu tidak terpilih menjadi salah satu anggota pasukan khusus, tapi kakak kandungnya yang terpilih waktu itu, banyak bercerita padanya tentang pengalaman berharga saat dia bergabung menjadi anggota pasukan khusus.


Dan tentunya itu diceritakan oleh kakak kandungnya setelah pasukan pemberontak milik Eliana sudah berhasil dikalahkan, karena selama dalam masa pelatihan, para anggota pasukan khusus tidak diperbolehkan untuk berhubungan dengan dunia luar, dan menghabiskan hidupnya di kamp pelatihan yang memang dibuat dengan semua fasilitas lengkap dan mewahnya untuk membuat mereka betah dan juga bisa melakukan hobi mereka saat waktu istirahat mereka.


Setelah selesai melaksanakan tugas mereka menghadapi para pasukan pemberontak, beberapa dari antara mereka yang berprestasi langsung dianugrahi gelar knight oleh Alvero sebagai Raja Gracetian, termasuk kakak kandung Steven.


“Apa Edi masih lama untuk menyelesaikan tugasnya di bengkel?” Pertanyaan Ernest langsung menyadarkan Steven dari lamunannya.


“Eh, tadi Edi berkata akan menunggu sampai mobil tuan putri selesai dan memastikan itu dikerjakan dengan baik.” Ernest langsung mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar perkataan Steven.


“Tuan Ernest, ini bunga yang tadi berada di atas kap mobil putri Tira di bagian belakang.” Setelah Ernest duduk di depan komputer dengan flash disk di tangannya, Steven mengeluarkan setangkai mawar yang dibungkusnya rapi dengan plastik.


Melihat mawar itu, Ernest sedikit menahan nafasnya, ada rasa sedikit iri mengingat bagaimana orang lain bsia dengan mudahnya memberikan setangkai bunga atau hadiah kepada Tira meskipun disertai dengan teror, tapi tidak dengan dirinya yang secara status tidak diperbolehkan untuk melakukan hal seperti itu kepada junjungannya.


Bunga yang cantik, sayangnya yang memberikan bunga itu adalah orang tidak bertanggungjawab dan pengecut.

__ADS_1


Ernest berkata dalam hati, dan diam-diam berharap suatu ketika bisa memiliki kesempatan untuk memberikan bunga kepada Tira, tapi bukan bunga yang akan membuat Tira ketakutan seperti bunga yang sedang dipegang oleh Steven sekarang.


“Letakkan saja di ujung meja itu.” Ernest berkata dan segera bersiap untuk melihat rekaman cctv itu ketika didengarnya sebuah bunyi beel dari arah pintu masuk apartemennya.


“Siapa itu? Apa kita ada janji dengan seseorang?” Steven langsung berkata sambil menoleh dan berniat untuk membukakan pintu apartemen.


“Biar aku yang membukakan pintunya Steven. Kamu siapkan saja rekaman cctv itu.” Ernest berkata sambil bergegas bangun dari duduknya dan melangkah dengan cepat ke arah pintu, seolah tidak mau jika sampai Steven mendahuluinya.


Apa itu putri Tira? Tapi masa dia mandi dengan begitu cepatnya?


Ernest berkata dalam hati sambil mengernyitkan keningnya.


“Selamat malam Putri….” Begitu Ernest melihat benar-benar sosok Tira yang ada di balik pintu, laki-laki tampan itu segera menyapanya dengan sikap hormat.


Sejenak Ernest harus menahan nafasnya karena bau wangi dari tubuh Tira, membuat tubuhnya sedikit tersentak.


Wangi sabun berpadu dengan bau parfum yang biasa digunakan oleh Tira, cukup untuk membuat indera penciuman Ernest yang menciumnya mengirimkan sinyal kepada otaknya yang langsung membuat dadanya berdetak keras, bahkan tanpa sadar Ernest membayangkan betapa nyamannya jika dia diijinkan untuk memeeluk dan menikmati bau wangi itu dari dekat dan jika saja memungkinkan, dalam waktu yang cukup lama.


“Apa aku terlambat? Padahal aku sudah berusaha secepat mungkin menyelesaikan mandiku, agar kalian tidak menungguku terlalu lama. Semoga saja bauku sudah harum.” Tanpa menyadari bahwa Ernest sedang berusaha mengendalikan dirinya, Tira berkata sambil melangkah masuk ke dalam apartemen yang ditempati Ernest dan yang lainnya, membuat Ernest dengan sigap mundur dua langkah ke belakang, memberi akses jalan kepada Tira.


Dan celakanya, bau harum dari tubuh Tira semakin kuat menyapa hidung Ernest, begitu Tira berjalan melewatinya.

__ADS_1


__ADS_2